Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

TINJAUAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN RUAS JALAN KABUPATEN PADANG LAWAS PROVINSI SUMATERA UTARA–MUSUS KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Igo Amranadi; Surya Eka Priana; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.257 KB)

Abstract

Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat dalam meningkatkan kegiatan ekonomi disuatu tempat karena menolong masyarakat untuk pergi atau mengirim barang lebih cepat sampai ke tujuan. Perkerasan jalan yaitu struktur lapis yang terletak diatas tanah dasar terdapat lapisan pondasi atas serta pondasi bawah yang setiap Lapisan terdiri dari agregat-agregat yang dipadatkan yang memiliki fungsi untuk menyalurkan tegangan akibat beban roda. Terdapat 3 perkerasan jalan, perkerasan aspal atau lentur (flexible pavement), komposit (Composit pavement) dan perkerasan beton/kaku (rigid pavement).Dalam menentukan ketebalan perkerasan lentur terdapat beberapa metoda untuk digunakan, termasuk pada penelitian ini mengunakan Metoda Analisa Komponen Bina Marga 1987 dan Metoda AASHTO 1993. Lokasi penelitian ini terletak di perbatasan antara provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat tepatnya Kab. Padang Lawas-Musus Kab. Pasaman. Hasil Lapisan Perkerasan Metoda Analisa komponen Bina Marga 1987 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan permukaan (D1) yaitu sebesar 10 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 20 cm dan Lapisan pondasi bawah (D3) sebesar 36,66 cm. Dan Hasil Lapisan Perkerasan Metoda AASTHO 1993 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan permukaan yaitu sebesar (D1) 18,8685 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 19,5 cm danLapisan pondasi bawah (D3) sebesar 47,6514 cmKata kunci : tebal perkerasan, metoda analisa komponen bina marga 1987, metoda aastho 1993 
PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN BINA MARGA 1987 DAN MDPJ 2017 JALAN WISATA PENANGKARAN PENYU TALAO PAUAH PARIAMAN Dediansyah Dediansyah; Helga Yermadona; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 2 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.995 KB)

Abstract

Roads as one of the transportation infrastructure that play an important role in people's lives in increasing economic activity in a place because it helps people to go or send goods faster to their destination. With the construction of this road, it is hoped that it will increase and accelerate the distribution of agricultural products, plantations and the basic needs of the surrounding community. Road pavement is a layer structure that is located above the subgrade, there is a layer of the top foundation and the bottom foundation which each layer consists of compacted aggregates which have a function to transmit stresses due to wheel loads. included in this study using the 1987 Bina Marga Component Analysis Method and the 2017 MDPJ Method. The location of this research is located in the Talao Pauh Pariaman turtle sanctuary. The results of the pavement layer analysis method of Bina Marga 1987 for new road pavements were obtained for the surface layer (D1) which was 10 cm, the upper foundation layer (D2) was 20 cm and the lower foundation layer (D3) was 11.5 cm. And the results of the 2017 MDPJ Pavement Layer Method for new road pavements are obtained for the surface layer which is 17 cm (D1), the top foundation layer (D2) is 19 cm and the lower foundation layer (D3) is 50 cm.Keywords: flexible pavement, MDPJ 2017, Talao Pauah Pariaman.
ANALISIS STRUKTUR ATAS PASCA GEMPA BANGUNAN BERTINGKAT KANTOR WALI NAGARI MALAMPAH KABUPATEN PASAMAN Fransisko Fransisko; Deddy Kurniawan; Elfania Bastian
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 1 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.739 KB)

Abstract

In general, the upper structure includes beams, columns, floor plates which function to support the loads acting on a building. Calculations that will be carried out on the construction of the Wali Nagari Malampah Office are floor slabs, beams and columns. Structural loads (dead loads, live loads) are based on SNI 03-2847:2002 and earthquake loads are based on SNI 03-1726:2019, where the portal is calculated and modeled using the SAP2000 program. The purpose of this calculation is to get an overview of the basic principles of planning and reviewing the building structure, comparing the results of the author's calculations with the results of the planning consultant's calculations. From the calculation results, the largest moment in beam B2 is 64.8586 kN-m and the largest moment in column K1 (40 x 40 cm) is 8.4235 kN-m. For floor slabs, there are differences in reinforcement, namely: floor slab thickness of 120 mm, reinforcement 10-150 mm for the x direction and y direction of the author, floor slab 120 mm, reinforcement 10- 250 mm for the x direction and y direction of the planner, column K1( 40 x 40 cm) 16 D 19 and column K2 (30 x 30 cm) 8 D 19 (same as the planner), For beams B1 and B2 there are differences in dimensions and reinforcement, namely: beam B1 (30 x 45 cm) 4 D 19 authors , block B1 (30 x 50 cm) 5 D 19 planner, for beam B2 (25 x 40 cm) 4 D 19 (same as planner).Keywords: Upper structure, Reinforcement, Sap 2000
PERENCANAAN STRUKTUR ASRAMA LAKI – LAKI PESANTREN UKHUWAH TABEK GADANG KOTA BUKITTINGGI Ramanda Arif Budiman; Deddy Kurniawan; Elfania Bastian
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.706 KB)

Abstract

Asrama pesantren dibangun sebagai penunjang proses belajar bagi para penghuni pesantren yang menempuh pendidikan, dimana pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan, maka dari itu Pesantren Tabek Gadang di Kota Bukittinggi membutuhkan sebuah asrama yang memadai dari segi keamanan dan kenyamanan seiring dengan banyaknya masyarakat yang mulai sadar bahwa pentingnya pendidikan berbasis dan berlandasan  keagamaan. Maka dari itu banyak masyarakat dari luar dari Kota Bukittinggi maupun dari luar provinsi berbondong – bondong untuk memasuki pesantren. Kualitas  pendidikan Kota Bukittinggi terbilang cukup baik dan merata Kota Bukittinggi merupakan daerah rawan gempa yang berada pada zona gempa sehingga perencanaannya membutuhkan struktur yang kuat dan kokoh. Penulis merencanakan gedung asrama Pesantren Tabek Gadang Kota Bukittinggi untuk memenuhi aspek aspek tersebut. Gedung ini berukuran 20 x 12 m dan memiliki 3 lantai.  Dari hasil perhitungan analisis penulis menggunakan material mutu baja fy = 420 MPa dan mutu beton f’c = 24 MPa didapat hasil penulangan pelat untuk arah x = Ǿ16 – 400 dan y = Ǿ16 – 400, untuk penulangan kolom 50cm x 50cm dipakai tulangan 20 D16, sedangkan balok memakai ukuran 25cm x 50cm. Kata kunci : : Asrama, Pesantren, Struktur, Gedung, Perencanaan
TINJAUAN ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN LABOR SMP NEGERI 3 BUKITTINGGI MENGGUNAKAN SOFTWARE TEKLA STRUCTURE Rahmat Azari; Deddy Kurniawan; Ana Susanti Yusman
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.263 KB)

Abstract

Keberadaan BIM bisa mengganti proses konstruksi konvensional dimana kerap terjalin konflik ataupun kesalah pahaman antar stakeholder, sebab alur data yang kurang jelas serta data tidak tercatat dengan baik. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Menteri PUPR No. 28 tahun 2018 yang berisi menerapkan tahap rencana sampai konstruksi memakai metode BIM. Tujuan penelitian adalah untuk meninjau perhitungan anggaran biaya struktur atas pembangunan Labor SMP Negeri 3 Bukittinggi menggunakan metode BIM memakai aplikasi tekla structure dan metode konvensional. Penelitian dilaksanakan pada Labor SMP Negeri 3 Bukittinggi yang terdiri dari 2 lantai, meliputi elemen sloof, kolom, balok dan pelat lantai. Dari hasil penelitian diperoleh total anggaran biaya dengan metode BIM aplikasi tekla structure sebesar Rp. 659.386.170., Sedangkan total anggaran biaya dengan metode konvensional sebesar Rp. 658.557.623. Total selisih anggaran biaya sebesar Rp. 828.547 atau sebesar 0,13% terhadap rencana anggaran biaya metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa dari hasil perbandingan yang di buat dari kedua metode tersebut, Perbedaan tejadi bisa di sebabkan karena pada metode  konvensional di cari dengan cara manual, seperti menghitung volumenya di cari manual  terlebih dahulu dengan bantuan  microsoft excel  dan  autocad  yang memakan  waktu  yang  cukup lama. Sedangkan  Menggunakan  aplikasi  tekla structure pemodelan dan data saling terintegrasi yang membuat waktu pengerjaan lebih cepat serta dapat mengurangi  kesalahan  human error  ataupun  salah  penginputan data.Kata kunci: BIM, RAB, Tekla Structure 
ANALISIS KINERJA TERHADAP WAKTU MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Fasilitas Penunjang GOR Singa Harau Kabupaten Lima Puluh Kota) Yogi Sisfare; Deddy Kurniawan; Febrimen Herista
Ensiklopedia Social Review Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 No 3 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/esr.v4i3.453

Abstract

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan, salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan EVA (Earned Value Analysis) dalam memperkirakan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggunya. Penelitian ini membutuhkan data seperti Time schedule, Rekapitulasi biaya anggaran proyek dan Laporan progress mingguan proyek. Metode ini memberikan informasi Nilai Hasil (EV), Jadwal Anggaran (PV), Varian Jadwal (SV), Indek Kinerja Jadwal (SPI), Prakiraan Waktu Pekerjaan Tersisa (ETS) dan Prakiraan Total Waktu (EAS) yang akan digunakan untuk analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pengerjaan proyek selama 39 minggu pelaporan. Studi ini menghasilkan, waktu penyelesaian proyek tidak sesuai dengan rencana awal jadwal proyek. Minggu 1 nilai SPI > 1, minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-8 nilai SPI <1, minggu ke-9 sampai dengan minggu ke-15 nilai SPI >1, minggu ke-16 sampai dengan minggu ke-23 nilai SPI <1, minggu ke-24 sampai dengan minggu ke-25 nilai SPI >1, minggu ke-26 sampai dengan minggu ke-35 nilai SPI <1, minggu ke-36 sampai dengan minggu ke-37 nilai SPI >1, minggu 38 sampai dengan minggu 39 nilai SPI=1. Ini menunjukan bahwa untuk nilai SPI yang <1 pekerjaan mengalami keterlambatan dan SPI yang >1 pekerjaan mengalami percepatan sedangkan SPI yang sama dengan 1 pekerjaan sama dengan rencana. Prakiraan waktu penyelesaian proyek berdasar perhitungan komulatif tiap minggu, minggu ke-39 adalah 266 hari, sedangkan waktu rencana adalah 270 hari. Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih cepat 4 hari dari yang direncanakan.Kata Kunci : Pengendalian Waktu, Earned Value Analysis, SPI, ETS, EAS
IDENTIFIKASI FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KINERJA WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI GEDUNG SECARA SWAKELOLA STUDI KASUS : PEMBANGUNAN RKB SEKOLAH SD DAN SMP KOTA BUKITTNGGI Deddy Kurniawan
Rang Teknik Journal Vol 1, No 2 (2018): Vol. 1 No. 2 Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.343 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v1i2.762

Abstract

Proyek konstruksi memiliki sejumlah resiko yang bervariatif, terutama pada proyek swakelola  dengan  melibatkan banyak  pihak,  dan  memakai  berbagai  macam  sumberdaya,  serta menghadapi banyak masalah ketidakpastian dan resiko, jika terjadi dapat mengurangi kerugian waktu yang dapat menjadikan proyek tertunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor resiko yang mempengaruhi kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung secara swakelola pada proyek pembangunan RKB sekolah. Proses didalam manajemen resiko proyek adalah identifikasi faktor-faktor resiko, analisa resiko, evaluasi resiko, dan tindakan mengelola resiko. Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor resiko dilakukan secara kualitatif, dengan menganalisa data persepsi yang didapat dari kuesioner dengan responden pemilik proyek, tim pelaksana dan tim perencana/pengawas pembangunan RKB sekolah di kota Bukittinggi tahun anggaran 2018. Analisa data diolah dengan statistik deskriptif, Analytic Hierarchy Process (AHP), dan analisa level resiko, untuk mendapatkan rangking faktor. Korelasi nonparametris dilakukan dengan korelasi Spearman. Hasil analisa data menunjukkan ada tujuh faktor resiko utama yang berpengaruh terhadap kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung secara swakelola pada proyek pembangunan RKB sekolah di Bukittinggi, yaitu : Kemampuan dan kecakapan pelaksana, rangking 1 (14.168%); Singkatnya waktu pekerjaan, rangking 2 (13.562%); Manajemen proyek yang kurang pengalaman, rangking 3 (12.529%); Perpajakan, rangking 4 (11.230%); Gangguan cuaca, rangking 5 (11.046%); Tenaga kerja dan produktifitas peralatan, rangking 6 (11.039%); dan Perkiraan Bill of Quantity yang kurang akurat, rangking 7 (10.314%). Dari analisa korelasi nonparametris didapat bahwa faktor resiko berkorelasi dengan kinerja waktu yang dapat menurunkan kinerja waktu proyek. Kata kunci : Faktor-Faktor Resiko, Kinerja Waktu , dan Proyek Swakelola
EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAH PASCA GEMPA DI MTS MUHAMMADIYAH KAJAI KABUPATEN PASAMAN BARAT Rexsa Rehan; Elfania Bastian; Deddy Kurniawan
Rang Teknik Journal Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6 No. 2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.715 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i2.4205

Abstract

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang dapat merusak bangunan termasuk bangunan sekolah. Bangunan sekolah yang masih berdiri perlu melakukan investigasi terhadap bangunan pasca gempa. Penelitian ini dilakukan di sekolah MTs Muhammadiyah Kajai, Kabupaten Pasaman Barat. Dengan melakukan evaluasi tingkat kerusakan pada struktur bangunan sekolah pasca gempa untuk mempelajari kondisi struktur bangunan pasca gempa melalui tingkat kerusakan pada bangunan sekolah MTs Muhammadiyah Kajai. Metode yang digunakan adalah evaluasi tingkat kerusakan bangunan yaitu dengan memakai buku panduan “Tata Cara Identifikasi dan Verivikasi Kerusakan dan Cara Mengisi Form Kerusakan untuk Sekolah dan Madrasah” oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sesuai dengan prosedur yang ada dalam buku tersebut yang dibatasi sampai sturktur bangunan bagian atas (kolom, balok, dan pelat). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dengan memakai dokumentasi, dan data sekunder dengan memakai denah sekolah. Hasil evaluasi dari kondisi bangunan sekolah pasca gempa menunjukkan bahwa massa bangunan I memiliki kerusakan struktur terbesar dari massa bangunan II dengan diperoleh hasil kerusakan struktur pada massa bangunan I sebesar 40%, dan massa bangunan II sebesar 19%.
PERENCANAAN STRUKTUR ATASGEDUNG KULIAH O KAMPUS IAIN BUKITTINGGI Hardian Eka Putra; Deddy Kurniawan; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 3 (2023): Vol. 2 No. 3 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v2i3.1760

Abstract

Abstrak:Tingginya peminat calon mahasiswa setiap tahunnya terhadap IAIN Bukittinggi menyebabkan adanya kendala ketersediaan fasilitas gedung dan ruang belajar sehingga harus menambah ruang belajar baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan dan menghitung dimensi struktur beton bertulang pada struktur atas yang tetap kuat dan aman serta merencanakan penulangan pada struktur atas gedung. Dalam metode analisis data, penulis melakukan analisis perencanaan dan evaluasi perbandingan struktur Gedung Kuliah O Kampus IAIN Bukittinggi dengan menggunakan software ETABS versi 18. Dari hasil yang didapat setelah dilakukan perencanaan ulang pada struktur atas gedung kuliah O IAIN Bukittinggi kampus 2 ini mengalami perubahan pada beberapa komponen struktur yang dapat dikomparasi dengan hasil dari perencanaan awal atau terdahulu. Dalam hal tulangan balok, ada beberapa perbedaan yang signifikan. Pada analisis perhitungan kolom, pada kolom K1 dimensi dan tulangan menjadi lebih besar, kolom K2 memiliki dimensi yang sama dengan planner tetapi tulangan lebih besar, kolom K3 dan K4 menghasilkan dimensi dan tulangan yang sama dengan data perencanaan.Kata kunci: Struktur beton bertulang, Software ETABS, penulangan
PERENCANAAN DRAINASE PERUMAHAN POGOH RESIDENCE 2 KELURAHAN TANJUNG PAKU, KOTA SOLOK Beni Firdaus; Deddy Kurniawan; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 3 (2023): Vol. 2 No. 3 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v2i3.1765

Abstract

Abstract: Drainage has the meaning of draining, draining, dumping, or diverting water. In general, drainage is defined as a series of water structures that function to reduce or remove excess water from an area or land, so that the land can be used optimally. Drainage is also defined as an attempt to control groundwater quality in relation to salinity. The purpose of this study is to plan the drainage of Pogoh Residence 2 Housing, Tanjung Paku Village, Solok City. The data or information used is secondary data obtained from Tanjung Paku Village and primary data obtained from direct surveys in the field. So it is necessary to plan an economical drainage dimension that can drain water more optimally with a smaller cross-sectional pressure or drainage wall for the Pogoh Residence 2 Housing area with a trapezoidal channel type. After analyzing the calculation, it is found that the flow rate Q = 0.60 m³/sec with the top width b1 = 0.30 m, height h = 0,40 m, bottom width b2 = 0.25 m and flood water discharge for a 10 year return period. is Qmax = 0.54 m³/s. The data processing method uses manual calculations in accordance with the Gumbel Method, Rational Method and Haspers Method. to calculate the rain discharge, and the Manning formula for channel discharge.Keywords: Gumbel, Rational, Haspers, Trapezoidal Drainage Methods.