Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN SENI RUPA DI RUANG PUBLIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP CITRA KOTA YOGYAKARTA Ismoyo, Sindu Lintang
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 3 No 2 (2025): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v3i2.1436

Abstract

Penelitian ini membahas tentang seni rupa publik di Kota Yogyakarta dan dampaknya terhadap masyarakat dan ruang publik kota. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dinamika seni rupa publik di Yogyakarta. Melalui analisis literatur dan survei lapangan, penelitian ini mengidentifikasi berbagai aspek, termasuk proses penciptaan, interaksi antara seniman dan masyarakat, serta kebijakan pemerintah terkait pengelolaan ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni rupa publik di Yogyakarta memiliki dampak yang signifikan, baik secara sosial maupun budaya. Seni rupa publik telah menjadi bagian integral dari identitas kota Yogyakarta dan memiliki potensi untuk memperkuat citra kota sebagai kota yang demokratis, kreatif, dan berbudaya. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika seni rupa publik, diharapkan dapat dirumuskan strategi pengelolaan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk masa depan kota ini.
Seni dan Demokrasi: Pemanfaatan Ruang Publik sebagai Sarana Ekspresi, Perlawanan, dan Advokasi oleh Komunitas Taring Padi Isvara, Aruna Langit; Ismoyo, Sindu Lintang
IRAMA Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v7i1.80314

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi menjaga ruang publik sebagai arena komunikasi dan pertukaran ide dalam menyuarakan aspirasi masyarakat marginal di tengah tantangan komersialisasi dan privatisasi ruang publik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunitas seni Taring Padi dalam memanfaatkan seni sebagai alat advokasi dan penyadaran publik untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan anggota komunitas, dan studi dokumentasi terhadap arsip karya dan manifesto Taring Padi. Data dianalisis secara tematik dengan memadukan teori demokrasi deliberatif dan konsep ruang publik Jurgen Habermas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Taring Padi berhasil memanfaatkan seni visual seperti mural, poster, dan baliho sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyuarakan isu-isu sosial, politik, dan lingkungan. Melalui pendekatan kolektif dan kolaboratif, komunitas ini menciptakan ruang publik yang inklusif, mendukung dialog terbuka, partisipasi aktif, dan prinsip kesetaraan. Penelitian ini menegaskan bahwa seni memiliki potensi besar sebagai instrumen advokasi dan pemberdayaan masyarakat dalam ruang publik.
Psikologi Warna dalam Desain Kemasan: Studi Kuasi-Eksperimental terhadap Preferensi dan Emosi Konsumen Ismoyo, Sindu Lintang
SPACEPRO: Product Design Jurnal Volume 3 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/spacepro.v3i1.5466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak psikologis dari elemen warna dalam desain kemasan berbasis emosi terhadap preferensi konsumen. Dengan menggunakan metode kuasi-eksperimental, penelitian ini menganalisis hubungan antara 25 perasaan positif yang muncul dari interaksi manusia dengan produk dan preferensi warna kemasan. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa di kota Yogyakarta yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel klaster. Data dikumpulkan melalui eksperimen langsung serta kuesioner yang mengukur respons emosional terhadap warna produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan preferensi konsumen. Analisis statistik dengan regresi bertahap dan regresi linier sederhana mengungkap bahwa aspek psikologis dari warna dapat membentuk asosiasi emosional yang kuat, sehingga mempengaruhi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa desain kemasan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika tetapi juga sebagai alat komunikasi emosional yang dapat memengaruhi perilaku konsumen. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi desainer dan pemasar dalam menciptakan strategi desain berbasis emosi yang lebih efektif, guna meningkatkan daya tarik dan nilai emosional suatu produk.
ART AS A MEDIUM OF DELIBERATION: A CASE STUDY OF PUBLIC SPACE UTILIZATION BY THE TARING PADI COMMUNITY Isvara, Aruna Langit; Ismoyo, Sindu Lintang
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 14 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v14i1.19284

Abstract

This study examines the role of art as a medium of deliberation in public spaces through a case study of the Taring Padi art community in Yogyakarta. Using a qualitative approach and a case study method, the research involved observations, in-depth interviews, and document analysis. Findings reveal that the Taring Padi community utilizes visual arts such as murals, posters, and billboards to voice social, political, and environmental issues, as well as to advocate for public rights. Through collective work, thematic discussions, and collaboration with local communities, the group creates inclusive and democratic public spaces aligned with the principles of deliberative democracy. Art serves not only as an aesthetic expression but also as a catalyst for social change, strengthening solidarity among marginalized communities. This research contributes to the literature on art, public spaces, and democracy by proposing an art-based advocacy model relevant to equitable development.
SENI RUPA SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN NEUROSAINS PADA ANAK: FINE ARTS AS A TOOL FOR DEVELOPING METACOGNITIVE AND NEUROSCIENCE SKILLS IN CHILDREN Ismoyo, Sindu Lintang
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 5 No. 1 (2024): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v5i1.128

Abstract

T This study explores the role of visual arts in developing children's metacognitive skills based on a neuroscience approach. Metacognition, which refers to an individual's awareness and control over their thinking processes, is a crucial skill in children's education to enhance problem-solving, critical thinking, and creativity. This research employs a descriptive-analytical approach through a literature review of various academic sources to analyze the relationship between visual arts, metacognition, and neuroscience in the context of children's education. The findings indicate that visual arts, through their explorative and expressive processes, effectively stimulate neuron development and neural connections in children's brains, as well as enhance metacognitive skills such as self-monitoring and learning strategy evaluation. Activities like drawing and painting not only boost creativity but also improve children's reflection and planning abilities. Integrating arts into the educational curriculum is expected to create a more holistic and effective learning environment, providing significant benefits for children's cognitive, emotional, and social development. This research underscores the importance of arts as an integral component in learning strategies to comprehensively develop students' potential. Penelitian ini mengeksplorasi peran seni rupa dalam pengembangan keterampilan metakognitif anak berdasarkan pendekatan neurosains. Metakognitif, yang merujuk pada kesadaran dan kontrol individu terhadap proses berpikirnya, merupakan keterampilan penting dalam pendidikan anak untuk meningkatkan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreatif. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis melalui tinjauan literatur dari berbagai sumber akademik untuk menganalisis hubungan antara seni rupa, metakognitif, dan neurosains dalam konteks pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni rupa, melalui proses eksploratif dan ekspresifnya, efektif dalam merangsang perkembangan neuron dan koneksi saraf di otak anak, serta meningkatkan keterampilan metakognitif seperti pemantauan diri dan evaluasi strategi belajar. Aktivitas seni seperti menggambar dan melukis tidak hanya meningkatkan kreativitas tetapi juga kemampuan refleksi dan perencanaan anak. Integrasi seni dalam kurikulum pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih holistik dan efektif, memberikan manfaat signifikan bagi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya seni sebagai komponen integral dalam strategi pembelajaran untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
Dinamika Kekuasaan dan Kepentingan dalam Industri Komik Indonesia: Pendekatan Teori Produksi Kultural Pierre Bourdieu Ismoyo, Sindu Lintang
DeKaVe Vol 17, No 1 (2024): DeKaVe Vol. 17 No. 1 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v17i1.12502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan memprediksi dinamika produksi seni dalam industri komik Indonesia dengan menggunakan perspektif teori arena produksi kultural oleh Pierre Bourdieu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menekankan pencarian deskripsi yang mendalam dan bermakna. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori arena produksi kultural Bourdieu memberikan wawasan tentang dinamika kekuasaan dan kepentingan dalam industri komik Indonesia. Pertarungan antara agen dan produsen mencerminkan tegangan antara berbagai jenis modal (ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik) yang digunakan untuk memengaruhi posisi dan kekuasaan dalam industri ini. Komikus dan penerbit berinteraksi dalam struktur industri yang kompleks, dan karya mereka tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sosial tetapi juga berpotensi mempengaruhi kondisi tersebut. Temuan ini menegaskan relevansi teori Bourdieu dalam memahami dinamika produksi seni di Indonesia, khususnya industri komik