Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan antara Daya Tahan Otot Inti dan Kemampuan Lokomotor Anak dengan Down Syndrome Anugrah, Tama; Sumaryanti; Simatupang, Nurhayati; Prameswara, Adhyani; Prasetyo, Ready; Wahyullah
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i1.3880

Abstract

Belum ditemukan hasil penelitian terkait hubungan daya tahan otot inti dengan kemampuan lokomotor anak dengan Down syndrome, padahal dengan mengetahui arah dan derajat hubungannya akan berkontribusi untuk penentuan tujuan pelatihan atau terapi fisik bagi anak-anak dengan Down syndrome sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tahan otot inti dan kemampuan lokomotor dengan melibatkan 30 anak dengan Down syndrome yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Semua sampel mengikuti prosedur penelitian dengan mengukur daya tahan otot inti menggunakan uji plank dan penilaian kemampuan lokomotor dengan test of gross motor development-2nd edition (TGMD-2). Teknik analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara daya tahan otot inti dan kemampuan lokomotor dengan nilai signifikansi 0,000 (Sig.<0,05) dan nilai korelasi pearson positif sebesar 0,843 maka dikatakan bahwa daya tahan otot inti berhubungan positif secara signifikan dengan kemampuan lokomotor pada tingkat sempurna. Daya tahan otot-otot inti harus ditingkatkan melalui pelatihan untuk mendukung upaya peningkatan kemampuan lokomotor anak-anak dengan Down syndrome.
Latihan Berbasis Permainan dan Keseimbangan Dinamis Terhadap Daya Tahan Otot Inti Anak dengan Down Syndrome: Investigasi Efek dan Interaksi Anugrah, Tama
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6980

Abstract

Anak dengan Down syndrome (DS) mengalami masalah keseimbangan tubuh yang dapat melemahkan daya tahan otot inti. Latihan melalui permainan, bagaimanapun dapat meningkatkan daya tahan otot inti. Oleh karena itu, riset ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh dan interaksi antara latihan berbasis permainan dan tingkat keseimbangan tubuh dinamis terhadap daya tahan otot inti anak dengan DS. Riset menggunakan sampel berjumlah 16 dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan tingkat keseimbangan tubuh dinamis (Tinggi vs. Rendah) dan latihan berbasis permainan (Ular Tangga vs. Engklek). Functional reach test sebagai tes keseimbangan dinamis dan daya tahan otot inti dinilai menggunakan plank test. Data selisih dari pretest dan posttest sebagai data yang dianalisis menggunakan teknik ANOVA dua arah dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil riset menunjukkan efek utama yang signifikan untuk jenis latihan terhadap daya tahan otot inti, efek utama yang signifikan untuk tingkat keseimbangan terhadap daya tahan otot inti, dan interaksi yang signifikan. Engklek tepat untuk anak DS dengan keseimbangan dinamis tinggi, sedangkan Ular Tangga tepat untuk anak DS dengan keseimbangan dinamis rendah untuk meningkatkan daya tahan otot inti. Temuan ini dapat menjadi acuan pengembangan program latihan berbasis permainan yang disesuaikan dengan kondisi motorik anak-anak DS.
Motivation Analysis of Students of IT Unggul Ad Durrah in Participating in Elementary School Swimming Lessons Sary, Dewi Maya; Sirait, Rizky Purnama; Bangun, Arti Kurniaty; Anugrah, Tama; Angga, Syifa Ainun; Lumbantobing, Radja Sihombing Esrauli; Afarin, Fadya
Journal of Foundational Learning and Child Development Vol. 1 No. 02 (2025): Transforming Foundational Learning: Evidence-Based Practices in Early and Prim
Publisher : CV. INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/ChildDev.v1i02.10

Abstract

Purpose of the study: This study aimed to analyze the motivational factors influencing elementary school students' participation in swimming lessons at IT Unggul Ad Durrah Medan, Indonesia, and to identify key predictors of student engagement in aquatic activities. Materials and methods: A cross-sectional quantitative study was conducted with 156 elementary students (ages 7-12) from IT Unggul Ad Durrah. Data collection utilized the Sport Motivation Scale-28 (SMS-28) adapted for swimming contexts, demographic questionnaires, and participation records. Statistical analyses were performed using SPSS v27, including descriptive statistics, correlation analysis, and multiple regression. Results: Results revealed that intrinsic motivation (M = 4.23, SD = 0.87) was the strongest predictor of swimming participation, followed by identified regulation (M = 3.89, SD = 0.92). Significant gender differences were observed (p < 0.05), with female students showing higher levels of intrinsic motivation. Age was negatively correlated with external regulation (r = -0.34, p < 0.01). Conclusions: Intrinsic motivation significantly influences elementary students' participation in swimming lessons. Educational interventions should focus on fostering autonomous motivation while considering gender and age-related differences in motivational profiles.
Intra-Day Reliability of the Hand-Touch Reaction Test in Adolescents with Down Syndrome Anugrah, Tama; Sumaryanti, Sumaryanti; Ambardini, Rachmah Laksmi; Nugroho, Agung; Mustafa, Pinton Setya; Nurhidayah, Dewi; Putra, Andra Rizky
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v10i1.3785

Abstract

Reaction-time assessment can be challenging in adolescents with Down syndrome because testing procedures may require sustained attention, comprehension of instructions, and coordinated sensory-motor responses. The hand-touch reaction test is a low-cost field test involving an auditory color cue followed by movement to and hand contact with a corresponding-colored cone. Although the test has been used in typically developing school populations, evidence concerning its reliability in adolescents with Down syndrome is limited. This study examined the intra-day reliability of the hand-touch reaction test in adolescents with Down syndrome. Thirty adolescents with Down syndrome aged 14–18 years participated in four testing sessions conducted on the same day. In each session, participants completed four trials with randomized left/right color cues; the fastest trial was retained as the session score. Reliability across the four session scores was examined using a two-way mixed-effects intraclass correlation coefficient (ICC) with an absolute-agreement definition and 95% confidence intervals. Analyses were conducted in IBM SPSS Statistics version 25. Mean response times across the four sessions were 3.690 ± 0.571 s, 3.747 ± 0.527 s, 3.659 ± 0.618 s, and 3.659 ± 0.451 s, respectively. The single-measure ICC was 0.849 (95% CI 0.757–0.916), whereas the average-measure ICC was 0.957 (95% CI 0.926–0.978). These estimates indicate high consistency across repeated same-day administrations. The hand-touch reaction test demonstrated high intra-day reliability in this sample of adolescents with Down syndrome. The findings support its use as a practical field-based measure of the test performance captured by this protocol. However, because all sessions occurred on the same day and timing relied on a manual stopwatch, further studies should examine inter-day reliability and measurement error before the test is used for clinical decision-making or individual monitoring.