Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN MAQASHID SYARIAH DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERTUMBUHAN LABA BANK SYARIAH INDONESIA Habibi, Rakhmawan; Santoso, Muhammad Syafii Budi; Nasirin, Muhammad Khoirun
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 5 No 01 (2024): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tj.v5i01.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh maqashid syariah dan good corporate governance (GCG) terhadap pertumbuhan laba bank syariah di Indonesia. Maqashid syariah, yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, diharapkan dapat meningkatkan kinerja bank melalui praktik yang etis dan berkelanjutan. Sementara itu, GCG berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yang berujung pada peningkatan kepercayaan nasabah. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data dari laporan keuangan dan wawancara dengan manajemen bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan maqashid syariah dan GCG secara bersamaan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan laba bank syariah, dengan bank yang menerapkan kedua prinsip tersebut mengalami peningkatan laba yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi prinsip-prinsip maqashid syariah dan GCG dalam strategi operasional bank syariah untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
Efektivitas Wakaf Produktif sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat Nur Husen, Mohamad; Habibi, Rakhmawan; Syahni, Ahmad
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 6 No 01 (2025): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tj.v6i01.92

Abstract

Wakaf produktif merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas wakaf produktif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya dalam konteks pengurangan kemiskinan dan peningkatan kemandirian ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui kajian literatur dan analisis data empiris dari beberapa program wakaf produktif di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf produktif dapat menjadi solusi strategis dalam pembangunan ekonomi umat, terutama ketika dikelola secara profesional dan transparan. Implementasi wakaf produktif dalam sektor-sektor seperti pertanian, perdagangan, dan pendidikan terbukti mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi. Namun demikian, tantangan masih ditemukan dalam aspek regulasi, pengelolaan, dan literasi wakaf di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga wakaf, dan masyarakat untuk mengoptimalkan peran wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
PREFERENSI KONSUMEN MUSLIM TERHADAP APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL: STUDI KONSEPTUAL DALAM MIKROEKONOMI ISLAM Maulana, Kevin; Habibi, Rakhmawan; shiddiq, Jafar
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 6 No 02 (2025): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tj.v6i02.103

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Muslim dalam mengakses dan mengonsumsi ajaran agama, termasuk melalui aplikasi Al-Qur’an digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen Muslim terhadap aplikasi Al-Qur’an digital dari perspektif mikroekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual berbasis studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi fenomena konsumsi spiritual yang tidak dapat dijelaskan secara memadai oleh teori permintaan konvensional yang berorientasi pada utilitas material. Hasil kajian menunjukkan bahwa preferensi konsumen Muslim terhadap aplikasi Al-Qur’an digital lebih didorong oleh motivasi spiritual, seperti niat ibadah, pencarian ketenangan, serta kepercayaan terhadap keautentikan dan kehalalan konten. Pendekatan maqāṣid syarī‘ah dalam mikroekonomi Islam, yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, dinilai lebih relevan dalam memahami fenomena ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi aplikasi Qur’an digital merupakan bentuk konsumsi non-komersial yang mencerminkan utility Islami dan nilai-nilai transendental. Studi ini membuka ruang bagi perluasan kajian konsumsi non-material dalam ekonomi Islam dan memberikan implikasi bagi akademisi, pengembang aplikasi, dan pemangku kebijakan untuk mengutamakan nilai etika dan spiritualitas dalam pengembangan teknologi keagamaan.
Socialization of the Implementation of Sharia Contracts in the Management of UP2K as an Effort to Increase Islamic Economic Literacy in the Community Budi Santoso, Muhammad Syafi'i; Nasiruddin, Muhammad; Habibi, Rakhmawan; Hidayati, Nur Laily; Al Azhar, M Farid; Syahni, Ahmad; M. Umar Ahfadz
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/zcz28r93

Abstract

This community service activity aims to improve Islamic economic literacy through the socialization of the implementation of sharia contracts in the management of Family Income Improvement Enterprises (UP2K). The activities were carried out in the form of interactive lectures, group discussions, and simple training based on case studies. The target group of the activity was the UP2K management group and the surrounding community actively involved in productive economic activities. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the basic concepts of sharia contracts and an awareness of the importance of applying these principles in daily economic activities. Participants also expressed interest in developing Sharia-based UP2K more systematically in the future. Thus, this activity is expected to be the first step in encouraging the transformation of the community economy towards a system that is fairer, more transparent, and in accordance with Islamic values
CORPORATE DISCLOSURE : UPAYA MENGATASI ASIMETRI INFORMASI PEDAGANGAN ONLINE Zakaria Ahmad, Maulana; Zainul Abidin, Ahmad; Ilma Ahmad, Zakiyyah; Wakhid, Abdul; Umam, Syafiul; Habibi, Rakhmawan
Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 01 (2026): April
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/izdihar.v6i01.6532

Abstract

Corporate Disclosure practices have become essential in addressing information asymmetry in online commerce. Corporate Disclosure enables companies to transparently and accountably reveal information about the products or services they offer, financial performance, business strategies, risks, and commitments to sustainability and social responsibility. By conducting proper and comprehensive Corporate Disclosure, companies provide greater access for buyers to obtain the information they need to make smart and informed purchasing decisions. This study aims to explore corporate disclosure practices in addressing information asymmetry within the online trading environment and to analyze their impact on mitigating information asymmetry risks. The research method used is a qualitative approach with a scoping review method, utilizing secondary data from relevant articles. The findings indicate that Corporate Disclosure is effective in creating a fairer, more transparent, and more sustainable business environment for all parties involved in online commerce. This article makes an important contribution to understanding the role of Corporate Disclosure in reducing information asymmetry in online trading. Recommendations are provided to business stakeholders, regulators, and academics to strengthen transparency and trust in online commerce through improved Corporate Disclosure practices.