Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH SUHU SINTESIS HIDROTERMAL TERHADAP SIFAT OPTIK KARBON DOTS TERDOPING NITROGEN (N-CDs) Fathah Dian Sari; Nurul Jannah; Sundari Desi Nuryanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.5078

Abstract

Karbon dots (CDs) telah menarik perhatian luas dalam berbagai aplikasi optik dan biomedis karena memliki sifat fluoresensi, stabilitas kimia, serta biokompatibilitas. Doping nitrogen diketahui dapat meningkatkan intensitas fluoresensi dan quantum yield (QY) dari CDs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu sintesis hidrotermal terhadap sifat optik karbon dots terdoping nitrogen (N-CDs) yang disintesis menggunakan rumput gajah sebagai sumber karbon dan etilendiamin sebagai sumber nitrogen. Karbon dots terdoping nitrogen disintesis pada berbagai suhu (150°C, 180°C, dan 200°C) dengan metode hidrotermal satu tahap. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektroskopi UV-Vis, spektrofluorometer, dan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi perubahan sifat optik dan mengetahui gugus fungsi N-CDs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu sintesis mempengaruhi pergeseran panjang gelombang emisi maksimum dan intensitas fluoresensi N-CDs. Pada suhu yang lebih tinggi, terjadi peningkatan delokalisasi elektron yang berkontribusi terhadap pergeseran emisi merah (red-shift), sedangkan pada suhu yang lebih rendah, N-CDs menunjukkan emisi biru (blue-shift) dengan intensitas yang lebih tinggi. Selain itu, analisis FTIR mengindikasikan perubahan gugus fungsi pada permukaan N-CDs akibat variasi suhu, yang berkontribusi terhadap perubahan sifat optik. Temuan ini memberikan wawasan lebih lanjut mengenai optimasi suhu sintesis hidrotermal dalam rekayasa sifat optik N-CDs untuk aplikasi di bidang sensor, bioimaging, dan optoelektronik.
Penentuan Kadar Kafein Dalam Kopi Bubuk Kemasan Sachet Berbagai Merek Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Sundari Desi Nuryanti; Wahyu Yuliana Solikah; Fathah Dian Sari; Adrian Priatno Listianto
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kafein dalam kopi bubuk kemasan sachet dari berbagai merek menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Sampel diperoleh dari beberapa merek kopi sachet, dan kadar kafein dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan metode Dragendorff dan Parry, yang mengonfirmasi keberadaan kafein di semua sampel. Analisis kuantitatif menggunakan HPLC menghasilkan kurva standar dengan hubungan linear yang baik (r = 0,999). Hasil menunjukkan kadar kafein bervariasi antara 28,9260 mg/kg hingga 58,0218 mg/kg, dengan sampel 4 memiliki kandungan tertinggi. Penelitian ini menegaskan keberadaan kafein di semua sampel kopi bubuk sachet, yang semuanya masih dalam batas aman berdasarkan standar yang ditetapkan Badan Standarisasi Nasional
Analisis Kadar Kafein dengan Metode Spektrofotometri pada Minuman Berenergi Sediaan Sachet yang Beredar di Sekitar Kasihan, Bantul Safridjal Nara Pratama; Alfiatul Azizah; Fatma Meiriani; Muhammad Abdurrahman Munir; Icha Trisnawati; Rio Gusraya Unaldi; Triyanti M Imam; Sundari Desi Nuryanti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.2242

Abstract

Kafein merupakan suatu senyawa organik yang mempunyai nama latin yaitu kafein, tein, atau 1,3,7- trimetilxantin. Senyawa ini terbentuk secara alami dan termasuk ke dalam turunan xantin-alkaloid. Kafein memiliki manfaat yang terbukti secara klinis di antaranya adalah relaksasi otot polos, stimulasi susunan syara pusat serta otot jantung. Preparasi larutan induk (1000mg/L) serta seri kadar diprepasi pada rentang 1-6 mg/L, yang memberikan persamaan garis Y= 0,1029x-0,0989 dengan nilai koefisien korelasi sebesar R2 = 0,909. Dari hasil analisis kuantitatif pada kopi dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, ada 6 sampel kopi yaitu sampel A, B, C, D, E, dan F yang dibaca dengan panjang gelombang 275 nm. Untuk membaca nilai  konsentrasi, masing-masing 100 mL sampel diambil 0,05 mL kemudian diencerkan dalam 3 mL akuades. Senyawa kafein dapat dianalisis dengan spektrofotometri karena memiliki gugus kromofor yang dapat menyerap radiasi atau panjang gelombang. Ekstraksi senyawa kafein dalam minuman berenergi dilakukan dengan metode corong pisah yang didasarkan pada perbedaan kepolaran pelarut. Semakin tinggi konsentrasi pelarut semakin besar absorbansinya. Nilai koefisien korelasi yang mendekati 1,0 menunjukkan korelasi yang sangat baik antara absorbansi dan kadar baku kafein sehingga persamaan regresi linier dapat digunakan untuk menentukan kadar kafein di dalam minuman.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Rodamin B pada Lipstik Bilqis Ardaffa Zulfa Nabila; Deni Ismail; Muhammad Abdurrahman Munir; Iin Nur Rahayu; Rafidah Nur Aini; Riko Dwi Martindo; Tiaz Safitri; Sundari Desi Nuryanti; Wahyu Yuliana Solikah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.2243

Abstract

Rodamin B adalah zat pewarna sintetik yang bisa digunakan untuk mewarnai kertas, tekstil dan tinta. Rodamin B dilarang penggunaannya menurut peraturan Mentreri kesehatan Republik Indonesia No.376/Menkes/Per/1990 karena dapat merusak hati, ginjal, dan limfa beserta perubahan anatomi pembesaran organ. Pada umumnya, rodamin B digunakan untuk mewarnai produk makanan, minuman, obat dan kosmetik bertujuan untuk mendapatkan warna yang lebih menarik. Dalam penelitian ini, metode kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk penentuan kadar rodamin B pada lipstik. Sampel diambil dari salah satul lipstik yang dijual di Pasar Bantul. Sample direndam menggunakan amonia dan penggunaan benang wol digunakan untuk menarik warna pada rodamin B, kemudian metode kromatografi lipis tipis dijalankan untuk identifikasi senyawa tersebut dengan menggunakan lampu UV (254 dan 366 nm). Metode spektrofotometri UV-Vis dilakukan untuk mengkuantifikasi kadar rodamin B. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada senyawa rodamin B pada sampel yang dipilih.
Uji Parameter Standarisasi dan Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dari Kebun Tanaman Obat Farmasi Universitas Ata Yogyakarta dengan Metode DPPH emelda emelda; Metha Wulandari; Sundari Desi Nuryanti; Daru Estiningsih; Nurul Kusumawardani
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.4984

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk menetralkan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel biologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan yang signifikan adalah bunga telang. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan.Proses standarisasi diperlukan untuk memastikan kualitas dan konsistensi ekstrak bunga telang dalam pembuatan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standarisasi serta aktivitas antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang diperoleh dari tanaman obat farmasi Universitas Alma Ata dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan tanaman terhadap pelarut sebesar 1:10. Penelitian mencakup uji standarisasi spesifik dan non-spesifik untuk menilai kualitas ekstrak, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan potensi ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak etanol 70% bunga telang memenuhi standarisasi parameter spesifik (organoleptik, mikroskopik, skrining fitokimia)  dan non-spesifik (susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol bunga telang diukur dengan nilai IC50 dan diperoleh hasil sebesar 58,78 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.