Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Memahami dan Mencegah Perilaku Plagiarisme Dalam Menulis Karya Ilmiah Dari, Dwi Ulan; Irwansyah, Irwansyah; Balqis, Natasya; Wahyuni, Nabila
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3140

Abstract

Plagiarisme adalah tindakan yang merugikan dalam bidang ilmu pengetahuan, di mana seseorang mengambil karya orang lain tanpa memberikan kredit kepada sumbernya. Disiplin ilmu seperti psikologi rentan terhadap masalah ini dan memerlukan perhatian yang lebih besar untuk mencegahnya. Ada beberapa jenis plagiarisme yang bisa dibedakan berdasarkan motivasi (dilakukan dengan sengaja, tidak disengaja, dan self-plagiarisme), metode pelaksanaannya (menulis ulang, melakukan parafrase yang tidak tepat, dan menyajikan ringkasan tanpa memberikan atribusi yang sesuai), serta self-plagiarisme (mengulang teks, melakukan publikasi berlebihan atau duplikasi, dan memecah dataAda beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan plagiarisme, seperti kemudahan akses terhadap informasi melalui internet, tekanan dalam menyelesaikan tugas akademis, kemampuan menulis yang kurang terampil, kebutuhan untuk menulis dengan cepat dalam tekanan waktu, kurangnya pemahaman tentang cara mengubah kata-kata dari sumber asli, kebingungan tentang konsep plagiarisme, dan kecenderungan untuk meniru. Artikel tersebut juga mengusulkan tindakan-tindakan untuk mencegah plagiarisme, seperti menghormati hak kekayaan intelektual, melakukan kutipan yang tepat dan parafrase yang akurat, serta memanfaatkan layanan deteksi plagiarisme untuk memverifikasi kesamaan teks sebelum publikasi.
Kecenderungan Social Loafing (Kemalasan Sosial) Dalam Tugas Kelompok Pada Mahasiswa UIN Sumatera Utara Wasiyem, Wasiyem; Halimah, Rika; Sinaga, Tri Sisty Annisa; Windra, Najla Fazila; Balqis, Natasya; Siregar, Alfikri Syahtua
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6568

Abstract

Kerja kelompok sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kuliah, tapi dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa terlibat secara seimbang. Selalu saja ada anggota kelompok yang hanya ikut nama, tapi tidak benar-benar ambil bagian dalam menyelesaikan tugas. Inilah yang dikenal dengan istilah social loafing, yaitu ketika seseorang cenderung mengurangi kontribusi karena merasa tanggung jawabnya bisa dibagi rata ke anggota lain. Penelitian ini melibatkan 54 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa 88,9% responden pernah berada dalam kelompok yang anggotanya tidak aktif. Hal ini membuat mahasiswa lain merasa terbebani, dan semangat kerja kelompok pun ikut menurun. Alasan paling umum dari kurangnya kontribusi adalah tidak peduli terhadap tugas. Untuk mengatasi situasi ini, mayoritas mahasiswa menyarankan agar sejak awal tugas dibagi dengan jelas, ada komunikasi terbuka, dan dosen ikut mengevaluasi kinerja setiap anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa social loafing bisa dicegah jika kelompok dibangun dengan rasa tanggung jawab yang adil, saling menghargai, dan memiliki aturan main yang disepakati sejak awal.
Analisis Perencanaan Program Penyuluhan Dampak Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Remaja Melalui Media Digital Nasution, Irfan Sazali; Ariani, Wiwin; Putri, Izmi Raditya; Hidayah, Nurul; Balqis, Natasya; Fareby, Tazla Nia; Pratiwi, Afrida Dina
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i1.2882

Abstract

The use of digital media in health education is crucial to raising teenagers' awareness about the dangers of fast food consumption. The high trend of consuming convenient foods poses risks such as obesity and metabolic diseases, necessitating innovative and effective educational strategies. This study employs a descriptive quantitative approach with survey methods, involving 50 active social media-using teenagers interacting with online content. The results indicate that digital media in the form of short videos and interactive visual content can significantly improve teenagers' knowledge and perceptions of the hazards associated with fast food, although their consumption habits remain high. These findings confirm the importance of leveraging digital media in health promotion as a strategic step in preventing long-term health risks among teenagers.
Kecenderungan Social Loafing (Kemalasan Sosial) Dalam Tugas Kelompok Pada Mahasiswa UIN Sumatera Utara Wasiyem, Wasiyem; Halimah, Rika; Sinaga, Tri Sisty Annisa; Windra, Najla Fazila; Balqis, Natasya; Siregar, Alfikri Syahtua
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6568

Abstract

Kerja kelompok sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kuliah, tapi dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa terlibat secara seimbang. Selalu saja ada anggota kelompok yang hanya ikut nama, tapi tidak benar-benar ambil bagian dalam menyelesaikan tugas. Inilah yang dikenal dengan istilah social loafing, yaitu ketika seseorang cenderung mengurangi kontribusi karena merasa tanggung jawabnya bisa dibagi rata ke anggota lain. Penelitian ini melibatkan 54 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa 88,9% responden pernah berada dalam kelompok yang anggotanya tidak aktif. Hal ini membuat mahasiswa lain merasa terbebani, dan semangat kerja kelompok pun ikut menurun. Alasan paling umum dari kurangnya kontribusi adalah tidak peduli terhadap tugas. Untuk mengatasi situasi ini, mayoritas mahasiswa menyarankan agar sejak awal tugas dibagi dengan jelas, ada komunikasi terbuka, dan dosen ikut mengevaluasi kinerja setiap anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa social loafing bisa dicegah jika kelompok dibangun dengan rasa tanggung jawab yang adil, saling menghargai, dan memiliki aturan main yang disepakati sejak awal.