Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KINERJA PETUGAS PAJAK (ACCOUNT REPRESENTATIVE) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI WILAYAH KECAMATAN MUNTILAN Wijanarko, Bondan Aditya; Mahsun, Mohamad; Sulastiningsih, Sulastiningsih
Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Account Representative, upaya meningkatkan Kinerja Account Representative di Wilayah Kecamatan Muntilan pada KPP Pratama Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer diambil secara langsung dari lokasi penelitian melalui wawancara (In-deepth Interview) kepada informan, data sekunder berupa dokumen-dokumen tertulis dari Pemerintah, seperti data sekunder tentang struktur organisasi KPP Pratama Magelang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif (Interactive Model of Analysis), terdiri dari reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya kinerja Account Representative di wilayah Kecamatan Muntilan pada KPP Pratama Magelang dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak disebabkan karena mempunyai karakteristik wilayah geografis yang luas, database yang belum akurat, kurangnya kesadaran dan pengetahuan Wajib Pajak, dan formulir SPT Tahunan yang tidak user friendly. Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak di antaranya dengan berkoordinasi dengan kelurahan/desa, menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan pihak ketiga, memberikan sosialisasi atau edukasi dan melakukan pendampingan kepada Wajib Pajak dengan membuat Tim Satgas SPT Tahunan. This study aims to analyze Account Representative Performance, an effort to improve Account Representative Performance in the Muntilan District Region at KPP Pratama Magelang. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. Primary data is taken directly from the research location through interviews (In-deepth Interview) to informants, secondary (In-depth interview) with informants, and secondary data is in the form of written documents from the Government, such as secondary data about the organizational structure of KPP Pratama Magelang. The data analysis technique used in this study is an interactive model of analysis, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the performance of Account Representatives in the Muntilan District area at KPP Pratama Magelang in improving taxpayer compliance was not due to the characteristics of a large geographical area, an inaccurate database, lack of awareness and knowledge of taxpayers, and ot the form of the Annual SPT, which was not user-friendly. Efforts have been made to improve taxpayer compliance, including coordinating with sub-districts/villages, cooperating with various agencies and third parties, providing socialization or education, and providing assistance to taxpayers by establishing an Annual SPT Task Force Team.
Risk Mitigation in Village Financial and Asset Management: Evidence from Boyolali Regency Purnama, Yunus Indra; Junaidi; Mahsun, Mohamad
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.4029

Abstract

The increasing allocation of village funds in Indonesia has raised concerns about the integrity and accountability of financial reporting at the village level. This study analyzed potential fraud risks in village financial reporting in Boyolali Regency using the fraud diamond framework, which includes pressure, opportunity, rationalization, and capability. A descriptive qualitative method was employed through content analysis of 115 villages in 10 districts based on document reviews, structured interviews, and expert evaluations. The study develops a semi-quantitative risk matrix to classify and map risks according to the frequency and impact of internal control weaknesses. The findings reveal systemic vulnerabilities throughout all stages of village financial management, from planning and implementation to reporting and asset accountability. Opportunity-related factors, such as lack of document verification, low transparency, and weak internal controls, are the main drivers of fraud risk. The dominance of village heads in decision-making and the limited technical capacity of village officials further increase fraud potential. This study proposes a comprehensive risk mapping model and practical recommendations, including strengthened verification mechanisms, enhanced human resource capacity, risk-based internal controls, digitalized reporting systems, and community oversight to promote preventive and accountable public financial governance at the village level.
MEMBANGUN ENTREPRENEUR MINDSET KELOMPOK KATAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DESA GIRITIRTO KEBUMEN Sutrischastini, Ary; Mahsun, Mohamad; Mudasetia, Mudasetia; Widayanti, Riska Ayu; Susilowati, Reny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jpm.v4i1.1361

Abstract

Entrepreneur mindset merupakan suatu pola berpikir yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur sejak awal hingga membuatnya sukses. Memiliki komitmen yang kuat, fokus pada tujuan, siap dan berani untuk gagal, dan kreatif mencari peluang merupakan sikap dari seorang entrepreneur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Giritirto Kabupaten Kebumen yang tergabung dalam program KATAM. Tujuan pengabdian adalah membangun entrepreneur mindset peserta agar menjadi wirausahawan yang tangguh mandiri, sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Giritirto Kebumen. Permasalahan yang dihadapi peserta program KATAM adalah masih rendahnya pemahaman peserta terhadap pentingnya entrepreneur mindset sebagai kunci menjadi seorang entrepreneur dan belum optimalnya dalam memanfaatkan potensi lokal yang tersedia karena keterbatasan motivasi, pengetahuan dan inovasi usaha. Pengabdian dilakukan dengan memberi pelatihan, dengan metode ceramah yang bersifat interaktif, diskusi dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman, motivasi dan kepercayaan diri peserta dalam memulai dan mengembangkan usaha. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Giritirto.
STRATEGIS PENINGKATAN KEPATUHAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) PADA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI INDONESIA: ANALISIS SWOT Mahsun, Mohamad; Agustin, Rizka Fauziah
Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/yawkwt34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kepatuhan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di Kabupaten Pacitan, di mana ditemukan bahwa 53,4% peserta berstatus tidak aktif akibat tunggakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan ketidakpatuhan serta merumuskan strategi peningkatan kolektibilitas iuran melalui pendekatan manajemen strategis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 50 informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Analysis Strategy (IFAS) serta External Factor Analysis Strategy (EFAS). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketidakpastian pendapatan, rendahnya literasi mengenai sistem asuransi sosial, serta hambatan geografis dan keterbatasan teknologi merupakan penyebab utama ketidakpatuhan. Berdasarkan analisis SWOT, posisi organisasi berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan skor IFAS sebesar 2,50 dan skor EFAS sebesar 2,42. Strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi Strengths-Opportunities (SO), yang menitikberatkan pada pemanfaatan kekuatan regulasi dan infrastruktur untuk menangkap peluang digitalisasi pembayaran melalui kolaborasi erat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi antara inovasi teknologi dan pendekatan kearifan lokal berbasis komunitas merupakan kunci utama dalam menjamin keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi pekerja sektor informal di wilayah perdesaan.