Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE IMPLEMENTATION OF BABY-FRIENDLY COMMUNITY INITIATIVE ON KENYA AND INDONESIA Muhka, Reni; Huriah, Titih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2589

Abstract

Baby Friendly Community Initiative (BFCI) is one of the programs to improve the quality of care for mothers and babies in the community. One of BFCI's flagship programs is exclusive breastfeeding. This Literature Review aims to determine the implementation of BFCI programs in developing countries. The Literature Review follows PRISMA's reporting method. The database uses Science Direct, PubMed, Scopus, EBSCO and Google Scholar. The keyword uses "Baby-Friendly Community Initiative". The inclusion criteria are articles for the last five years (2017-2022) in English, full text, and research in developing countries. The exclusion criteria are review, only abstracts and books. Critical appraisal uses JBI as a research journal quality evaluation tool. Systematic analysis is used for synthesis results. The results found that Kenya and Indonesia implemented BFCI. The result of implementing BFCI in Kenya are that society has the potential to increase the level of exclusive breastfeeding for babies and has a positive impact on the practice of complementary feeding, whereas in Indonesia this is an increase in exclusive breastfeeding. The BFCI program can be implemented in Indonesia as a program to increase exclusive breastfeeding coverage with a community empowerment approach.
Penyuluhan terkait Pencegahan Primer, Sekunder, Tersier Diabetes Melitus Wahyudi, Dian Arif; Ulfa, Hana Zumaedza; Nur, Sulistia; Mesya, Mesya; Muhka, Reni; Sadhana, Wisnu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5605

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, mencapai 422 juta kasus di dunia dan 10,7 juta kasus di Indonesia pada tahun 2020. Komplikasi DM, baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler, menegaskan pentingnya upaya pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Berdasarkan presurvey di Puskesmas Wates, Kabupaten Pringsewu, 75% dari 80 pasien DM mengalami komplikasi akibat pola makan tidak sehat, aktivitas fisik yang buruk, dan kurangnya pengelolaan penyakit. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Keperawatan, Universitas Aisyah Pringsewu, dengan sasaran 30 masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Wates. Metode meliputi pendidikan kesehatan tentang pencegahan DM dan diskusi interaktif. Penyuluhan dilakukan dengan media proyektor, leaflet, dan kuesioner untuk evaluasi. Penilaian pengetahuan peserta dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Sebelum penyuluhan, mayoritas peserta (87%) memiliki pengetahuan rendah, 10% memiliki pengetahuan sedang, dan 3% memiliki pengetahuan tinggi. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan sedang (66,7%) dan tinggi (10%). Namun, sebanyak 23,3% peserta masih memiliki pengetahuan rendah. Faktor seperti karakteristik individu, lingkungan, dan budaya dapat memengaruhi hasil. Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan primer, sekunder, dan tersier DM. Diperlukan program serupa secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan manajemen DM di masyarakat.
Peningkatan Kesehatan Mental Anak melalui Terapi Kelompok Terapeutik di SDN 2 Tegalsari, Kabupaten Pringsewu Ardinata, Ardinata; Mesya, Mesya; Muhka, Reni; Nur, Sulistia; Al Farisi, Muhammad Farhan; Indarto, Agus; Fiana, Marista; Priyana Putra, Rausan Fikri; Kaligis, Yosua Aldrin; Rezeki, Muhamad Alif
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5880

Abstract

Gangguan mental emosional pada anak usia sekolah menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi perkembangan mereka secara menyeluruh, termasuk dalam aspek pendidikan, interaksi sosial, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup. Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) merupakan salah satu metode intervensi yang dapat secara optimal menstimulasi perkembangan mental anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas TKT dalam meningkatkan perkembangan mental anak usia sekolah di SDN 2 Tegalsari, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan intervensi berbasis TKT yang melibatkan 30 siswa kelas 6. Pelaksanaannya terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi diberikan dalam enam sesi, yang mencakup stimulasi pada aspek perkembangan industri, motorik, kognitif dan bahasa, emosi dan kepribadian, moral dan spiritual, serta psikososial. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi perkembangan anak sebelum dan sesudah intervensi. Hasil sebelum intervensi, persentase anak dalam kategori perkembangan "baik" berkisar antara 60% hingga 73,3%, dengan perkembangan psikososial sebagai aspek tertinggi (73,3%) dan perkembangan emosi serta kepribadian sebagai aspek terendah (60%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan di semua aspek, dengan mayoritas anak mencapai kategori "baik" (90%-96,7%). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek moral dan spiritual (96,7%), sementara perkembangan psikososial menunjukkan peningkatan terendah namun tetap signifikan (90%). Terapi Kelompok Terapeutik terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan mental anak usia sekolah. Implementasi program serupa di masa mendatang dapat mendukung peningkatan keterampilan sosial, pengelolaan emosi, serta penguatan karakter anak secara lebih optimal.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesadaran Anak Sekolah Dasar di SDN Ciwedus, Kota Serang Fitri, Riki Ukhtul; Muhka, Reni; Subroto, Desty Endrawati; Nandini, Sri; Fitriyanti, Nadia; Virly, Irba
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.578

Abstract

Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini guna membentuk pola perilaku yang mendukung derajat kesehatan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa kelas 6 SDN Ciwedus, Kota Serang mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2025 bekerja sama dengan tim KKM Kelompok 05 Universitas Bina Bangsa dan melibatkan 33 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup pemberian pre-test, edukasi interaktif berupa ceramah, pemutaran video, serta praktik langsung mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar, kemudian dilanjutkan dengan post-test.Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah edukasi. Jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24,24% menjadi 45,45%, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 30,31% menjadi 15,16%. Edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara menyenangkan dan melibatkan partisipasi aktif anak dapat membentuk kebiasaan hidup sehat. Dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penerapan PHBS di lingkungan sekolah dasar
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesadaran Anak Sekolah Dasar di SDN Ciwedus, Kota Serang Fitri, Riki Ukhtul; Muhka, Reni; Subroto, Desty Endrawati; Nandini, Sri; Fitriyanti, Nadia; Virly, Irba
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.578

Abstract

Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini guna membentuk pola perilaku yang mendukung derajat kesehatan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa kelas 6 SDN Ciwedus, Kota Serang mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2025 bekerja sama dengan tim KKM Kelompok 05 Universitas Bina Bangsa dan melibatkan 33 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup pemberian pre-test, edukasi interaktif berupa ceramah, pemutaran video, serta praktik langsung mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar, kemudian dilanjutkan dengan post-test.Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah edukasi. Jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24,24% menjadi 45,45%, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 30,31% menjadi 15,16%. Edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara menyenangkan dan melibatkan partisipasi aktif anak dapat membentuk kebiasaan hidup sehat. Dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penerapan PHBS di lingkungan sekolah dasar
Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Pada Siswa Sekolah Menegah Atas Fiana, Marista; Muhka, Reni; Fiana, Risnadhia; Wulan Asih, Sari
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.322

Abstract

ullying is an act in which someone hurts, insults, pressures, mentally undermines, and controls another person by using violence so that the victim receives all kinds of treatment carried out by the perpetrator. Bullying is an unwanted act, especially in a school environment. Bullying is behavior carried out by one or more people intentionally harming another person repeatedly. The purpose of this community service is to provide knowledge to students regarding an understanding of bullying behavior among students and to help students know how to avoid bullying at school. The method used in this Community Service activity is a lecture method that discusses material on the impact of bullying on mental health which is directly delivered by the resource person, as well as a question and answer session. The results of this socialization activity provide a clear picture that the issue of bullying among high school students still occurs. Many children do not understand that the behavior of teasing, pushing, ostracizing, or spreading rumors can be a form of hurtful bullying. Community service activities regarding the impact of bullying on mental health show that most students have a limited understanding of the forms of bullying and their consequences for mental health.
Edukasi Keamanan Pangan pada Peserta Didik SMAN 5 Kota Serang, Banten Muhka, Reni; Selvianita, Defi; Risnadhia; Padhila, Fevi; Feby Nuraeni, Ratu
IMPACT: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : GEN ID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food safety is an important issue in maintaining adolescent health, especially for high school students who often consume school snacks without knowing their ingredients or potential health impacts. This community service activity aims to improve the knowledge of students at SMAN 5 Kota Serang regarding the importance of food safety and how to choose healthy and safe snacks. The implementation method involved interactive education through lectures, discussions, and video presentations, using a pre-test and post-test approach to measure changes in knowledge. A total of 75 students participated in this activity. The pre-test results showed that the majority of students had low knowledge of food safety (60.3%), while only 11.5% were in the high category. After the educational intervention, the post-test results indicated a significant improvement, with 40.0% of students falling into the high knowledge category and only 9.3% remaining in the low category.These results demonstrate that the education provided was effective in enhancing students’ understanding of food safety, particularly in identifying the dangers of harmful food additives such as borax, formalin, and textile dyes. It is expected that similar activities can be conducted regularly to foster healthy consumption behavior among students.