Naidoo, Gedala Mulliah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing digital literacy in early childhood school teachers: Technology and analysis approaches based on social cognitive theory Purworini, Dian; Pamungkas, Endang Wahyu; Naidoo, Gedala Mulliah; Rahmadiva, Lelita Azaria; Maryam; Chasana, Rona Rizkhy Bunga; Setyawan, Sidiq; Astuti, Wili; Haryanti, Yanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10605

Abstract

[Bahasa]: Era digital yang berkembang pesat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran di semua level pendidikan. Guru yang memiliki peran krusial dalam pembelajaran harus memiliki kemampuan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Namun, banyak guru khsusunya pada level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pada guru anak usia dini. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan workshop yang berisi deskripsi pemahaman literasi digital dan praktik membuat materi ajar melalui software digital. Eskperimen yang melibatkan 49 partisipan dari 20 PAUD dilakukan untuk mengukur efektivitas implementasi workshop literasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest, observasi dan wawancara. Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memberikan peningkatan literasi digital pada guru. Temuan pengabdian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan faktor sosial memberikan kontribusi terhadap keberhasilan training dalam program. Pelaksanaan training digital literasi dengan mempertimbangkan elemen-elemen teori kognitif sosial menjadi alternatif untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam praktik mengajar. Kata Kunci: guru PAUD, literasi digital, pelatihan, kompetensi [English]: The rapid development of the digital era affects teaching and learning practices at all levels of education. Teachers who play a crucial role in learning must have adaptive skills to respond to these changes. However, integrating technology into the learning and teaching process remains challenging for teachers of Early Childhood Education (ECED). This community service program aims to improve digital literacy in early childhood teachers. The workshop method was used in this program through the introduction of digital literacy understanding and practice of creating teaching materials through digital software. An experiment involving 49 participants from 20 PAUD was conducted to measure the effectiveness of the digital literacy workshop implementation. Data were collected through pretest and posttest questionnaires, observations, and interviews. The results show that the training in this community service program can improve digital literacy in teachers. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. Digital literacy training for early childhood education teachers involving elements of social cognitive theory is an alternative way to improve their teaching and learning practice competence. Keywords: early childhood teacher, digital literacy, training, competency
Student’s Perspectives on AI and Critical Thinking in Academic Writing Luthuli , Mmeli Advocate; Naidoo, Gedala Mulliah
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.15435

Abstract

AI telah menjadi hal yang umum di sektor pendidikan, dan pesatnya masuknya alat-alat AI membuat mahasiswa dan dosen kewalahan. Penggunaan alat AI yang akurat menawarkan peluang untuk memajukan pembelajaran mahasiswa; namun, penggunaan yang salah menimbulkan risiko, yang memungkinkan mahasiswa untuk mengabaikan praktik penelitian mendasar dan berpikir kritis demi membiarkan AI menghasilkan tugas atau makalah penelitian mereka. Kecurangan akademik dan plagiarisme telah menjadi masalah utama dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki mengapa mahasiswa menggunakan AI dan bagaimana hal itu membentuk keterampilan berpikir kritis dan penulisan akademik mahasiswa. Berdasarkan teori penggunaan dan kepuasan (UGT) dan teori pembingkaian (FT), penelitian ini mengeksplorasi motivasi mahasiswa untuk menggunakan AI dalam pekerjaan akademik mereka. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan, dengan menggunakan Google Forms untuk pengumpulan dan analisis data. Temuan menunjukkan bagaimana mahasiswa menggunakan alat AI untuk meningkatkan penulisan akademik dan berpikir kritis mereka. Membangun lingkungan penelitian dan pembelajaran yang berkelanjutan membutuhkan kepatuhan terhadap pedoman etika yang mengatur penggunaan alat AI dalam penulisan akademik. Universitas perlu mengembangkan kebijakan yang jelas untuk mempermudah mahasiswa menggunakan perangkat AI secara etis, yang akan membantu mereka berpikir lebih kritis. AI has become ubiquitous in the educational sector, and the rapid influx of AI tools overwhelms both students and lecturers. The accurate use of AI tools offers opportunities to advance student learning; however, the incorrect use poses risks, which enable students to bypass fundamental research practices and critical thinking in favour of allowing AI to generate their assignments or research papers. Academic dishonesty and plagiarism have become major concerns. This study investigates how the use of AI is shaping students' critical thinking skills and academic writing. Moreover, focusing on the effectiveness of AI detection and prevention of plagiarism. Grounded in the Uses and Gratifications and Framing theories, the research explores students’ motivations for using AI in their academic work. A quantitative and qualitative research approach is employed, using Google Forms for data collection and analysis. The findings provided how students use AI tools to improve their academic writing and critical thinking. Building a sustainable research and learning environment and adhering to ethical future governing the use of AI tools in academic writing. The university must ensure a clear policy is developed to facilitate the correct use of AI tools to enhance critical thinking among students, and the digital development for both students and academics is essential.