Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pusat Kesejahteraan Sosial Desa Luwung Khaerudin, I Robia; Sriwulandari, Uwis; Widiasari, Putri Ayu; Prasetya, Rafli Wahyu; Anas, Muhamad; Septiani, Dani; Izzatulmaula, Laela; Ditio, Dimas; Nurhaliza, Hanna; Amelia, Ela; Syah, Ryan; Nurfadhillah, Amiroh; Pratama, Febry Ilham; Aisyah, Maya Nur; Jaelani, Hilmi; Sabrina, Nina Novi; Sabrina, Farah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1397

Abstract

Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di berbagai daerah, termasuk di desa-desa. Di Desa Luwung, program pengabdian ini difokuskan pada pendampingan pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mempelajari latar belakang, kondisi, dan interaksi lingkungan unit sosial, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Populasi penelitian meliputi seluruh pelaku usaha UMKM di Desa Luwung, dengan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling untuk mengurangi kesalahan. Metode ini diterapkan karena UMKM memiliki jenis usaha dan lokasi geografis yang beragam. Penelitian tidak terfokus pada satu UMKM tertentu, dan jumlah sampel yang digunakan adalah 10 UMKM di Desa Luwung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam berwirausaha, yang memungkinkan mereka bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan ini, pelaku usaha di Desa Luwung dapat meningkatkan daya tarik produk dan menjalankan bisnis secara sah, sehingga menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang diharapkan dapat berlanjut dan memberi dampak positif jangka panjang.
The Analysis of Shallot Farming Income in Pabedilan District, Cirebon Regency Ricardo, Yogi; Francisca, Camelya; Amelia, Ela; Dwirayani, Dina
Jurnal Agrosci Vol 2 No 6 (2025): Vol 2 No 6 July 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i6.816

Abstract

Background. One of the leading commodities in Cirebon Regency is shallots. Differences in planting seasons can affect farmers' incomes. Aims. The purpose of this study is to analyze the income and feasibility of shallot farming in the dry season and rainy season. Methods. This research was conducted in Pabedilan District, one of the largest shallot production centers in Cirebon Regency. Data collection in this study was conducted through surveys and interviews using structured questionnaires with 30 respondents, comprising the same group of shallot farmers in both the dry and rainy seasons. The analysis methods used in this study include calculating income, revenue, r/c ratio, b/c ratio, and performing a t-test to compare income between the rainy season and the dry season. Result. The results of this study show that the average total cost of the dry season is Rp. 138,829,827.74, the rainy season is Rp. 152,388,777.74, and the income of farming in the dry season is Rp. 74,408,560.75, and the rainy season amounted to Rp. 250,425,154.12, the dry season revenue was 213,238,388.49 and the rainy season was 402,813,931.86, the dry season r/c ratio was 1.53, the rainy season was 2.64, the dry season b/c ratio was 0.53, the rainy season was 1.64, the statistical test showed a significant difference between the income of the two seasons with a significance value of 0.027. Conclusion. This finding indicates that shallot farming in Pabedilan District is feasible in both seasons; however, it is more profitable when carried out during the rainy season.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Amelia, Ela; Lasmini, Dewi Aprian
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue,jumlah penderita DBD di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2020 , terhitung sepanjang Januari sampai Oktober 2020, telah ditemukan lebih dari 1000 kasus DBD. Dari hasil pengamatan larva atau jentik di Desa Warnasari Wilayah kerja Puskesmas Karawang dengan menggunakan visual larvae methodeditemukan House Index jumlah rumah (+) larva ada 12 buah dari 25 rumah yang diperiksa. Sedangkan pada Container Index jumlah kontainer (+) larva ada 11 buah dari 19 kontainer yang diperiksa. Sehingga Density Figure 7,5 (Daerah merah,derajad penularan penyakit oleh larva tinggi, perlu pengendalian segera). Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun tomat(Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti.Rancangan penelitian yang digunakan penelitian ini adalah true experimental design dan merupakan penelitian verifikatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini 110 ekor larva.Dengan melakukan 3 perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Dan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan spss.Berdasarkan hasil analisa univariat uji efektivitas ekstrak daun tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti dengan konsentrasi 10% dengan jumlah rata-rata kematian larva 1 ekor dari 10 ekor larva perkontainer, konsentrasi 20% dengan jumlah rata-rata kematian larva 2 ekor dari 10 ekor larva perkontainer dan konsentrasi 30% dengan jumlah rata-rata kematian larva 4 ekor dari 10 ekor larva perkontainer setelah kontak selama 1 jam.Berdasarkan hasil analisa bivariat one way anova diperoleh Sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak berarti menunjukkan ada efektivitas ekstrak daun tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti.Diharapkan setelah penelitian ini desa warnasari atau warga kabupaten Sukabumi pada umumnya dapat menggunakan ekstrak daun tomat untuk mengendalikan kepadatan larva
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Milleer)  TERHADAP KEMATIAN LALAT RUMAH (Musca domestica)DI RUMAH MAKAN PADANG MAK UTIAH KOTA SUKABUMI Amelia, Ela; Mariyani, Yani
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 2 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat merupakan vektor foodborne diseases salah satu diantaranya adalah diare, jumlah penderita diare dikota Sukabumi pada tahun 2016 sebesar 148,21% kasus dan merupakan kasus kedua terbesar berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Setelah dilakukan survei kepadatan lalat di rumah makan Padang Mak Utiah Kota Sukabumi didapatkan hasil sebesar 2,8 ekor lalat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer) terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica) di rumah makan Padang Mak Utiah Kota Sukabumi. Rancangan penelitian yang digunakan penelitian ini adalah true experimental design dan merupakan penelitian verifikatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini ± 100 – 200 ekor lalat. Dengan melakukan 3 perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Dan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan spss. Berdasarkan hasil analisa univariat uji efektivitas ekstrak lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer) terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica) dengan konsentrasi 40% dengan jumlah rata-rata kematian lalat 2 ekor dari 7 ekor lalat perkontainer, konsentrasi 50% dengan jumlah rata-rata kematian lalat 3 ekor dari 7 ekor lalat perkontainer dan konsentrasi 60% dengan jumlah rata-rata kematian lalat 4 ekor dari 7 ekor lalat perkontainer setelah kontak selama 1 jam. Berdasarkan hasil analisa bivariat one way anova diperoleh Sig 0,001 < 0,05, maka H0 ditolak berarti menunjukkan ada efektivitas ekstrak lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer) terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica). Diharapkan setelah penelitian ini pemilik rumah makan padang atau rumah makan pada umumnya di kota sukabumi dapat menggunakan ekstrak lidah buaya untuk mengendalikan kepadatan lalat.