Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pengunaan Input Produksi (Pupuk) pada Musim Tanam Terhadap Produktivitas Usahatani Jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri (Studi Kasus Kelompok Tani Makmur II) Wiyoto, Dedi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Andajani, Wiwiek; Chamro', Wardatul; Arissaryadin, Arissaryadin
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6326

Abstract

Food sector agriculture is one of the important sub-sectors in national food security; one of its commodities is corn. This commodity has been cultivated in various regions, especially in East Java, which has high productivity, including in the Kediri Regency, where members of the Makmur II Farmers Group in Mojoayu Village, Plemahan District, widely cultivated. Various factors, including planting time patterns, influence corn productivity in the region. This is because planting time patterns based on climate change cause temperature, rainfall, etc., changes related to optimal corn productivity. The research method used quantitative description. The research was conducted in Mojoayu Village using total sampling from the entire population of Makmur II Farmers Group members of 200 farmers. The data were analyzed using descriptive tests, and the T and F tests tested the hypothesis. Based on the results of the study, it was found that the productivity of corn plants in the second planting season was 6,818.82 kg/ha. The third planting season was 6,851.51 kg/ha, which means that planting season patterns do not affect theproductivity of corn plants in Mojoayu Village, Plemahan District, Kediri Regency. Pertanian sektor pangan menjadi salah satu subsektor penting dalam ketahanan pangan nasional, salah komoditasnya adalah Jagung. Komoditas ini telah diusahakan diberbagai wilayah khususnya di Jawa Timur yang memiliki produktivitas yang besar, termasuk di Kabupaten Kediri yang banyak dibudidayakan oleh anggota Kelompok Tani Makmur II di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan. Produktivitas jagung di wilayah tersebut diduga dipengaruhi oleh beragam faktor, diantaranya adalah pola waktu tanam. Hal ini dikarenakan pola waktu tanam yang didasarkan pada perubahan iklim menyebabkan perubahan suhu, curah hujan, dll yang berhubungan dengan optimalnya produktivitas jagung. Metode penelitian menggunakan dekskriptif kuantitatif. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Mojoayu dengan menggunakan sampling total dari seluruh populasi anggota Kelompok Tani Makmur II sebanyak 200 petani. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan hipotesis diuji menggunakan Uji T dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa produktivitas tanaman jagung pada musim tanam kedua adalah sebesar 6.818,82 kg/ha dan musim tanam ketiga adalah sebesar 6.851,51 kg/ha, yang artinya perubahan pola musim tanam tidak mempengaruhi produktivitas tanaman jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.
Pengaruh Pengunaan Input Produksi (Pupuk) pada Musim Tanam Terhadap Produktivitas Usahatani Jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri (Studi Kasus Kelompok Tani Makmur II) Wiyoto, Dedi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Andajani, Wiwiek; Chamro', Wardatul; Arissaryadin, Arissaryadin
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6510

Abstract

Food sector agriculture is one of the important sub-sectors in national food security; one of its commodities is corn. This commodity has been cultivated in various regions, especially in East Java, which has high productivity, including in the Kediri Regency, where members of the Makmur II Farmers Group in Mojoayu Village, Plemahan District, widely cultivated. Various factors, including planting time patterns, influence corn productivity in the region. This is because planting time patterns based on climate change cause temperature, rainfall, etc., changes related to optimal corn productivity. The research method used quantitative description. The research was conducted in Mojoayu Village using total sampling from the entire population of Makmur II Farmers Group members of 200 farmers. The data were analyzed using descriptive tests, and the T and F tests tested the hypothesis. Based on the results of the study, it was found that the productivity of corn plants in the second planting season was 6,818.82 kg/ha. The third planting season was 6,851.51 kg/ha, which means that planting season patterns do not affect the productivity of corn plants in Mojoayu Village, Plemahan District, Kediri Regency. Pertanian sektor pangan menjadi salah satu subsektor penting dalam ketahanan pangan nasional, salah komoditasnya adalah Jagung. Komoditas ini telah diusahakan diberbagai wilayah khususnya di Jawa Timur yang memiliki produktivitas yang besar, termasuk di Kabupaten Kediri yang banyak dibudidayakan oleh anggota Kelompok Tani Makmur II di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan. Produktivitas jagung di wilayah tersebut diduga dipengaruhi oleh beragam faktor, diantaranya adalah pola waktu tanam. Hal ini dikarenakan pola waktu tanam yang didasarkan pada perubahan iklim menyebabkan perubahan suhu, curah hujan, dll yang berhubungan dengan optimalnya produktivitas jagung. Metode penelitian menggunakan dekskriptif kuantitatif. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Mojoayu dengan menggunakan sampling total dari seluruh populasi anggota Kelompok Tani Makmur II sebanyak 200 petani. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan hipotesis diuji menggunakan Uji T dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa produktivitas tanaman jagung pada musim tanam kedua adalah sebesar 6.818,82 kg/ha dan musim tanam ketiga adalah sebesar 6.851,51 kg/ha, yang artinya perubahan pola musim tanam tidak mempengaruhi produktivitas tanaman jagung di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.
Pendampingan Teknis dan Pembinaan Petani dalam Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Kemandirian Pertanian Berkelanjutan di Kelurahan Lirboyo, Kediri Yuliyanto, Yuliyanto; Chamro', Wardatul; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Kustiani, Edy; Muharram, Muhammad; Sidhi, Eko Yuliarsha
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6467

Abstract

The technical assistance and farmer empowerment activities in Lirboyo Subdistrict aim to raise environmental awareness, reduce dependency on chemical inputs, promote self-reliance in sustainable agricultural practices, and engage in the Go Green campaign. This program involves collaboration between university students, local farmers, and vocational high school students (SMKN), who work together through various activities. A Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, along with preliminary observations and Focus Group Discussions (FGDs) involving local farmers, students, and participants from SMKN 1 Kediri City, was employed to identify needs. Furthermore, the program used demonstration methods to provide skills in the production of organic fertilizers, engaging farmers, university students, and vocational students in the process. The outcomes of this program show highly positive impacts. These include increased knowledge and skills among farmers, students, and vocational students in producing and applying liquid bokashi fertilizer, implementing natural pest control, and a shift in attitudes as indicated by participants’ growing awareness of the importance of environmental preservation. Participants also expressed a willingness to share information about organic fertilizer production with friends, family, and the surrounding community through direct communication and social media videos. Additionally, participants expressed interest in maintaining ongoing discussions with agricultural extension officers through digital messaging platforms. Kegiatan pendampingan teknis dan pembinaan petani di Kelurahan Lirboyo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan penggunaan bahan kimia, mendorong kemandirian dalam praktik pertanian berkelanjutan dan terlibat dalam upaya kampanye go green. Program ini melibatkan mahasiswa, petani, dan siswa SMKN, yang bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Pendekatan yang dilakukan untuk mengidentfikasi kebutuhan adalah dengan pendekatan PRA (Particaptory action research), observasi pendahuluan, FGD yang melibatkan petani setempat, mahasiswa, dan siswa SMKN 1 Kota Kediri. Selanjutnya, kegiatan ini juga mengguanakan metode Demonstrasi untuk memberikan keterampilan pembuatan pupuk organik yang melibatkan petani, mahasiswa dan siswa SMKN 1 Kediri. Hasil dari program ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Hasil dari kegiatan ini dapat terlihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, mahasiswa, dan siswa SMK berupa kemampuan dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk bokhasi cair, mampu melaksanakan pengendalian OPT alami, serta berdasarkan hasil komunikasi dengan peserta kegiatan ingin terjadi perubahan sikap berupa kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dan berkeinginan untuk ikut menyebarkan informasi terkait pembuatan pupuk organik kepada teman, keluarga, dan masyarakat disekitarnya melalaui komunikasi langsung, dan video di sosial media. Selain itu, para peserta juga ingin untuk dapat berdiskusi secara berkelanjutan melalui pesan digital dengan penyuluh.
Peran Wisata Edukasi, Niat Perilaku dan Lokasi dalam Mendorong Niat Kunjungan Ulang Wisata Edukasi Berbasis Industri Lokal Suprianto, Dafani; Prayoga, Reksa Nanda; Chamro', Wardatul; Nurrohman, Aji; Try Setyo, Moch. Agung
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7269

Abstract

Local industry-based education is a form of tourism that integrates learning and recreational activities to provide meaningful experiences for visitors. The purpose of this study is to determine the roles of location, intention, and educational tourism in visitation intention, which is examined using the Theory of Planned Behavior (TPB). This study employed a quantitative, survey-based approach, distributing questionnaires to 30 third-semester students of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, who participated in educational tourism activities at PT Rumah Atsiri Indonesia. The TPB framework was used to explain the formation of behavioral intentions that reflect attitudes, social support, and individual ability in planning return visits. The data was analyzed using multiple linear regression. The results of the analysis show that the educational tours at Rumah Atsiri Indonesia received excellent ratings, particularly in terms of the delivery of learning materials, the availability of facilities, educational value, and hands-on experience with plants and the essential oil processing process. The students' behavioral intentions were categorized as very high, reflecting a positive attitude and a strong tendency to make repeat visits. The location aspect was rated as good in terms of comfort and ease of access, although transportation convenience was still a consideration for some respondents. The students' intention to revisit was high, as demonstrated by their desire to return, participate in further educational activities, and recommend the destination to others. Overall, educational tours and location factors played a significant role in shaping the intention to revisit, with behavioral intention as a key component, as described in the Theory of Planned Behavior.  Edukasi berbasis industri lokal merupakan bentuk pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas pembelajaran dan rekreasi sehingga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi, pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lokasi, niat dan peran wisata edukasi terhadap niat kunjungan yang dikaji menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 mahasiswa semester 3 Fakultas Pertanian Universitas Kadiri yang berpartisipasi dalam kegiatan wisata edukasi di PT Rumah Atsiri Indonesia. Kerangka TPB digunakan untuk, menjelaskan pembentukan, niat perilaku yang mencerminkan sikap, dukungan sosial, dan kemampuan individu dalam merencanakan kunjungan kembali. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan wisata edukasi di Rumah Atsiri Indonesia memperoleh penilaian sangat baik, khususnya pada aspek penyampaian materi pembelajaran, ketersediaan fasilitas,, nilai edukatif, serta pengalaman langsung mengenai tanaman dan proses pengolahan atsiri. Niat perilaku mahasiswa termasuk dalam ketegori sangat tinggi, yang mencerminkan sikap positif serta kecenderungan yang kuat untuk melakukan kunjungan ulang. Aspek lokasi dinilai baik dari sisi kenyamanan dan kejelasan akses, meskipun kemudahan transportasi masih menjadi pertimbangan bagi sebagian responden. Niat kunjungan ulang mahasiswa tergolong tinggi, ditunjukkan oleh keinginan, untuk kembali berkunjung, mengikuti kegiatan edukasi lanjutan, serta merekomendasikan destinasi kepada pihak lain. Secara keseluruhan, wisata edukasi dan faktor lokasi memiliki berperan yang signifikan dalam membentuk niat untuk melakukan nkunjungan ulang, dengan niat perilaku sebagai komponen kunci sebagaimana dijelaskan dalam kerangka Theory of Planned Behavior.
Kajian Kesiapan Komponen Wisata dalam Mendukung Pengembangan Wisata Pertanian di Desa Samiran, Boyolali Kurniawan, Heru; Chamro', Wardatul; Firnanda, Arya Bagus; Putri, Dinda; Mayda, Trika
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7270

Abstract

Agriculture-based tourism is an important approach to supporting rural and agricultural development. To ensure its sustainability, this study aims to assess the readiness of tourism components in supporting the development of agrotourism, using a case study of Samiran Village, Selo District, Boyolali. The research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis is conducted descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Samiran Village possesses all the components of tourism and is well prepared to support the development of agriculture-based tourism. This study recommends enhancing agricultural-based tourism, optimizing the sale of agricultural products to tourists, and developing educational tourism related to dairy cattle farming. Wisata berbasis pertanian merupakan upaya penting dalam pengembangkan pembangunan desa dan pertanian. Untuk menjaga keberlangsungan wisata tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan komponen wisata dalam mendukung pengembangan wisata pertanian studi kasus di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Samiran telah memiliki komponen wisata yang lengkap dan siap mendukung pengembangan wisata berbasis pertanian. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan aktivitas wisata pertanian, optimalisasi penjualan produk pertanian kepada wisatawan, serta pengembangan wisata edukasi peternakan sapi perah.