Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan Kejadian Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar Luh Yosi Andarini, Ni; Shammakh, Adib Ahmad; Yumna, Nadira Ahmad; Mahayani, Ida Ayu Made
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 19 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14434279

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Hyperandrogenic Anovulation (HA) atau yang dikenal juga dengan istilah Stein Leventhal Syndrome yang menjadi salah satu kelainan organ reproduksi seringkali dialami golongan wanita usia reproduktif. PCOS merupakan kumpulan gejala dari pengaruh IMT, terganggunya siklus menstruasi dan infertilitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan kejadian PCOS di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling dengan rekam medis. Total sampel dalam penelitian ini adalah 60 sampel, dimana untuk case dan control masing- masingnya 30 dengan penyesuaian inklusi dan eksklusi. Perolehan data analisis dengan uji korelasi chi-square. Hasil: Hasil didapatkan responden dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berisiko sebesar 33 responden (55%), responden dengan Siklus Menstruasi Tidak Normal adalah sebesar 38 responden (63,3%), dan responden dengan Infertilitas adalah sebesar 34 responden (56,7%). Responden Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,001. Siklus menstruasi dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,000. Infertilitas dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,000. Adanya korelasi yang berpengaruh antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan kejadian PCOS di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar.
Hubungan Dukungan Suami, Status Gravida, dan Kepatuhan Ibu Melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Wicaksana, I Putu Arya; Shammakh, Adib Ahmad; Pratiwi, Made Rika Anastasia; Maswan, Moch; Azhar, Mutiara Budi
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i6.62

Abstract

Terjadinya kematian ibu dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Psikologis ibu menjadi satu dari beberapa faktor yang berkontribusi dalam terjadinya komplikasi pada kehamilan yang merupakan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu perubahan psikologi yang sering terjadi pada ibu hamil yaitu timbulnya dan meningkatnya kecemasan. Beberapa faktor risiko penyebab kecemasan yaitu umur, status gravida, tingkat pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, akses fasilitas kesehatan, media informasi, kunjungan Antenatal Care (ANC), dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan sosial lingkungan dan lain-lain. Mengetahui hubungan dukungan suami, status gravida, dan kepatuhan ibu melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 102 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden ada dukungan suami (72,5%), primigravida (59,8%), patuh melakukan ANC (60,8%), dan tingkat kecemasan sedang (47,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan dukungan suami terhadap tingkat kecemasan (p=0,000), status gravida terhadap tingkat kecemasan (p=0,001), dan kepatuhan ANC terhadap tingkat kecemasan (p=0,000) pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami, status gravida, dan kepatuhan ibu melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram.
The Relationship of Mother's Age, Parity, and Abnormalities in Fetal Location with The Incidence of Premature Ruptur of Membranes in The Regional Public Hospital of North Lombok Safa, D. Jilan Haura; Shammakh, Adib Ahmad; Karmila, Dany; Setyobudi, Irwan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.8252

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is one of the main causes of the high newborn mortality rates and maternal mortality rate (MMR), which continue to be significant global health challenges. The purpose of this study is to examine the association between the occurrence of PROM at the North Lombok Regional Public Hospital and maternal age, parity, and fetal anomalies. This research uses a case-control study design and is an analytical observational study. Purposive sampling was utilized to choose the research sample, which included 186 people in total. The chi-square test was used to analyze the data and determine how the variables related to one another. According to the study's findings, 120 (64.5%) respondents were not at risk, while 66 (35.5%) were. Of the respondents, 131 (70.4%) had parity without risk, while 55 (29.5%) had parity at risk. Respondents with fetal abnormalities were 28 (15.1%) and 158 (84.9%) had normal fetuses. Age and the frequency of premature membrane rupture are related; the p-value is 0.022 and the OR is 2.145. With a p-value of 0.024 and an OR of 2,203, there is a correlation between parity and the frequency of premature membrane rupture. Premature rupture of the membranes and fetal abnormalities do not correlate, as indicated by the p-value of 0.538. The incidence of PROM is correlated with maternal age and parity, although there is no significant link between PROM and fetal abnormalities.
Hubungan Usia, Paritas, Kurang Energi Kronik dan Anemia Pada Kehamilan dengan Kejadian Abortus di RSUD Patut Patuh Patju Putri Aldenia, Kharisma; Mahayani, Ida Ayu Made; S, Aulia Mahdaniyati; Shammakh, Adib Ahmad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 15 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13771293

Abstract

Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Kematian pada ibu hamil di Indonesia salah satunya penyebabnya adalah perdarahan terutama yang diakibatkan oleh abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, kurang energi kronik dan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Patut Patuh Patju. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain case-control. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 260 sampel dengan masing-masing sampel kasus dan kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian ini didaptkan didapatkan responden usia risiko tinggi sebanyak 77 (29,6%) dan usia risiko rendah sebanyak 183 (70,4%). Responden paritas risiko tinggi sebanyak 166 (44,6%) dan paritas risiko rendah sebanyak 144 (55,4%). Responden KEK sebanyak 109 (41,9%) dan tidak KEK sebanyak 151 (58,1%). Responden anemia sebanyak 79 (30,4%) dan tidak anemia sebanyak 181 (69,6%). Terdapat hubungan usia dengan kejadian abortus pada ibu hamil dengan p-value 0,000 dan OR 3,928. Terdapat hubungan paritas dengan kejadian abortus dengan p-value 0,003 dan OR 2,130. Terdapat hubungan KEK dengan kejadian abortus dengan p-value 0,000 dan OR 17,909. Terdapat hubungan anemia dengan kejadian abortus dengan p-value 0,010 dan OR 2,016. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, kurang energi kronik dan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Patut Patuh Patju.
Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, dan Tingkat Stres, dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 1 Praya Ananta, Made Bagus Arya Surya; Iing, Iing; Hidayati, Diani Sri; Shammakh, Adib Ahmad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18924

Abstract

ABSTRACT Menstruation is a periodic process of blood discharge from the vagina originating from the uterine lining. Issues related to the menstrual cycle are often overlooked but remain a serious concern, especially among women of reproductive age, including adolescents. The purpose of this study is to highlight the importance of maintaining reproductive health among adolescent girls by focusing on physical activity, body mass index (BMI), and stress levels. This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. A questionnaire was used as the research instrument, with a total population of 854 individuals and a sample size of 99 participants selected using multistage random sampling techniques. Two sampling methods were applied in this study: proportionate stratified random sampling, followed by simple random sampling. The results of the study, analyzed using the Chi-Square test, revealed a significant relationship between physical activity and the menstrual cycle, with a p-value of 0.029 (p-value 0.05). Significant relationship was found between BMI and the menstrual cycle, with a p-value of 0.039 (p-value 0.05). Additionally, a significant relationship was observed between stress levels and the menstrual cycle, with a p-value of 0.001 (p-value 0.05). In conclusion, there is a relationship between physical activity, BMI, and stress levels with the menstrual cycle among adolescent girls at SMAN 1 Praya. Keywords : Menstrual cycle, Physical Activity, Body Mass Index (BMI), Stress Levels  ABSTRAK Menstruasi merupakan proses pengeluaran darah dari vagina yang berasal dari dinding rahim secara periodik. Masalah mengenai siklus menstruasi seringkali terabaikan namun tetap menjadi suatu hal yang serius, khususnya bagi kalangan usia subur, termasuk remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri dengan lebih memperhatikan dari aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan tingkat stres. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi sebanyak 854 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang dengan menggunakan teknik pemilihan sampel multistage random sampling. Pada penelitian ini, digunakan dua jenis pengambilan sampel yaitu proportionate stratified random sampling dan dilanjutkan dengan simple random sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,029 (p-value 0,05) dan terdapat hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,039 (p-value 0,05) serta terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,001 (p-value 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik, IMT, dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Praya. Kata kunci: Siklus menstruasi, Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), Tingkat Stres
EXPLORING THE ASSOCIATION BETWEEN PREGNANCY SPACING, HISTORY OF DIABETES MELLITUS, AND OBESITY WITH THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA AT BULELENG DISTRICT HOSPITAL, BALI Handayani, Putu Devi Sri; Shammakh, Adib Ahmad; Karmila, Dany; Farmanda, Irsandi Rizki
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 2 (2026): August 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i2.37100

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication that remains a major cause of maternal and infant morbidity and mortality; identifying risk factors that contribute to its occurrence is necessary. This study is novel in that it simultaneously analyzes the relationships among pregnancy spacing, diabetes mellitus, and obesity and the incidence of preeclampsia, and finds an opposite direction of the obesity relationship compared with most previous studies. This study aims to analyze the relationship between pregnancy spacing, diabetes mellitus, and obesity with the incidence of preeclampsia in pregnant and maternity mothers at Buleleng District Hospital. The Research method used is an observational-analytic case-control design, using medical record data for the period 2023–2024, with a sample size of 130 respondents: 65 preeclampsia cases and 65 controls without preeclampsia. Data analysis was performed univariately and bivariately using Fisher's Exact Test and Chi-Square with a significance level of P-value 0.05. The results showed that pregnancy spacing was significantly associated with preeclampsia incidence (P-value = 0.000), whereas diabetes mellitus was not (P-value = 0.492). Obesity showed a significant association with the incidence of preeclampsia, with an inverse relationship (P-value = 0.000). The conclusion of this study is that pregnancy spacing is a major risk factor for preeclampsia, while diabetes mellitus was not significantly associated, and obesity showed a significant inverse relationship; thus, regulating pregnancy spacing is an important strategy in efforts to prevent preeclampsia.