Abstract: This study aims to describe the integration of Sasak tribe local wisdom values in Civics learning for fourth graders at SDN 1 Darmasari. This study used a descriptive qualitative research method with the principal, fourth grade teachers, and fourth grade students as subjects. Data collection techniques used were direct observation, interviews, and documentation to obtain the required data. The data were analyzed using data analysis techniques according to Milles and Huberman: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that integrating local tribal wisdom values into learning is crucial, particularly in Civics (PKN) instruction, as they must understand their own culture and environment. Integrating local wisdom into students is one way to preserve Sasak culture and prevent erosion due to globalization. Local wisdom values integrated into Civics (PKN) learning include mutual cooperation (gotong royong), togetherness, cooperation, and social responsibility, reflected in local traditions such as begawe (traditional customs) and daily life practices. Integration can positively impact the development of student character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang integrasi nilai gotong royong kearifan lokal begawe dalam pembelajaran PKN kelas IV di SDN 1 Darmasari. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas IV dan peserta didik kelas IV, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi secara lansung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Milles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal suku sangat penting untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran PKN karena mereka harus mengenal budaya dan lingkungan mereka sendiri, dengan mengintegrasikan kearifan lokal kepada peserta didik merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan suku Sasak sehingga dapat menghindari terkikisnya budaya akibat globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal yang terintegrasi dalam pembelajaran PKN antara lain gotong royong, kebersamaan, kerjasama serta tanggung jawab sosial yang tercermin dalam tradisi lokal seperti begawe dan praktik kehidupan sehari-hari. Melalui pengintegrasian dapat memberikan dampak baik dalam pembentukan karakteristik peserta didik.