Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TEORI FUNGSIONALISTIK DOMINAN MENURUT EDWARD LEE THORNDIKE DAN BURRHUS FREDERICK SKINNER Fauzul Adzim; Ayang Aji Putra; Hunainah; Machdum Bachtiar
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.17457

Abstract

Teori fungsionalistik dalam psikologi pendidikan berfokus pada bagaimana perilaku individu dipengaruhi oleh lingkungan dan konsekuensi dari tindakan tersebut. Edward Lee Thorndike, melalui hukum efeknya, menekankan bahwa perilaku yang diikuti oleh hasil yang memuaskan cenderung diulang, sedangkan perilaku yang diikuti oleh hasil yang tidak menyenangkan cenderung dihindari. Pendekatannya ini menjadi landasan penting dalam pengembangan teori pembelajaran. Sementara itu, Burrhus Frederick Skinner lebih lanjut mengembangkan ide-ide Thorndike dengan memperkenalkan konsep penguatan dan punishing dalam teorinya tentang perilaku operan. Skinner berargumen bahwa perilaku dapat dimodifikasi melalui penguatan positif atau negatif, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik pendidikan dan pelatihan. Keduanya menyoroti pentingnya hubungan antara lingkungan dan perilaku, serta implikasi teori ini dalam konteks pendidikan modern. Pembahasan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi kedua tokoh dalam teori fungsionalistik, serta relevansinya dalam praktik pendidikan saat ini. Kata Kunci: Teori, Fungsionalistik, Edward Lee Thondike, Burrhus Frederick Skinner
PEMBUATAN KISI-KISI INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN Ayang Aji Putra; Fauzul Adzim; Fitri Hilmiyati
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.17465

Abstract

Kisi-kisi adalah format pemetaan soal yang menggambarkan distribusi item untuk berbagai topik atau pokok pembahasan berdasarkan jenjang kemampuan tertentu. Fungsi kisi-kisi adalah sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi perangkat tes. Wujudnya adalah sebuah tabel yang memuat tentang perperincian materi dan tingkah laku beserta imbangan/proporsi yang dikehendaki oleh penilai. Penulisan kisi-kisi soal adalah kerangka dasar yang dipergunakan untuk penyusunan soal dalam evaluasi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan kisi kisi soal ini, maka seorang guru dengan mudah dapat menyusun soal-soal evaluasi untuk peserta didiknya. Kisi-kisi soal inilah yang memberikan batasan guru dalam menyusun soal evaluasi. Selanjutnya adalah instumen yang merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, sikap, atau aspek lain dari hasil belajar para peserta didik, baik berupa tes, penugasan, quiz, atau alat lainnya. Sedangkan evaluasi pembelajaran adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi tentang kemampuan belajar peserta didik, untuk menilai sejauh mana program pembelajaran telah berjalan, dan juga sebagai alat untuk menentukan apakah pendidikan tujuan dan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan telah berlangsung sebagaimana adanya. Kata Kunci: Kisi-kisi, Instrumen, Evaluasi pembelajaran
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN ANAK YATIM RELEVANSINYA AL-QUR’AN SURAT AL-MA’UN Fauzul Adzim; Endad Musyaddad; Wasehudin; Rifyal Ahmad Lugowi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 01 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i01.241

Abstract

Penelitian ini membahas persepsi masyarakat tentang pendidikan anak yatim relevansinya dengan Surat Al-Ma'un. Anak yatim sering kali menghadapi tantangan signifikan dalam mendapatkan pendidikan yang layak, seperti keterbatasan ekonomi, kurangnya perhatian dari lingkungan, dan stigma sosial. Dalam kajian ini, ditekankan bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan anak yatim, mencerminkan tanggung jawab sosial umat untuk mendukung mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang pendidikan anak yatim bervariasi; sementara beberapa masyarakat menunjukkan kepedulian tinggi, masih ada yang menganggap bahwa pendidikan untuk anak yatim bukanlah tanggung jawab mereka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyediakan akses pendidikan yang baik dan dukungan moral kepada anak yatim, guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sesuai nilai-nilai dalam Surat Al-Ma'un. Dengan menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial, diharapkan anak yatim memperoleh peluang yang lebih baik untuk masa depan mereka.
Identifikasi kondisi kontur sungai melalui pengukuran tanah sebagai upaya penanggulangan banjir di Desa Carangrejo Nanda Kalfina; Tatak Puji Wijayanto; Asnun Parwanti; Abdul suef; Gannes Mulyadi Pratama; Fauzul Adzim; Alfian Naufal Dafa Santosa; Anjani Rahmawati; Viola Brilliandhita; Gilang Akhsyanit Taqwim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 4 No 2 (2025): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas-undar.v4i2.4203

Abstract

Desa Carangrejo di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, sering mengalami banjir akibat keterbatasan kapasitas saluran Afvour Watudakon dan tingginya debit Sungai Ngongseng saat musim hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi elevasi tanah serta merumuskan langkah teknis pengendalian banjir. Survei dilakukan sepanjang 1,8 km dengan metode pengukuran elevasi menggunakan theodolit digital, aplikasi pemetaan (Avenza, QField, QGIS), citra Google Maps, dan data DEMNAS. Hasil menunjukkan bahwa saluran Afvour Watudakon memiliki kedalaman lebih dangkal dibanding Sungai Ngongseng dengan selisih rata-rata 0,71 meter, sehingga lebih berpotensi meluap ke area persawahan. Berdasarkan analisis, dua strategi direkomendasikan, yaitu peninggian tanggul jalan setapak dengan kebutuhan tanah urug sekitar 2.860 m³ dan pengerukan saluran Afvour Watudakon sepanjang 690 meter dengan volume galian 1.469,7 m³. Tanah hasil pengerukan dapat digunakan kembali untuk penambahan tanggul. Strategi ini dinilai efisien dan realistis karena memanfaatkan sumber daya lokal untuk meminimalisir risiko banjir.