Halmina Ilyas
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN PASCASTROKE DI RUANG POLI SARAF RUMAH SAKIT PELAMONIA MAKASSAR Halmina Ilyas; Tenri Ukke
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.291

Abstract

Stroke merupakan gangguan peredaraan darah otak baik karena iskemik (Non Hemoragik stroke) maupun hemoragik (Hemoragik Stroke), yang menyebabkan kurangnya pasokan darah menuju otak. Depresi adalah gangguan emosi yang dirasakan seseorang yang dapat membuatnya merasa sedih dan tidak berdaya. Prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1‰, tertinggi di provinsi Sulawesi Selatan (17,9‰) dan terendah provinsi Papua Barat, Lampung, dan Jambi (5,3‰). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi pada pasien pascastroke di ruang Poli Saraf Rumah Sakit Pelamonia Makassar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian survey deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel pada penelitian ini adalah pasien pascastroke sebanyak 38 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 38 responden (100,0%) yang Iskemik (Non Hemoragik Stroke) sebanyak 33 responden (86,8%) dan Hemoragik (Hemoragik Stroke) sebanyak 5 responden (13,2%). Untuk Kejadian depresi dari 38 responden (100,0%) kejadian depresi tertinggi adalah depresi ringan sebanyak 9 responden (23,7%) dan terendah adalah responden yang tidak depresi sebanyak 6 responden (15,8%).Simpulan dari penelitian ini, kejadian depresi pada pasien pascastroke di Poli Saraf Rumah Sakit Pelamonia Makassar yaitu sebagian besar mengalami Non Hemoragik Stroke dan sebagian besar depresi ringan. Pasien disarankan untuk mengurangi atau mencegah aterosklerosis dan Obstructive Sleep Apnea pada saat tidur dengan menjaga pola hidup seperti sering berolahraga, menjaga berat badan, dan rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan. Hal ini berguna untuk menghindari terjadinya stroke iskemik atau Non Hemoragik Stroke. dan disarankan kepada responden untuk selalu memandang positif stressor yang dialami.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI PUSKESMAS MANGASA MAKASSAR Halmina Ilyas; Sri Sartika JR
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.292

Abstract

Diabetes melitus gestasional merupakan keadaan glukosa yang intoleran terjadi pada saat kehamilan, menimbulkan bahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Dalam teori Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sekitar 50% ibu dengan diabetes melitus gestasional berkembang menjadi diabetes tipe 2, apabila setelah persalinan terjadi dan masih menunjukkan kadar gula darah tinggi, maka penderita berisiko berlanjut terkena diabetes tipe 2 atau terjadi diabetes melitus gestasional yang berulang pada 3 masa yang akan datang. Sedangkan untuk janin sekitar 15-45% bayi baru lahir mengalami berat lahir > 4.000 g,bayi dalam kandungan menyimpan kelebihan gula yang diterimanya dari aliran darah ibu sebagai lemak, sehingga bayi dalam kandungan bisa tumbuh lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang diabetes melitus gestasional. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan desain purposive sampling. Lokasi penelitian di wilayah kerja puskesmas mangasa Makassar dengan populasi sebanyak 919 dan 91 sampel dengan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 91 responden, gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil yaitu pengetahuan yang cukup berjumlah 55 responden dengan sikap negatif 4 (7,3%) sikap positif 51 (92,7%) sedangkan pengetahuan baik berjumlah 36 responden semuanya memiliki sikap yang positif 36 (100,0%). Kesimpulan dalam penelitian ini gambaran pengetahuan ibu hamil didapatkanlebih dari setengah responden mempunyai pengetahuan yang kurang, sedangkan sikap ibu hamil hampir seluruh responden mempunyai sikap yang positif. Disarankan pada penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian dengan melakukan kontrol gula sebelumnya dalam melakukan penelitian agar mengetahui normalnya kadar gula darah responden.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA MAKASSAR Halmina Ilyas; Andi Ayumar; Risman Kadir
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.407

Abstract

Latar belakang: Lansia umumnya mengalami berbagai penyakit degeneratif akibat terjadinya penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di tahun 2020 jumlah populasi penduduk yang berusia 60 tahun ke atas yang ada di dunia telah melebihi jumlah anak di bawah 5 tahun, atau bisa di katakan meningkat dari 1 miliar penduduk menjadi 1,4 miliar dan di Indonesia sendiri hampir tiga dari sepuluh (29,52%) rumah tangga di Indonesia dihuni oleh lansia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini lansia yang berumur lebih dari 60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya yang berjumlah 3406 pada tahun 2022 dengan jumlah sampel 180 yang diambil menggunakan teknik pulrposivel sampling. Hasil: uji chi square diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ<α = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara peran keluarga kualitsa hidup lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Kesimpulan: terdapat hubungan antara peran keluarga kualitsa hidup lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Disarankan kepada keluarga agar tetap mempertahankan dukungan yang baik kepada lansia dan kepada lansia agar tetap mempertahankan kualitas hidup dengan cara berolahraga secara teratur.
PELATIHAN TANGGAP DARURAT DAN PERTOLONGAN PERTAMA KEBAKARAN DI UPT SMA NEGERI 7 SINJAI Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Andi Ayumar; Nurul Mutmainnah; Eka Tristiawati; Siti Humairah; Yosina Naomi Leterulu; Sarifa Ulang Sari; Agung Pratama Afandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.601

Abstract

Latar belakang: Peristiwa kebakaran termasuk dalam kategori situasi darurat yang kerap terjadi dan berpotensi menyebabkan dampak kerugian yang signifikan., terutama di lingkungan sekolah. Minimnya pengetahuan siswa mengenai penanggulangan kebakaran menuntut perlunya edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan siswa dalam merespons situasi darurat kebakaran melalui pelatihan kesiapsiagaan serta pemberian pertolongan pertama terhadap luka bakar. Metode: Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), simulasi evakuasi kebakaran, serta praktik penanganan luka bakar menggunakan media molase. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test dari 22 siswa yang menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) di UPT SMA Negeri 7 Sinjai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan. Pada seluruh indikator, seperti penyebab kebakaran, unsur api, cara pemadaman, jenis luka bakar, dan penanganannya, skor jawaban benar meningkat secara signifikan pada post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulan: Pelatihan tanggap darurat terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa menghadapi kebakaran serta memberikan keterampilan dasar pertolongan pertama yang penting diterapkan dalam situasi darurat.