Jati Wahyu Arisetiawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sektor Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tunggulsari, Kabupaten Pati Lili Marliyah; Marhaeni Dwi Satyarini; Merli Apriyantika; Tjaturahono Budi Sanjoto; Rini Kusumawardani; Danang Dwi Saputro; Moch Faizal Rachmadi; Jati Wahyu Arisetiawan; Alifta Lutfiaazahra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9714

Abstract

Tourism is one of the sectors that plays an important role in foreign exchange earnings and increasing the national economy. Indonesia has a diversity of geographical, demographic and topographic conditions that have great potential in the tourism sector. One of the areas in Indonesia with a myriad of abundant tourism potential is Tunggulsari Village, Pati Regency. This area is a disaster-prone area because it borders directly on the Java Sea. However, the potential of the tourism sector, the expanse of the mangrove area and the fisheries and fisheries sectors make it a potential village. The purpose of this service is to make efforts to develop the tourism sector in Tunggulsari Village in a comprehensive, appropriate, targeted, sustainable and sustainable manner. In addition, community empowerment efforts also aim to improve the quality of human resources. This community service is carried out through methods of socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The results of the service are to increase the competence of human resources massively in collaboration with the local government, conducting various training, counseling, mentoring, socialization and interactive discussions between the service team and partners. In addition, IPTEKS downstream efforts are also given to partners as a form of integrated tourism area development.
Pelatihan Diversifikasi Produk dan Kemasan Produk Kuliner Berbahan Dasar Ikan Bandeng bagi Kelompok PKK Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati Lili Marliyah; Mohammad Faizal Rachmadi; Jati Wahyu Arisetiawan; Sri Setyaningsih
Manggali Vol 6 No 2 (2026): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v6i2.4564

Abstract

Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati merupakan salah satu sentra hasil perikanan bandeng di Jawa Tengah, dengan Kelompok PKK setempat berperan sebagai pelaku UMKM olahan bandeng presto. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, peserta belum pernah mengolah ikan bandeng menjadi produk selain presto, belum pernah membuat kemasan produk secara khusus, dan belum pernah menggunakan media sosial untuk berjualan, sehingga produk yang dihasilkan terbatas pada bandeng presto berkemasan sederhana dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali kelompok PKK dengan pengetahuan dan keterampilan dasar diversifikasi produk olahan ikan bandeng, pembuatan kemasan produk, dan promosi digital melalui media sosial. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, dilaksanakan di Balai Desa Bakaran Wetan bulan September-November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang sebelumnya tidak bisa mengolah bandeng menjadi produk lain, pada akhir pelatihan mampu membuat empat produk turunan (pizza bandeng, nugget bandeng, dimsum bandeng, dan abon bandeng). Peserta yang sebelumnya belum pernah mengemas produk secara khusus, mampu mengemas produk dengan lebih higienis dan diberi label sederhana, serta peserta yang sebelumnya belum pernah berjualan lewat media sosial mampu mendokumentasikan dan mengunggah produk ke Instagram dan TikTok. Perubahan kemampuan ini terutama didorong oleh dua kondisi awal mitra kelompok PKK belum pernah memperoleh pelatihan sejenis sebelumnya, dan sebagian besar peserta adalah ibu rumah tangga dengan keterpaparan teknologi digital yang masih terbatas. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyerahkan satu unit box foto sederhana kepada kelompok PKK untuk mendukung dokumentasi produk secara mandiri.