Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERSPEKTIF SOSIOLOGIS TERHADAP PLURALISME BUDAYA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Simarmata, Agustina Romaito; Lase, Apriliana
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme budaya dalam masyarakat multikultural merupakan fenomena yang kompleks dengan tantangan dan peluang yang signifikan. Perspektif sosiologis menyoroti pentingnya mengelola keberagaman budaya untuk mencegah konflik dan mempertahankan identitas budaya, sementara juga mengakui potensi inovasi, integrasi sosial, dan peningkatan citra positif. Untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ini, diperlukan kesadaran akan keragaman budaya, sikap inklusif, peran aktif dari negara dan individu, serta pendidikan multikultural yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif sosiologis terhadap pluralisme budaya dalam masyarakat multikultural serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber teoritis yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pluralisme budaya memiliki tantangan dalam mengelola konflik antarbudaya dan mempertahankan identitas budaya, namun juga memberikan peluang untuk inovasi, integrasi sosial, dan peningkatan citra positif. Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ini, kesadaran akan keragaman budaya, sikap inklusif, peran aktif dari negara dan individu, serta pendidikan multikultural yang kuat menjadi kunci dalam menjaga harmoni dalam masyarakat multikultural.
Pengelolaan Ekowista Berkelanjutan pada Sumber Daya Lingkungan di Desa Hutaraja, Kabupaten Tapanuli Utara Silalahi, Mery; Panjaitan, Ade Putera Arif; Rajagukguk, Denata; Nadeak, Tio RJ; Simbolon, Rusmauli; Lase, Apriliana; Waruwu, Liyus; Purba, Debora
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8350

Abstract

Pariwisata memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian daerah, tak terkecuali bagi Desa Hutaraja, Provinsi Sumatera Utara. Pariwisata memberikan sumber pendapatan alternatif dan mendorong pengembangan infrastruktur. Namun, banyak orang mulai bertanya apakah manfaat ini sepadan dengan tingkat konsumsi, kerusakan ekologi, dan dampak negatif lainnya akibat kedatangan dan kepergian wisatawan setiap hari. Untuk menjawab persoalan itu, ekowisata sebagai salah satu bentuk dari pariwisata berkelanjutan menjadi solusi yang layak untuk mempertimbangkan secara menyeluruh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pariwisata. Aktivitas wisatawan di Desa Hutaraja menguras sumber daya di daerah tersebut sehingga diperlukan panduan dan dasar bagi kebijakan, strategi, dan terutama tindakan dalam bidang pariwisata di Desa Hutaraja. Ekowisata adalah bentuk wisata yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Dengan demikian PKM ini berfokus pada Pendidikan Ekowisata bagi Masyarakat lokal Desa Hutaraja tentang perlindungan kawasan alam dan promosi praktik berkelanjutan yang berkontribusi pada perkembangan ekonomi komunitas lokal Desa Hutaraja. PKM ini juga melibatkan aktivitas seperti perjalanan ke alam, pengamatan satwa liar, dan pengalaman budaya yang mempromosikan kesadaran dan apresiasi terhadap lingkungan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi potensi Desa Hutaraja dengan metode evaluasi multi-kriteria (MCE), menilai dampaknya serta menjelajahi lanskap yang punya nilai ekonomis untuk ekowisata. Dampak dari PKM ini adalah Desa Hutaraja menjadi contoh tata kelola yang baik tentang pariwisata berkelanjutan dengan terus mendorong Masyarakat untuk lebih sadar lingkungan. Selain itu masyarakat Desa Hutaraja juga menjadi lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan yang mereka pilih terkait pariwisata.