Alamsyah, Randy Putra
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Shifatul Huruf Rangkuti, Intan Nabila; Ramadhina, Sri Ratu; Alamsyah, Randy Putra; Abbas, Mardhiah; Ritonga, Rabiyatul Adawiyah; Ihsan, Muhammad Naufal; Khudri, Syaidil
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2280

Abstract

Shifatul Huruf sebagai salah satu komponen utama dalam ilmu tajwid yang berfungsi menjaga ketepatan dan keindahan bacaan Al-Qur’an. Shifatul Huruf adalah sifat-sifat yang melekat pada setiap huruf hijaiyah yang berperan membedakan karakter suara antarhuruf, baik dari segi kekuatan, ketebalan, keluarnya udara, maupun cara pengucapannya. Pemahaman sifat huruf menjadi sangat penting karena kesalahan dalam melafalkan huruf dapat menyebabkan perubahan makna ayat Al-Qur’an. Melalui kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, serta referensi keilmuan tajwid klasik dan modern, penelitian ini menguraikan definisi, pembagian sifat huruf, contoh penerapan, serta urgensinya dalam pembacaan Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan sifat huruf tidak hanya membantu pembaca melafalkan huruf secara tepat, tetapi juga meningkatkan kualitas bacaan, mempermudah menghindari kesalahan tajwid, serta menjaga kemurnian lafaz Al-Qur’an sebagaimana diwariskan dari Rasulullah SAW. Dengan demikian, mempelajari Shifatul Huruf merupakan bagian integral dari upaya membangun kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih, benar, dan sesuai tuntunan syariat.
Hukum Mim Sukun Dalam Ilmu Tajwid: Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi, Dan Izhar Syafawi Alamsyah, Randy Putra; Abbas, Mardhiah; Nasution, Marwati Febria; Manik, Karizza Az zahra; Azzahra, Fatimah; Al-Aziz, Mahiruddin; Pratama, Indra
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2307

Abstract

Artikel ini membahas salah satu bagian penting dalam ilmu tajwid, yaitu hukum bacaan Mim Sukun. Tajwid sendiri merupakan ilmu yang mengajarkan bagaimana huruf-huruf dalam Al-Qur’an harus dibaca sesuai dengan aturan yang benar. Dalam ajaran Islam, mempelajari tajwid menjadi hal yang penting karena berhubungan langsung dengan cara menjaga keaslian bacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satu huruf yang memiliki ketentuan khusus dalam tajwid adalah huruf mim ketika berada dalam keadaan mati atau tanpa harakat, yang dikenal sebagai Mim Sukun. Mim Sukun dapat muncul di tengah maupun di akhir kata dan biasanya ditandai dengan ketiadaan harakat atau tanda khusus dalam mushaf standar. Hukum Mim Sukun terbagi menjadi tiga macam, yaitu Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi, dan Izhar Syafawi. Ketiga aturan ini muncul berdasarkan huruf yang datang sesudah Mim Sukun. Ikhfa Syafawi berlaku ketika Mim Sukun bertemu huruf ba dan dibaca dengan bunyi samar yang disertai dengungan. Idgham Mimi terjadi apabila Mim Sukun diikuti huruf mim, sehingga kedua bunyi huruf tersebut dilebur menjadi satu dengan tambahan dengungan. Sementara itu, Izhar Syafawi berlaku ketika Mim Sukun bertemu huruf selain mim dan ba, dan hukum ini dibaca secara jelas tanpa dengungan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan ketiga hukum tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami agar para pembelajar Al-Qur’an dapat menerapkannya secara benar. Melalui penjelasan yang runtut dan sederhana, penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dasar mengenai tajwid, khususnya pada hukum Mim Sukun.
Exploring Graduate Students’ Motivations and Institutional Challenge in Conducting Interdisciplinary Islamic Research at Higher Education Nuryaman, Nuryaman; Ma’rufah, Hafidhoh; Alamsyah, Randy Putra
EDUKASIA Vol 20, No 1 (2025): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v20i1.30257

Abstract

While offering the advantage of addressing complex problems, interdisciplinary researchers still face a range of significant challenges. This study investigates graduate students' motivations and challenges in conducting interdisciplinary Islamic research. This study employed a quantitative survey method using a Likert-scale questionnaire distributed to 106 purposively master's and doctoral students elected at Graduate School of UIN Jakarta, with data analyzed through descriptive statistics. The study found that the primary motivation for students to conduct interdisciplinary research in Islamic studies is the desire to solve complex societal problems, followed by the pursuit of practical solutions and self development, while the motivation for obtaining funding or advancing academic careers rank lowest. Students face challenges, such as differences in scientific disciplines, limited methodological grasp, and knowledge gaps with lecturers and peers. This research contributes to enhance academic curricula and institutional support for fostering effective interdisciplinary research in Muslim-majority contexts.