Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Kesehatan Mental dengan Gangguan Menstruasi Remaja Gen Z Winengsih, Ecih; Lubis, Tika; Khofiati, Khofiati; Rahmah, Nazwa Nisrina
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1114

Abstract

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah terkait dengan kesehatan mental remaja dan gangguan siklus menstruasi. Terdapat 90% remaja Gen Z mengalami permasalahan kesehatan mental (gangguan kecemasan, stres, depresi dll) yang berdampak pada gangguan siklus menstruasi (dismenore, menorrhagia, metorrargia dll). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kesehatan mental dengan gangguan siklus menstruasi Remaja Gen Z di SMAN 1 Rancaekek. Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 69 remaja putri yang dipilih proporsionat random sampling. Identifikasi terhadap kesehatan mental remaja menggunakan instrument SRQ-29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapah hubungan antara kesehatan mental dengan gangguan menstruasi yang dialami remaja putri dengan nilai p=0,017. maka terdapat hubungan antara mental health remaja Gen Z dengan kejadian gangguan menstruasi Kesimpulan Kesehatan mental yang tidak stabil atau terganggu dapat mempengaruhi kesehatan fisik seperti gangguan menstruasi.
Deteksi Kesehatan Mental dengan Gangguan Menstruasi Remaja Gen Z Winengsih, Ecih; Lubis, Tika; Khofiati, Khofiati; Rahmah, Nazwa Nisrina
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1114

Abstract

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah terkait dengan kesehatan mental remaja dan gangguan siklus menstruasi. Terdapat 90% remaja Gen Z mengalami permasalahan kesehatan mental (gangguan kecemasan, stres, depresi dll) yang berdampak pada gangguan siklus menstruasi (dismenore, menorrhagia, metorrargia dll). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kesehatan mental dengan gangguan siklus menstruasi Remaja Gen Z di SMAN 1 Rancaekek. Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 69 remaja putri yang dipilih proporsionat random sampling. Identifikasi terhadap kesehatan mental remaja menggunakan instrument SRQ-29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapah hubungan antara kesehatan mental dengan gangguan menstruasi yang dialami remaja putri dengan nilai p=0,017. maka terdapat hubungan antara mental health remaja Gen Z dengan kejadian gangguan menstruasi Kesimpulan Kesehatan mental yang tidak stabil atau terganggu dapat mempengaruhi kesehatan fisik seperti gangguan menstruasi.
Sexsual Awareness for Education Melalui Media Puzzle Sebagai Upaya Pencegahan Seks Bebas Di SMK Yadika 2 Cijagra Paseh Winengsih, Ecih; Kurniawati, Ratna Dian; Noprianty, Richa; Munawaroh, Madinatul; Sutriyawan, Agung; Marton, Rizma Raisa; Rahmah, Nazwa Nisrina; Charlina, Yolla; Susanti, Susi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ggexwg18

Abstract

Permasalahan rendahnya pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi dan risiko seks bebas masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bandung. Data BPS 2024 menunjukkan 5,78% perempuan usia 20–24 tahun di Jawa Barat menikah atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun, dengan peningkatan kasus signifikan di wilayah Kabupaten Bandung. Laporan DP2KBP3A juga mencatat kenaikan kasus pernikahan dini dari 1.962 kasus (2021) menjadi 1.998 kasus (2023). Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai bahaya seks bebas melalui program Sexual Awareness for Education berbasis media puzzle edukatif sebagai metode belajar interaktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Media puzzle dikembangkan untuk menjelaskan konsep seks bebas, risiko kesehatan, dampak sosial, serta strategi pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok, pemaparan materi, simulasi permainan puzzle, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait risiko seks bebas serta meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi langkah pencegahan perilaku seksual berisiko. Selain itu, media puzzle terbukti menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Program ini memberikan model edukasi kreatif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai upaya pencegahan permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Sexual Awareness for Education Through Puzzle Media as an Effort to Prevent Free Sex at SMK Yadika 2 Cijagra Paseh The issue of low adolescent knowledge regarding reproductive health and the risks of free sex remains a serious challenge in Bandung Regency. Data from BPS 2024 indicate that 5.78% of women aged 20–24 in West Java were married or cohabiting before the age of 18, with a significant increase recorded in Bandung Regency. Reports from DP2KBP3A also show a rise in early marriage cases from 1,962 cases in 2021 to 1,998 cases in 2023. This community service study aims to improve adolescents’ awareness of the dangers of free sex through the “Sexual Awareness for Education” program utilizing educational puzzle media as an interactive learning method. The method applied was a participatory educational approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The puzzle media was developed to explain the concept of free sex, health risks, social impacts, and preventive strategies. Activities included group discussions, material presentations, puzzle simulations, and evaluation using pre- and post-tests. The results showed an increase in students’ understanding of the risks associated with free sex and an improvement in their ability to identify preventive measures against risky sexual behavior. Moreover, the puzzle media succeeded in creating a more active and engaging learning atmosphere. This program offers a creative educational model that can be implemented sustainably by schools as an effort to prevent adolescent reproductive health problems