Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Peningkatan Produksi Rumput Laut Melalui Budidaya Metode Rakit Apung di Dusun Gerupuk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Faris, Muhammad; Hajar, St.; Alvia, Sakila; Iman, Atifatul; Cokrowati, Nunik; Musafir; Suhendri, Salwa; Agustina, Dwi; Soliyanti; Rafif, M. Roid Al; Izzati, Amaeliya; Sa’ban, M. Iman Nichfu; Suryanto, Agung; Zohri, M.; Suhdi, Suhdi; Ningsih, Shinta Wahyu; Irfani, Febriana; Oktaviani, Tannia Rosali; Suprayogi, Slamet; Hendriawan, Rizki; Hanan, Nasril
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.168

Abstract

Gerupuk merupakan daerah penghasil rumput laut di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Mayoritas masyarakat Gerupuk menekuni kegiatan budidaya rumput laut dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat. Budidaya rumput laut merupakan salah satu mata pencaharian penduduk Gerupuk. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui pendampingan budidaya rumput laut dengan metode rakit apung. Kegiatan dilakukan di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sasaran kegiatan ini adalah pembudidaya rumput laut di Gerupuk. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan yang memiliki beberapa tahapan yaitu: Persiapan Rakit Apung, Persiapan Tali Ris, Pengikatan Bibit, Pengangkutan Rakit Apung, Penanaman Bibit, Monitoring Rakit Apung, Pemanenan dan Pasca Panen. Hasil dari kegiatan ini adalah budidaya rumput laut dengan metode rakit apung dapat dilaksanakan oleh tim kegiatan bersama pembudidaya rumput laut dan mampu meningkatkan produksi rumput laut. Kesimpulan kegiatan ini adalah kondisi perairan Gerupuk mendukung untuk untuk dilakukannya budidaya rumput laut metode rakit apung dan dapat meningkatkan produksi rumput laut
Budidaya Rumput Laut Eucheuma spinosum Di Pantai Muluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah Cokrowati, Nunik; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Wahyuningsih, Endah; Nuryatin; Faris, Muhammad; Agustina, Dwi; Suhendri, Salwa; Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu; Pilo; M. Zohri; Irfani, Febriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8999

Abstract

Eucheuma spinosum is a seaweed included in the red algae (Rhodophyta). The content of compounds in seaweed as secondary metabolites functions as antioxidants, antivirals, antifungals and antimicrobials in brown, red and green seaweed. Eucheuma spinosum is one type of red seaweed that has the potential as an antimicrobial compound due to the presence of bioactive components consisting of saponins and flavonoids. The purpose of this activity is applying seaweed cultivation using bottom off method. The activity was carried out at Muluk Beach, Gerupuk, Sengkol Village, Pujut District, Central Lombok Regency. Activities were carried out for 30 days, from July 28, 2024 to August 26, 2024. The method of implementing the activity is a demonstration plot of Eucheuma spinosum cultivation. Therefore, this activity was carried out to increase the production of Eucheuma spinosum seaweed in Gerupuk. The results of this activity are Eucheuma spinosum cultivation used bottom off method.
Study of Water Quality Suitability in Sub-Watersheds for Tilapia, Gurame, and Catfish Farming in Lingsar Subdistrict, West Lombok Regency Dermawan, Awan; Setyono, Bagus Dwi Hari; Scabra, Andre Rahmat; Marzuki , Muhammad; Fitria, Syawalina; Suhendri, Salwa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12981

Abstract

This study evaluates the suitability of water quality in the Lingsar Sub-watershed, West Lombok, for the cultivation of tilapia (Oreochromis niloticus), gourami (Osphronemus gouramy), and catfish (Clarias gariepinus). Field measurements were conducted during June–July 2024 across several sampling points. Key water quality parameters were assessed and compared with established aquaculture standards and the physiological requirements of each species. The findings indicate that the general water quality conditions, including temperature, pH, dissolved oxygen, and levels of nitrogen compounds, support the growth of all three species. The sub-watershed is highly suitable for more tolerant species such as catfish and tilapia, while gourami cultivation is also feasible with more intensive management. It is concluded that the Lingsar Sub-watershed holds considerable potential for development as an integrated aquaculture zone. Sustainable development through regular water quality monitoring and the adoption of eco-friendly technologies is recommended.
DEMPLOT INTEGRASI BUDIDAYA IKAN NILA, KOMBINASI PAKAN PABRIKAN DAN PAKAN ALTERNATIF LOKAL LEMNA MINOR DALAM MENCAPAI EFISIENSI PRODUKSI DI INDUSTRI RUMAH TANGGA "USAHA NILA BENAR", KECAMATAN LABUAPI, KABUPATEN LOMBOK BARAT Awan Dermawan; Dermawan, Awan; Lestari, Dewi Putri; Mujib, Abd Saddam; Suhendri, Salwa; Adinda Titania Ratna
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8281

Abstract

Nile tilapia farming at the household industry "Usaha Nila Benar", Labuapi, West Lombok, faces high production costs due to dependence on expensive commercial feed. This article discusses a community service activity aimed at improving production efficiency by integrating commercial feed with a local alternative feed from Lemna minor (duckweed). The implementation method used a participatory demonstration plot (demplot) approach. The activities included socialization, training on Lemna minor cultivation and business management, application of combined feed technology (70-80% pellets, 20-30% Lemna minor), ongoing mentoring, and evaluation. The application of feed combination successfully reduced production costs by up to 30% without sacrificing the quality and quantity of the harvest. Partners became more independent in managing their farming business by utilizing sustainable and environmentally friendly local resources. The integration of Lemna minor as an alternative feed proved effective in achieving the activity's goals: increasing production efficiency, reducing dependence on commercial feed, empowering partners, and supporting sustainable food security
EFEKTIVITAS BERBAGAI METODE EKSTRAKSI DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) UNTUK MENCEGAH INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rachmat Scabra, Andre; Darmawan, Awan; Suhendri, Salwa
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.9231

Abstract

Penyakit bakterial yang disebabkan oleh (Aeromonas hydrophila) merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), terutama pada sistem budidaya intensif, masalah tersebut dapat diatasi dengan imunostimulan alami dari daun ketapang (Terminalia catappa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode ekstraksi daun ketapang dalam pakan terhadap respons imun, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan nila yang diuji tantang dengan A. hydrophila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol positif (pakan tanpa ekstrak, P1) , kontrol negatif (pakan tanpa ekstrak, P2), Pakan dengan ekstrak bentuk tepung (P3), pakan dengan ekstrak bentuk rebusan (P4), Pakan dengan ekstrak bentuk bubur (P5). Jumlah ekstrak yang ditambahkan adalah 5%. Pada hari ke 46 dilakukan infeksi A. hydorphila [ND1] pada semua perlakuan kecuali pada perlakuan P2. Parameter yang diamati meliputi Survival rate  (SR), feed conversion ratio[ND2] [ND3]  (FCR), laju pertumbuhan spesifik. Kualitas air yang diukur 10 hari sekali dari hari ke 1 sampai ke 45 sedangkan total bakteri media, parameter hematologi, aktivitas fagositosis diamati pada hari ke 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bubur daun ketapang (P5) berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai SR 91,11%, FCR 1,06, dan laju pertumbuhan berat spesifik 3,71%/hari. Total bakteri media adalah 30,5×10³ CFU/mL, serta peningkatan respons imun yang ditunjukkan oleh nilai eritrosit sebesar 2,10×10⁶ sel/mL, nilai leukosit sebesar 28,1× 104 sel/ml, nilai niferensial leukosit (sel neutrofil 25 %, monosit 7,33 %, dan limfosit 67,67 %), hemoglobin sebesar 6,8 g/dl, hematokrit 30,48 % dan aktivitas fagositosis sebesar 67,6%, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter laju pertumbuhan panjang spesifik. Dengan demikian, metode pembuburan daun ketapang efektif digunakan sebagai imunostimulan alami dalam pakan ikan nila untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi A. hydrophila