Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TEKS HIKAYAT BERMUATAN KEARIFAN LOKAL MAKASSAR UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MENULIS KREATIF SISWA Sahriani; Hasbi, Nur; Nurrahma; Safitri, Nur Anita Syamsi; Asdah, Atikah Nurul
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara terpenting untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari adalah melalui tulisan. Siswa yang menjadi penulis yang cakap mampu mengartikulasikan ide, perasaan, dan pikiran mereka dengan cara yang jelas dan teratur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih kemampuan menulis kreatif siswa melalui teks hikayat bermuatan kearifan lokal Makassar. Pelatihan dilaksanakan di SMKN 2 Gowa dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari siswa dan siswi kelas X. Metode pengabdian dilaksanakan dengan dua tahapan, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Hasil kegiatan ini, pengabdi berhasil menginspirasi, memperluas perspektif para peserta, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang menulis kreatif, sehingga peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan menulis kreatif.
P THE ROLE OF INFLUENCERS IN THE SPREAD OF NEW VOCABULARY Laeli Qadrianti; Gaffar, Muh. Syukri; Nurrahma; A. Anna Fauziah; Putri Amalia; Al Mutazam
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i1.9490

Abstract

The purpose of this study is to examine the role of influencers in the dissemination of new vocabulary through social media. This research employs a qualitative research method involving social media content analysis and literature review. The study focuses on the mechanisms of new vocabulary dissemination and its impact on social communication and the development of the Indonesian language. The findings reveal that influencers utilize social media platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube to create engaging and relevant content. Creative content in the form of short videos, memes, or interactive stories is often used to introduce new terms. Examples of vocabulary such as "Santuy," "Asyiap," and "Mager" have gained popularity through these platforms. Social media algorithms accelerate the spread of terms by increasing the visibility of content with high interaction. Additionally, direct interactions with followers through live broadcasts or Q&A sessions strengthen the emotional connection between influencers and their audience, facilitating the adoption of new vocabulary. The impact of this phenomenon is the enrichment of colloquial language, the creation of group identity, and the strengthening of relationships within digital communities. This phenomenon has also changed perceptions of the formality of the Indonesian language, with an increasing use of non-standard terms in various contexts, including in marketing. Some companies have even started adopting new vocabulary in their branding strategies. The contribution of this study can serve as a guide for educators and policymakers to understand the dynamics of language development among the younger generation, as well as to design language learning strategies that are more relevant to the language evolving on social media.
OPTIMALISASI LABORATORIUM BAHASA: STRATEGI MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAGI MAHASISWA BARU Safitri, Nur Anita Syamsi; Atikah Nurul Asdah; Shafariana; Nurrahma; Devi Apyunita
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyimak merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat diperlukan mahasiswa baru dalam menjalani proses perkuliahan secara efektif. Namun, sebagian besar mahasiswa baru menunjukkan kemampuan menyimak yang rendah yang berpengaruh terhadap pemahaman materi kuliah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa baru melalui optimalisasi laboratorium bahasa. Kegiatan dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar, dengan melibatkan 80 mahasiswa baru sebagai komunitas dampingan. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap: (1) perencanaan dan koordinasi bersama komunitas mahasiswa; (2) implementasi program pelatihan menyimak berbasis laboratorium bahasa; dan (3) evaluasi hasil serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor keterampilan menyimak dari rata-rata 68,2 menjadi 86,5. Selain itu, mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif dan apresiasi positif terhadap pendekatan pembelajaran yang digunakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa laboratorium bahasa, jika dioptimalkan secara terstruktur dan partisipatif, dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa baru.
PENDAMPINGAN MAHASISWA BARU TEKNIK ELEKTRO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROJECT CITIZEN Safitri, Nur Anita Syamsi; Atikah Nurul Asdah; Shafariana; Nurrahma; Muhammad Musawir
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi akademik dan berpikir kritis mahasiswa baru Program D4 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar melalui pendampingan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis model Project Citizen. Program ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan mahasiswa semester pertama sebagai peserta. Pendekatan Project Citizen dipilih karena mampu mengintegrasikan keterampilan berbahasa, berpikir kritis, dan pemecahan masalah nyata di lingkungan kampus. Pendampingan dilakukan melalui enam tahapan utama, yaitu identifikasi masalah publik, pemilihan isu prioritas, pengumpulan informasi, pengembangan portofolio, presentasi publik, serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis laporan ilmiah, menyusun argumen berbasis data, serta mengemukakan solusi kebijakan publik sederhana. Kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan kampus. Program pendampingan ini merekomendasikan penerapan model Project Citizen secara berkelanjutan dalam pembelajaran MKWK Bahasa Indonesia, khususnya di fakultas non-bahasa, untuk memperkuat literasi akademik dan karakter mahasiswa.
TREN GAYA BAHASA GENERASI Z ABAD 21: 21st CENTURY GENERATION Z LANGUAGE STYLE TRENDS Nurrahma; Laeli Qadrianti; Mirna; Nur Alim Nur; Wana Zulfiani
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4335

Abstract

Gaya Bahasa Generasi Z Tren Baru dalam Komunikasi Remaja Abad 21 Pendahuluan Generasi Z, atau yang juga dikenal sebagai I Generation, adalah generasi yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012. Adapun pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam, FGD, dan analisis wacana sangat efektif untuk menggali makna di balik penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa generasi Z mencerminkan adaptasi mereka terhadap perkembangan teknologi serta pergeseran budaya komunikasi di abad 21. Singkatan dan Akronim Salah satu ciri khas gaya bahasa generasi Z adalah penggunaan singkatan dan akronim yang semakin populer. Penggunaan singkatan ini memungkinkan mereka berkomunikasi secara lebih efisien, terutama dalam konteks pesan teks dan media sosial yang menuntut keringkasan. Bahasa Gaul dan Slang Generasi Z juga dikenal dengan penggunaan bahasa gaul dan slang yang khas. Mereka sering mengadopsi istilah-istilah baru yang muncul di media sosial atau dalam budaya pop. Dampak Teknologi Perkembangan teknologi digital dan media sosial memiliki pengaruh besar terhadap gaya bahasa generasi Z. Mereka terbiasa dengan komunikasi yang cepat, singkat, dan tidak formal, sesuai dengan karakteristik platform-platform digital yang mereka gunakan sehari-hari. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan berbahasa formal dan penguasaan tata bahasa yang lebih tradisional. Kesimpulan Gaya bahasa generasi Z mencerminkan adaptasi mereka terhadap perkembangan teknologi dan budaya komunikasi di abad 21.