Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Umur, Jenis Kelamin dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Dokter, Bidan dan Perawat di RSUD Provinsi NTB Candra Dewi, Kadek; Pebruanto, Henry; Pratiwi, Made Rika Anastasia; Suanjaya, Made Agus
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14574779

Abstract

Background:Musculoskeletal Disorders (MSDs) is an accumulation of various types of pain in nerves, tendons and muscles that are used uncontrollably, work is done repeatedly and static work positions for long periods of time. MSDs are disorders that are rarely life-threatening, but MSDs can reduce quality of life and work productivity. This study aims to determine the relationship between age, sex and work period with complaints of MSDs among doctors, midwives and nurses at the NTB Provincial Regional Hospital. Method:This research is an analytical observational study using a research design cross sectional. The sampling technique is proportionate stratified random sampling. The research sample was 86 samples according to the inclusion and exclusion criterias. The data obtained were analyzed using a correlation test chi-square. Results:The results of this study showed that 49 people aged >30 years complained of MSDs and 17 people aged ≤30 years complained of MSDs (19.8%). There were 42 female respondents with MSDs complaints (48.8%) and 24 male respondents with MSDs complaints (27.9%). Respondents with work experience >5 years with MSDs were 37 people (30.7%) and respondents with work experience ≤ 5 years with MSDs complaints were 29 people (35.3%). There is a significant relationship between age and complaints of MSDs (p-value of 0.000;p-value < 0.05). There is no significant relationship between gender and complaints of MSDs (p-value of 0.137;p-value > 0.05). There is a significant relationship between working hours and complaints of MSDs (p-value of 0.001;p-value > 0,05). Conclusion:There is a significant relationship between age and length of service with MSDs complaints and there is no significant relationship between gender and MSDs complaints among doctors, midwives and nurses at the NTB Provincial Regional Hospital.
Hubungan Dukungan Suami, Status Gravida, dan Kepatuhan Ibu Melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Wicaksana, I Putu Arya; Shammakh, Adib Ahmad; Pratiwi, Made Rika Anastasia; Maswan, Moch; Azhar, Mutiara Budi
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i6.62

Abstract

Terjadinya kematian ibu dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Psikologis ibu menjadi satu dari beberapa faktor yang berkontribusi dalam terjadinya komplikasi pada kehamilan yang merupakan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu perubahan psikologi yang sering terjadi pada ibu hamil yaitu timbulnya dan meningkatnya kecemasan. Beberapa faktor risiko penyebab kecemasan yaitu umur, status gravida, tingkat pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, akses fasilitas kesehatan, media informasi, kunjungan Antenatal Care (ANC), dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan sosial lingkungan dan lain-lain. Mengetahui hubungan dukungan suami, status gravida, dan kepatuhan ibu melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 102 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden ada dukungan suami (72,5%), primigravida (59,8%), patuh melakukan ANC (60,8%), dan tingkat kecemasan sedang (47,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan dukungan suami terhadap tingkat kecemasan (p=0,000), status gravida terhadap tingkat kecemasan (p=0,001), dan kepatuhan ANC terhadap tingkat kecemasan (p=0,000) pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami, status gravida, dan kepatuhan ibu melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram.