Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Eksperimental Dampak Pemasangan Bracing Pada Struktur SDOF Dan MDOF Terhadap Beban Getar Horizontal Tauladan, Muhammad Wafiq; Monica MG, Intan; Suryanita, Reni
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 3 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.3.3.135-147.2025

Abstract

Buildings subjected to horizontal vibration loading can cause displacement deformation and even collapse. Laboratory-scale testing to simulate vibrations due to horizontal loading can be done using structural modeling using a shaking table as the vibration source medium. This can be done because large-scale testing is very difficult to do due to cost and time constraints. This study aims to analyze the impact of bracing use on the response of Single Degree of Freedom (SDOF) and Multi Degree of Freedom (MDOF) structures due to horizontal vibration loads. The building models tested were one to three-story models with and without bracing. Testing was carried out using a one-way horizontal shaking table with varying frequencies of 15 Hz, 20 Hz, and 25 Hz to see the differences in each structural response. The parameters observed in this study were model displacement and acceleration. The study results show that the model without bracing experiences a maximum acceleration at each vibration table frequency of 490 cm/s2 with a vibration table frequency of 15 Hz, 649 cm/s2 with a vibration table frequency of 20 Hz, and 774 cm/s2 with a vibration table frequency of 25 Hz. Meanwhile, the model using bracing experiences the largest acceleration reduction of up to 35% for a vibration table frequency of 25 Hz. Bracing increases the lateral stiffness of the structure thereby reducing deformation to be smaller than the structure without bracing. The maximum displacement value of the model without bracing at each frequency is 1.08 cm at a vibration table frequency of 15 Hz, 1.54 cm at a vibration table frequency of 20 Hz, and 2.84 cm at a vibration table frequency of 25 Hz. From the study conducted, it can be concluded that the use of bracing in SDOF and MDOF structures has a reduction in structural response of up to 35%.
Pendampingan Teknis dan Manajerial Rehabilitasi Bangunan Sekolah di SMA Negeri 1 Reteh Provinsi Riau Lyona, Vinka; Monica.MG, Intan; Saily, Randhi; Prakarsa, Rizqy Ridho; Darfia, Novreta Ersyi; Astuti, Santi Widi
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: BATOBO: Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.3.2.23-30

Abstract

Kualitas infrastruktur sekolah mempengaruhi langsung mutu pembelajaran dan motivasi siswa. Rehabilitasi bangunan sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada peningkatan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengawasan teknis rehabilitasi bangunan di SMA Negeri 1 Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, melalui pendampingan teknis dan manajerial berbasis evaluasi sebelum dan sesudah pendampingan. Pendampingan dilakukan melalui dua kali visitasi lapangan dan monitoring daring berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan mandiri mitra. Instrumen kunjungan fasilitator digunakan untuk menilai kondisi sebelum dan sesudah pendampingan, dengan perbandingan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mitra terhadap aspek teknis, administrasi proyek, manajemen material, dan penerapan K3. Peningkatan terbesar terjadi pada administrasi proyek dan pemahaman gambar kerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas pengawasan teknis dan akuntabilitas pelaksanaan rehabilitasi, serta memperkuat peran sekolah dalam pengawasan mandiri. Pendekatan yang menggabungkan visitasi lapangan dan monitoring daring ini membuktikan bahwa pengawasan rehabilitasi dapat dilakukan secara efektif tanpa ketergantungan tinggi pada kunjungan lapangan intensif, selama didukung oleh instrumen yang tepat dan pendampingan berkelanjutan. Model pendampingan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi implementasi rehabilitasi sekolah di wilayah lain.
Evaluasi Kesesuaian Izin Pemakaian Air Sebagai Materi Berdasarkan Analisis Debit Andalan Menggunakan Model NRECA pada Sungai Rokan Lyona, Vinka; Sidabutar, Rolan; Saily, Randhi; MG, Intan Monica; Prakasa, Rizqy Ridho
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.166

Abstract

Sungai Rokan merupakan salah satu wilayah sungai strategis di Provinsi Riau yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air domestik, pertanian, dan industri. Peningkatan pemanfaatan air sebagai materi menuntut sistem perizinan yang berbasis pada ketersediaan sumber daya air guna menjamin keberlanjutan hidrologis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pemberian izin pemakaian air sebagai materi terhadap neraca ketersediaan air Sungai Rokan periode 2012–2021. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan neraca air dengan metode NRECA untuk estimasi debit andalan (Q80, Q90, dan Q95), serta perbandingan terhadap total kebutuhan air dari sepuluh perusahaan pemegang izin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit ketersediaan Sungai Rokan pada musim kering mencapai ±74,665 m³/det, musim normal ±355 m³/det, dan musim basah ±978,008 m³/det. Total kebutuhan air industri sebesar ±1,7 m³/det masih berada jauh di bawah debit andalan musim kering. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara kuantitatif pemberian izin masih berada dalam kondisi surplus neraca air. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi evaluasi perizinan berbasis regulasi nasional dengan pendekatan kuantitatif neraca air jangka 10 tahun sebagai dasar objektif pengambilan keputusan izin pemanfaatan air sungai kewenangan pusat.