Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TINDAK PIDANA EKONOMI DALAM KONTEKS JUDI ONLINE: ANALISIS HUKUM DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS EKONOMI MASYARAKAT Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi. Salah satu fenomena yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi adalah judi online. Judi online, yang sebelumnya dianggap sebagai aktivitas ilegal, kini semakin marak dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai platform digital. Dengan hanya menggunakan perangkat seluler atau komputer, individu dapat dengan mudah terlibat dalam aktivitas perjudian tanpa harus pergi ke lokasi fisik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana hukum mengatur dan menangani tindak pidana ekonomi yang berkaitan dengan judi online, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Judi online sering kali dikaitkan dengan berbagai tindak pidana ekonomi, seperti penipuan, pencucian uang, dan penggelapan. Aktivitas ini tidak hanya merugikan individu yang terlibat, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana hukum dapat beradaptasi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dari dampak negatif judi online.
KONTROVERSI ETIKA DAN HUKUM DALAM PENERAPAN KEDOKTERAN FORENSIK TERHADAP JENAZAH TANPA IDENTITAS Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kedokteran forensik terhadap jenazah tanpa identitas menjadi isu yang kompleks karena menyangkut berbagai aspek etika dan hukum. Proses identifikasi yang melibatkan prosedur medis seperti otopsi dan pemeriksaan forensik sering kali berhadapan dengan tantangan terkait dengan penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia jenazah yang tidak diketahui identitasnya. Dalam hal ini, terdapat dilema etika yang besar mengenai penggunaan tubuh manusia untuk tujuan penyelidikan tanpa izin keluarga atau pihak yang berwenang. Di sisi lain, prosedur forensik ini juga sangat penting untuk mengungkap penyebab kematian dan membantu proses peradilan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali tantangan yang dihadapi dalam penerapan kedokteran forensik terhadap jenazah tanpa identitas, baik dari sudut pandang etika maupun hukum, serta untuk memberikan rekomendasi terkait regulasi yang lebih jelas dan komprehensif mengenai hal ini.  
STRATEGI PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERPAJAKAN DI INDONESIA: STUDI TENTANG PENGHINDARAN DAN PENGGELAPAN PAJAK Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghindaran dan penggelapan pajak di Indonesia menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan perekonomian dan stabilitas fiskal negara. Penghindaran pajak adalah upaya manipulatif namun sah secara hukum untuk mengurangi kewajiban pajak, sementara penggelapan pajak melibatkan tindakan ilegal yang secara langsung merugikan negara. Akibat dari kedua praktik ini adalah berkurangnya penerimaan negara yang berujung pada terhambatnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan penanggulangan melalui penguatan regulasi dan penggunaan teknologi, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat sangat penting dalam menekan angka pelanggaran perpajakan agar tercapai keseimbangan ekonomi yang adil dan kepatuhan hukum yang kuat.
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENGUASAAN DANA TRANSFER YANG TIDAK SAH: STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 476/Pid.Sus/2023/PN.Jkt.Pst Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital yang semakin kompleks, penguasaan dana transfer yang tidak sah menjadi isu hukum yang signifikan, terutama dalam konteks kesalahan sistem perbankan. Penelitian ini menganalisis penerapan hukum terhadap tindak pidana penguasaan dana transfer yang tidak sah, dengan fokus pada Putusan Nomor 476/Pid.Sus/2023/PN.Jkt.Pst. Dalam kasus ini, terdakwa diduga menguasai dana yang seharusnya tidak menjadi haknya akibat kesalahan sistem di Bank BRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur hukum yang diperlukan untuk membuktikan tindak pidana tersebut, serta implikasi hukum bagi bank dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang niat dan kesadaran pelaku sangat penting dalam menentukan status hukum, serta perlunya regulasi yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan hukum yang lebih efektif dalam menangani kasus-kasus serupa.
ANALISIS KASUS MARIO VS DAVID OZORA KAJIAN KERANGKA HUKUM DAN IMPLIKASI PUTUSAN 297/PID.B/2023/PN.JKR.SEL TERHADAP ISU PELECEHAN Noval Sulaiman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan yang dipakai saat ini jika terjadi kekerasan seksual terjadi terhadap perempuan, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kejahatan terhadap Tindak Pidana Kesusilaan (Pasal 281 sampai dengan Pasal 299). Salah satunya yaitu Pasal 289 KUHP yang mengatur bahwa “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan pada dirinya perbuatan cabul, dihukum karena merusakkan kesopanan dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun”. Mario Dandy dinyatakan bersalah karena sengaja dan berencana ikut serta dalam tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1), sehingga ia dijatuhi hukuman penjara selama dua belas tahun. Bukan hanya perkara penganiayaan berat terhadap David Ozora , Mario Dandy juga terjerat kasus pencabulan/Pelecehan terhadap mantan kekasihnya, Agnes. Untuk menangani dugaan pencabulan ini Mario Dandi dikenakan Pasal yakni, Pasal 76E juncto Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.