Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Pernikahan Hasibuan, Naufal Arib Maulana; Abbas, Mardhiah; Hasibuan, Rahmat Hidayat; Nurdilah, Riski; Ritonga, Baharuddin Yusuf; Natasya, Ayu; Rambe, Alfa Ridha; Siregar, Rusdi Satriawan
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4731

Abstract

This study aims to analyze the rights and obligations of spouses in marriage according to law and social norms in Indonesia. Using a qualitative method with a case study approach, data were collected through in-depth interviews and analysis of legal documents related to marriage. The results indicate that the rights and obligations of husband and wife in Indonesia are often imbalanced, with husbands being more inclined to act as breadwinners and wives bearing more household responsibilities. Additionally, the findings reveal a gap between written law and practice in the field. The conclusion suggests that better education for married couples about their rights and obligations is needed, as well as stricter law enforcement to ensure marriage equality.
Ritual Upa Upa Tondi Mandailing: Jejak Kultural dan Kritik Teologis Islam Bais, Abdul; Abbas, Mardhiah
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v25i1.5642

Abstract

Upa Upa Tondi is a cultural tradition that is still preserved by Mandailing ethnic communities, but its suitability with Islamic aqidah needs to be reviewed. This tradition is believed to contain elements of spiritual support, but potentially contains values that are contrary to the principle of tawhid. The purpose of this study is to examine the meaning and implementation of the tradition and critically analyze it from the perspective of Islamic aqidah in order to find a balance point between cultural preservation and purity of faith. The research uses a qualitative method with a social theology approach, collecting data through observation and interviews with traditional and religious figures. The findings show that this tradition contains positive social values such as solidarity, empathy, and communal care. However, from an Islamic theological perspective, this practice requires critical evaluation to ensure it does not deviate from the principle of tawhid, especially regarding beliefs in spiritual elements not based on Islamic teachings. Therefore, a wise and educational approach is needed so that this tradition can continue to be preserved within the framework of pure Islamic values.  
Pemahaman Shifatul Huruf Rangkuti, Intan Nabila; Ramadhina, Sri Ratu; Alamsyah, Randy Putra; Abbas, Mardhiah; Ritonga, Rabiyatul Adawiyah; Ihsan, Muhammad Naufal; Khudri, Syaidil
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2280

Abstract

Shifatul Huruf sebagai salah satu komponen utama dalam ilmu tajwid yang berfungsi menjaga ketepatan dan keindahan bacaan Al-Qur’an. Shifatul Huruf adalah sifat-sifat yang melekat pada setiap huruf hijaiyah yang berperan membedakan karakter suara antarhuruf, baik dari segi kekuatan, ketebalan, keluarnya udara, maupun cara pengucapannya. Pemahaman sifat huruf menjadi sangat penting karena kesalahan dalam melafalkan huruf dapat menyebabkan perubahan makna ayat Al-Qur’an. Melalui kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, serta referensi keilmuan tajwid klasik dan modern, penelitian ini menguraikan definisi, pembagian sifat huruf, contoh penerapan, serta urgensinya dalam pembacaan Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan sifat huruf tidak hanya membantu pembaca melafalkan huruf secara tepat, tetapi juga meningkatkan kualitas bacaan, mempermudah menghindari kesalahan tajwid, serta menjaga kemurnian lafaz Al-Qur’an sebagaimana diwariskan dari Rasulullah SAW. Dengan demikian, mempelajari Shifatul Huruf merupakan bagian integral dari upaya membangun kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih, benar, dan sesuai tuntunan syariat.
Hukum Mim Sukun Dalam Ilmu Tajwid: Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi, Dan Izhar Syafawi Alamsyah, Randy Putra; Abbas, Mardhiah; Nasution, Marwati Febria; Manik, Karizza Az zahra; Azzahra, Fatimah; Al-Aziz, Mahiruddin; Pratama, Indra
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2307

Abstract

Artikel ini membahas salah satu bagian penting dalam ilmu tajwid, yaitu hukum bacaan Mim Sukun. Tajwid sendiri merupakan ilmu yang mengajarkan bagaimana huruf-huruf dalam Al-Qur’an harus dibaca sesuai dengan aturan yang benar. Dalam ajaran Islam, mempelajari tajwid menjadi hal yang penting karena berhubungan langsung dengan cara menjaga keaslian bacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satu huruf yang memiliki ketentuan khusus dalam tajwid adalah huruf mim ketika berada dalam keadaan mati atau tanpa harakat, yang dikenal sebagai Mim Sukun. Mim Sukun dapat muncul di tengah maupun di akhir kata dan biasanya ditandai dengan ketiadaan harakat atau tanda khusus dalam mushaf standar. Hukum Mim Sukun terbagi menjadi tiga macam, yaitu Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi, dan Izhar Syafawi. Ketiga aturan ini muncul berdasarkan huruf yang datang sesudah Mim Sukun. Ikhfa Syafawi berlaku ketika Mim Sukun bertemu huruf ba dan dibaca dengan bunyi samar yang disertai dengungan. Idgham Mimi terjadi apabila Mim Sukun diikuti huruf mim, sehingga kedua bunyi huruf tersebut dilebur menjadi satu dengan tambahan dengungan. Sementara itu, Izhar Syafawi berlaku ketika Mim Sukun bertemu huruf selain mim dan ba, dan hukum ini dibaca secara jelas tanpa dengungan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan ketiga hukum tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami agar para pembelajar Al-Qur’an dapat menerapkannya secara benar. Melalui penjelasan yang runtut dan sederhana, penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dasar mengenai tajwid, khususnya pada hukum Mim Sukun.
Soren Kierkegard Abbas, Mardhiah; Andriani, Annisa Ulfa; Fadillah, Heny; Sinulingga, Aldi Alfarel
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/01e9jz79

Abstract

Krisis eksistensial dan spiritual merupakan persoalan fundamental yang dihadapi generasi muda modern di tengah dominasi rasionalisme, idealisme, dan realitas digital, yang cenderung mengikis subjektivitas dan eksistensi otentik. Fenomena ini menyebabkan individu merasa terasing, kehilangan makna, dan rentan terjebak dalam gaya hidup estetik yang dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali Filsafat Eksistensialisme Religius Søren Aabye Kierkegaard sebagai kerangka teoretis untuk mengatasi tantangan tersebut. Kajian ini berfokus pada analisis pemikiran pokok Kierkegaard mengenai kebebasan individu, tiga tahapan eksistensi (estetik, etik, dan religius), dan konsep "lompatan iman" (leap of faith), yang secara unik menempatkan Tuhan sebagai pusat eksistensi sejati. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Kierkegaard, yang mengedepankan eksistensi individu yang konkret, bebas, dan bertanggung jawab, menawarkan solusi fundamental untuk mengatasi krisis spiritualitas di era digital. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyoroti relevansi abadi filsafat Kierkegaard dalam mempromosikan pemahaman mendalam tentang subjektivitas dan mendorong individu modern untuk mencapai kehidupan spiritual yang otentik di tengah kompleksitas dunia kontemporer.
Edmund Husserl Adawiyah, Rabiatul; Mulia, Sukma; Siagian, Suwandi Mikail; Abbas, Mardhiah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zxv5m527

Abstract

Edmund Husserl dikenal sebagai tokoh yang membangun dasar fenomenologi modern, yaitu cara memahami dunia melalui pengalaman manusia secara langsung. Ia mengkritik pandangan ilmiah yang hanya melihat sesuatu secara objektif tanpa memperhatikan bagaimana manusia mengalaminya. Dengan konsep epoche (menunda penilaian) dan tiga bentuk reduksi: fenomenologis, eidetis, dan‎ transendental. Husserl mengajak kita untuk melihat suatu fenomena apa adanya, hingga menemukan makna terdalam yang hadir dalam kesadaran. Kajian ini disusun melalui studi kepustakaan menggunakan berbagai buku dan tulisan tentang pemikiran Husserl. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan seperti intensionalitas (kesadaran yang selalu mengarah pada sesuatu), intersubjektivitas (hubungan antar-kesadaran), dan lifeworld (dunia kehidupan sehari-hari) sangat‎ berpengaruh dalam pengembangan filsafat, psikologi, ilmu sosial, dan bidang‎ humaniora lainnya. Walaupun pemikirannya dinilai kurang memberikan ruang bagi‎ aspek ketuhanan, fenomenologi Husserl tetap memberikan kontribusi penting‎ dalam memahami pengalaman manusia secara lebih utuh dan mendalam di era sekarang. ‎
CHILD PROTECTION INSTITUTIONS AS AN IMPLEMENTATION OF THE VALUE OF RAHMATAN LIL 'ALAMIN IN ISLAMIC FAITH Putri, Astri Amanda; Lubis, Maulida Rahmi; Abbas, Mardhiah
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 2 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/6da12a56

Abstract

The value of Rahmatan lil 'alamin in Islamic creed emphasizes compassion, justice, and protection for all beings, including children as a vulnerable group. This study aims to analyze the role of child protection institutions as an implementation of the value of Rahmatan lil 'alamin from the perspective of Islamic aqidah. The research uses a qualitative approach through library research by examining relevant literature on Islamic creed and child protection. The findings indicate that child protection institutions play an important role in realizing the value of compassion through efforts to prevent violence, fulfill children's rights, and provide legal and social protection. This implementation shows that child protection is not only a social and legal obligation but also has a theological foundation in Islam as a manifestation of mercy for all creation.