Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dewantara Journal of Technology

Effect of Land Use Change on Groundwater Recharge Potential in the Water Catchment Areas of East Balikpapan Pamungkas, Srirahadita; Wildania Al Gani, Akhmel; Adhar, Khairunnisa
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 1
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balikpapan City has experienced consistent population growth, with an increase of 19,000 residents in 2023 and an additional 4,600 people between January and March 2024. This population growth has significantly impacted land demand, particularly in East Balikpapan District, which covers an area of 137.16 km² with a population of 102,959 and a population density of 868.04 people/km². According to Balikpapan Mayor Regulation No. 22 of 2021 on the Detailed Spatial Plan (RDTR), and based on the Strategic Environmental Assessment (KLHS), a total of 630.34 hectares has been designated as water catchment zones across the sub-districts of Manggar, Manggar Baru, and Lamaru. However, the 2021–2026 Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) of Balikpapan indicates ongoing land use mismatches due to community practices that are inconsistent with spatial allocations. The 2023 Balikpapan Environmental Protection and Management Plan (RPPLH), through the DPSIR (Driving Force–Pressure–State–Impact–Response) analysis, indicates a decline in environmental carrying capacity caused by unplanned land clearing, reduced open spaces, and the shrinking of both water catchment areas and forest zones. An analysis of water catchment potential shows a notable shift: in 2014, 74% of the area was considered less suitable; in 2019, 58% was moderately suitable; and by 2024, 86% was moderately suitable. Land use conversion predominantly occurred between 2014–2019, with 136.99 hectares changing from fields/gardens to forest, and between 2019–2024, from forest to shrubs—both within high-potential zones.
Analisis IFAS EFAS Infrastruktur Wisata Pantai Corong Berdasarkan Kriteria Pengembangan Pariwisata 6A Adhar, Khairunnisa; Pamungkas, Srirahadita; Syafitri, Elin Diyah; Ilhami, Putri Fatimatuzzahroh
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 1
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Corong merupakah salah satu wisata bahari di Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan infrastruktur wisata Pantai Corong di Kabupaten Penajam Paser Utara melalui analisis IFAS dan EFAS berdasarkan pendekatan 6A (Attraction, Accessibility, Amenities, Accommodation, Ancillary, dan Activities). Metode yang digunakan adalah mix methods yaitu menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Faktor internal dan eksternal dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan kawasan. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor 0,15 dan EFAS sebesar 0,46, yang menunjukkan bahwa Pantai Corong memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar dibanding kelemahan dan ancaman. Kawasan ini berada pada kuadran I dalam matriks SWOT, menandakan posisi strategis untuk pertumbuhan. Daya tarik alam, festival layang-layang, dukungan Pokdarwis, dan aktivitas wisata menjadi kekuatan utama, sementara peluang berasal dari dukungan pemerintah dan potensi kolaborasi dengan UMKM. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan agresif dengan mengoptimalkan potensi internal, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan wisata yang berkelanjutan.