Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN STRATEGI JOYFUL LEARNING DALAM HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 5 KARANG ANYAR Atika Nur Hidayati; Vera Veriani; Rohini
Al Mufid Vol 4 No 1 (2023): Al Mufid: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyaakat
Publisher : STIT Darul Fattah Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze the increase in problem-solving abilities in mathematics learning outcomes of fifth grade students at SD Negeri 5 Karang Anyar South Lampung through a joyful learning strategy. The research problem is the low interest and interest of students in mathematics so that it affects the low results of learning mathematics. The research subjects were students in class V-A Odd Semester at SD Negeri 5 Karang Anyar, South Lampung, which consisted of 24 students, while the objects in the study were the results of learning mathematics. The implementation method uses two stages, namely: the preparation stage and the implementation stage. The results of the study show that the use of joyful learning strategies can improve the mathematics learning outcomes of fifth grade students at SDN 5 Karang Anyar Jati Agung South Lampung in the 2022 academic year
Pengembangan Media Pembelajaran Poster Untuk Penguatan Karakter Saling Menghargai dan Penanggulangan Bullying Siswa Sekolah Dasar Burhanuddin; Habibuddin; Mijahamuddin Alwi; Triyanto, Muchamad; Rohini; Yusriani
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v11i1.30415

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis poster sebagai bentuk penguatan karakter saling menghargai pada sila ke 2 pancasila serta penganggulangan bullying kelas IV SDN 1 Pringgasela Selatan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Tekhnik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara, dan lembar angket yang digunakan untuk memvalidasi produk dan menilai respon siswa terhadap media pembelajaran poster yang dikembangkan. Perolehan data hasil validasi validasi ahli media/tampilan “3,8”, hasil validasi ahli materi “4,6”, hasil penilaian kepraktisan “4,6”, dan hasil pengisian angket respon siswa menunjukkan angka “4,4”. Berdasarkan data tersebut produk yang dikembangkan oleh peneliti memenuhi kritera “layak” dengan rentan skor “3,8-4,6”. Dengan demikian produk tersebut dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang valid dan praktis untuk siswa sekolah dasar hususnya siswa kelas IV.
PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI INTERAKTIF TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI NORMA HAK DAN KEWAJIBAN KELAS V DI SD NEGERI 2 BANJARSARI Baiq Khairun Nisa; Yuniar Lestarini; Rohini; Zalia Muspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.34011

Abstract

Effect of the use of interactive animated videos on student learning interest in Pancasila education, the material on norms, rights, and obligations, Grade V at SDN 2 Banjarsari. The background of this study is based on low student learning interest, as evidenced by a lack of active participation in the learning process and a lack of student interest in Pancasila education material delivered conventionally. The type of research used was an experimental one-shot case study design. The sample was drawn using a saturated sampling technique and there was no control class. The subjects of this study were 20 students. The research instruments used were questionnaires and observations. Based on the data normality test, the population was normally distributed. The results showed that the average interest questionnaire score after the experiment was 46.26. From the results of the calculation of the questionnaire sheet hypothesis test using the One Sample t-test with the help of the SPSS 27.0 application, the calculated t value was obtained at 29.487. If the calculated t is consulted with the t table dk = n-1 = 20 -1 = 19 with a significance level of 5% is 2.093. so it can be concluded from this that the calculated t is greater than the t table (29.487 > 2.093). thus the proposed hypothesis can be accepted, namely "Ho" is rejected and "Ha" is accepted, which means there is an effect of the use of interactive animation videos on increasing student learning interest in learning Pancasila education material on norms, rights and obligations of class V SD Negeri 2 Banjarsari.
Analisis Analisis Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) Melalui Budaya Lokal Begawe Dalam Penanaman Nilai-nilai Pancasila Siswa Kelas IV SDN Barelantan nurhayani, risya; Muhammad Husni; Yul Alfian Hadi; Rohini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33730

Abstract

  This study aims to analyze the implementation of the culturally responsive teaching (CRT) approach through the local culture of Begawe in instilling Pancasila values in fourth-grade students at SDN Barelantan. The research employed a qualitative method with a narrative approach, using observation, interviews, and documentation as data collection techniwues. The findings reveal that the Begawe  tradition, as a local culture of the Sasak community, embodies values aligned with Pancasila, such as mutual cooperation, togetherness, deliberation, tolerance, and social jutice. Through the implementation of CRT, teachers lonk learning materials with students cultural experiences, making learning more contextual and meaningful. This process enhances student engagement, encourages active participation in discussions, collaboration in group work, and respect for peers opinions. Keywords: Culturally Responsive Teaching, Local Culture, Pancasila Values ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) melalui budaya lokal Begawe dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas IV SDN Barelantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif melalui observasi, wawncara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Begawe, sebagai budaya lokal masyarakat Sasak, memuat nilai-nilai yang selaras dengan Pancasila, seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah, toleransi, dan keadilan social. Melalui penerapan CRT, guru mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman budaya siswa sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna, proses ini meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong mereka lebih aktif berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghargai pendapat teman.    Kata Kunci: Culturally Responsive Teaching, Budaya Lokal, Nilai-nilai Pancasila
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur Amran, Moh. Azizam; Mulya, Rr. Sri Setyawati; Rohini; Hadi, Yul Alfian
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zfnrk674

Abstract

Kurikulum merdeka tidak hanya menekankan siswa terhadap nilai, melainkan menanamkan keterampilan siswa sejak bangku sekolah dasar. Melalaui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sangat penting dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Salah satunya di SD Negeri 1 Gereneng Timur mengangkat tema kewirausahaan pada pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa SD Negeri 1 Gereneng Timur. Pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian  ini adalah Kepala Sekolah, Guru Koordinator kelas V, Guru Koordinator kelas IV, siswa kelas V dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) Tahapan perencanaan dilakukan melalui kegiatan musyawarah dan pembuatan modul ajar. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pengumpulan bahan projek. Tahap evaluasi dilakukan dengan perawatan produk dan perbaikan produk. (2) Faktor pendukung antara lain menanamkan minat siswa, keadaan lingkungan sekolah mendukung, projek yang dikembangkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, produk yang dihasilkan mudah dikembangkan, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat antara lain waktu pelaksanaan, modal dan tempat penaruhan produk tanaman lokal. (3) Penerapan P5 dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa, menerapkan pembelajaran tentang kewirausahaan, membuat produk tanaman lokal (jahe dan kunyit) dan aksesoris dari manik-manik, menjual produk. (4) Dampak P5 dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa antara lain, pengetahuan siswa terkait dengan kewirausahaan meningkat, siswa dapat mengetahui kegiatan berwirausaha dengan cara sederhana, siswa menjadi lebih percaya diri, siswa menjadi lebih berinovasi, siswa dapat mengasah bakat yang dimiliki, siswa menjadi lebih produktif, dan menjadikan siswa lebih mandiri. Sedangkan dampak pada dimensi P5 antara lain, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, mandiri, gotong royong dan bernalar kritis. Meningkatnya minat berwirausaha siswa dapat dilihat dari indikator minat berwirausaha  antara lain, perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kewirausahaan.
Implementasi Model Project-Based Learning (Pjbl) Berbasis Budaya Lokal Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Moyot Suptiani, Yulinda; Parhanuddin, Lalu; Sulastri, Andi; Rohini
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/d722xf12

Abstract

Abstrak Budaya Sasak sebagai kearifan lokal mulai tergerus oleh pengaruh globalisasi, sehingga siswa kurang mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai luhur budayanya sendiri. Hal ini berimbas pada lemahnya pembentukan karakter yang selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti nilai kebhinekaan global dan berkebinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis budaya lokal dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri 1 Moyot. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul dalam proses implementasi serta solusi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V dan siswa SDN 1 Moyot. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan memastikan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berbasis budaya lokal dapat diterapkan dengan cukup baik dan efektif dalam membangun serta memperkuat nilai-nilai karakter yang tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Kendala yang ditemukan dalam implementasi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber belajar budaya lokal, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami dan mengerjakan proyek. Guru mengatasi kendala tersebut dengan memberikan pendampingan intensif, menyediakan bahan ajar tambahan, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model PjBL berbasis budaya lokal terbukti mendukung penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.agar pendidikan karakter yang holistik dapat tercapai secara berkelanjutan. Model PjBL berbasis budaya Sasak dapat diadopsi sebagai strategi pembelajaran inovatif yang terstruktur untuk mengintegrasikan penguatan Profil Pelajar Pancasila ke dalam mata pelajaran secara kontekstual, sekaligus menjadi panduan dalam mengembangkan perangkat ajar berbasis kearifan lokal.