Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO STUNTING SEJAK MASA REMAJA MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DI DESA CADASKERTAJAYA KABUPATEN KARAWANG Setiawati, Riska; Yanti, Irma; Apriningrum, Nelly; Sopiah, Oon; Wariah, Uway; Suryani, Lilis; Marlina, Rina; Alia Rahayu, Maria; Hamdayani, Irma; Nurlailasari, Ella
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The direct factors of stunting are lack of nutritional intake and the presence of infectious diseases, while the indirect causes include maternal nutritional factors during adolescence, before, and during pregnancy, which can contribute to fetal growth, potentially resulting in a baby being born with malnutrition. Objective: Nutritional status is a variable in this research. This study aims to determine the role of nutritional status in stunting prevention by examining the relationship between education, behavior, and knowledge of young women. Method: This study is an observational analytical research using a cross-sectional design. The sample was selected using simple random sampling from all unmarried female teenagers aged 12-24 years, totaling 45 participants. Data were collected using a questionnaire. Results: The results showed that most of the BMI of female adolescents was in the normal category. Statistical tests indicated a p-value of 0.004, revealing a significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good stunting prevention behaviors. A p-value of 0.652 indicated no significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good knowledge of stunting prevention. Additionally, a p-value of 0.015 showed a significant difference in the proportion of BMI between respondents with primary and secondary education. Conclusion: Habits acquired during adolescence can have a significant impact on behavior. Increasing the knowledge of female adolescents should be further enhanced through health approaches and education.
OPTIMALISASI KAMPUNG TANGGUH COVID-19 DI DESA KALIBUAYA, KEC. TELAGASARI, KAB. KARAWANG. Alia Rahayu, Maria; Marlina, Rina; Adityasning Arindawati, Weni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.3085-3088

Abstract

Sudah 2 tahun pandemi Covid-19 belum berakhir, berbagai kebijakan ditempuh oleh pemerintah Indonesia, namun belum mampu diatasi maksimal. Berbagai kebijakan diterapkan, berupa PSBB,  gerakan 3M, WFH, pembelajaran daring, dll. Tahun 2020 Pemda menetapkan pembentukan kampung Tangguh covid-19 di beberapa wilayah untuk dibentuknya team satgas covid-19 yang berfokus pada upaya penurunan covid-19. Namun kampung Tangguh covid dirasa belum sepenuhnya berjalan hingga perlu dilakukan optimalisasi. Optimalisasi Kampung Tangguh ini bertujuan mengingatkan dan memberikan semangat kepada Tim satgas Covid-19 serta masyarakat Desa Kalibuaya lebih peduli dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Hal tersebut akan mendorong masyarakat lebih taat dan patuh menjalankan prokes di lingkungan Desa. Dikondisi pandemi masyarakat wajib menjaga kesehatan dengan melaksanakan 5M. Metode pelaksanaan PKM pada tahap pertama observasi melalui wawancara mendalam kepada Sekretaris Desa Kalibuaya, tujuannya mengetahui dampak Covid-19 dan permasalahan di desa Kalibuaya. Diahap kedua melaksanakan proker yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran masayarakat terkait berita hoax tentang vaksin, peduli kasih dikala pandemic, senam sehat, serta beberapa edukasi seputar covid-19. Hasil dan pembahasan Keseluruhan kegiatan PKM ini dimuat di website desa Kalibuaya, agar seluruh masyarakat dapat mengakses kegiatan selama PKM berlangsung, sehingga program yang dibuat tersosialisasikan kepada masyarakat meski tidak sosialisasi secara langsung dalam bentuk penyuluhan. Info yang dapat diakses melalui website adalah video edukasi cara membuang masker yang benar, cara memberantas berita hoax seputar vaksin, pun tersedia video tutorial penggunaan aplikasi peduli lindungi. Selain itu, juga diharapkan mampu mengurangi penyebaran Covid-19 di kantor desa dengan adanya tempat pembuangan sampah baik di desa maupun didusun agar masker yang sudah digunakan tidak berserakan
OPTIMALISASI POTENSI REMAJA PUTRI MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Setiawati, Riska; Yanti, Irma; Apriningrum, Nelly; Sopiah, Oon; Wariyah, Uway; Marlina, Rina; Alia Rahayu, Maria; Hamdayani P, Irma; Nurlailasari, Ella; Suryani, Lilis; Fathia GR, Fyrensha; Arikah Abiyyah, Najwa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1285-1291

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di negara dengan penghasilan menengah ke bawah adalah stunting. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting pada balita pada tahun 2018 mencapai 30,8 persen, yang berarti satu dari tiga balita mengalami kondisi ini. Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara dan kelima di dunia dalam hal angka stunting pada anak. Masalah gizi yang dialami oleh remaja putri di Indonesia antara lain adalah status gizi pendek (stunting), anemia, dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pada dasarnya, masalah gizi di kalangan remaja muncul akibat perilaku gizi yang tidak tepat. Selain itu, masalah gizi ini juga berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan faktor risiko terjadinya stunting. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah pelayanan dan penyuluhan. Pelayanan berupa  pemeriksaan haemoglobin (Hb) dan pengukuran status gizi  sedangkan penyuluhan mengenai gerakan masyarakat sehat peduli stunting pada remaja putri. Berdasarkan hasil pemeriksaan Hb didapatkan remaja dengan kadar Hb normal 73% sedangkan remaja dengan anemia ringan sebesar 26%. Hasil identifikasi status gizi responden sebagian besar adalah kurus yaitu 39%, sedangkan kategori normal 36% dan gemuk 25%. Penyuluhan gerakan masyarakat sehat bagi remaja putri peduli stunting dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2024 yang dihadiri 45 remaja. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini diharapkan tenaga kesehatan (bidan) dapat menstimulasi remaja putri secara intensif untuk konsisten mengkonsumsi tablet Fe serta monitoring pemeriksaan Hb sebagai upaya pencegahan stunting serta gerakan masyarakat sehat pada remaja putri.