Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Liquid Smoke Yield Grade 3, Grade 2 and Grade 1 from Five Different Types of Plants Ita Merni; Aldo Kurniawan; Andi Yusuf
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.3013

Abstract

This research was motivated by the lack of optimal use of leaves in forest plants, while there are many types of leaves in the forest. One use of leaves is to use them as raw material for making liquid smoke. This research was conducted to determine the yield of liquid smoke on forest plant species from their leaves. The research method used is the pyrolysis method with indirect combustion. This research was carried out by treating forest plant raw materials, namely kerai paying leaves (Filicium decipiens L.), bungur leaves (Lagerstroemia speciosa), mahogany leaves (Swietenia macrophylla King), teak leaves (Tectona grandis) and sungkai leaves (Peronema canecens Jack). The results of the research showed that the results of liquid smoke from the 5 types of plant leaves, namely sungkai leaves, had the highest grade 3 yield of 23.83% and the lowest grade 3 yield, namely mahogany leaves, of 17.81%. In grade 2 sungkai leaves the highest percentage was 21.12% and mahogany leaves had the lowest yield with a percentage of 16.18%. Meanwhile, in grade 1, sungkai leaves have the highest yield percentage of 19.33% and mahogany leaves have the lowest yield, namely 15.03%.
KEGIATAN PENANAMAN POHON DAN PEMBERSIHAN SUNGAI DI SUB-DAS KARANG MUMUS Shalehudin Denny Maruf Denny; Andi Yusuf; Irma Wahyuningtyas; Agung Nugrawan Kutana; Nisrina Putri Hanifah; Fitria Cita Dirna; Riki Andika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.40702

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penanaman pohon dan pembersihan sungai adalah upaya dalam melindungi kelestarian sumber daya air. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Agustus 2024 dan bertempat di Sungai Karang Mumus, Kelurahan Lempake, Samarinda. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan penanaman 100 bibit pohon dengan jenis yang berbeda dan dilanjutkan dengan pembersihan sampah plastik dan styrofoam. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan menyebabkan dampak positif terhadap penghijauan Kembali wilayah bantaran Sungai Karang Mumus dan peningkatan kesadaran bagi Masyarakat di sekitarnya.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Daun Kayu Putih di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Erina Hertianti; M. Fikri Hernandi; Wartomo Wartomo; Joko Prayitno; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Irma Wahyuningtyas; Agung Nugrawan Kutana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.945

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK Dasawisma Lily 1 di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda, dalam memanfaatkan limbah daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) menjadi pupuk organik cair. Limbah tersebut berasal dari industri penyulingan minyak atsiri PT Anugerah Bara Kaltim (ABK) dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pupuk cair dengan metode fermentasi menggunakan bahan tambahan seperti air beras, air tebu, dan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap proses pengolahan limbah, kesadaran lingkungan, serta motivasi untuk mengembangkan inovasi berbasis limbah organik. Kegiatan ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Lamina Sengon (Paraserianthes falcataria) Dengan Jumlah Lapisan dan Jenis Perekat Yang Berbeda : Physical and Mechanical Properties of Sengon Laminated Wood (Paraserianthes falcataria) With Different Layer Numbers and Adhesive Types Abdul Rasyid Zarta; Maria Anggelina Medau; Syafi'i; Andi Yusuf; M. Fikri Hernandi
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v21i1.25318

Abstract

Menurunnya ketersediaan kayu berdiameter besar mengimbangi meningkatnya permintaan kayu untuk konstruksi dan industri berbasis kayu. Paraserianthes falcataria, atau kayu sengon, adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang tumbuh dengan cepat. Namun, kerapatan dan kekuatan mekaniknya yang rendah menghalanginya untuk digunakan sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat fisika dan mekanika kayu sengon laminasi dipengaruhi oleh jumlah lapisan dan jenis perekat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor digunakan pada penelitian ini. Faktor-faktor tersebut meliputi jumlah lapisan (dua, tiga, atau empat lapisan) dan jenis perekat (polyvinyl acetate/PVAc atau polychloroprene/Fox). Kadar air, kerapatan, modulus elastisitas (MoE), modulus patah (MoR), dan keteguhan geser adalah beberapa parameter yang diamati. Nilai MoE kayu laminasi 32.632,40–42.144,14 kgf/cm2 dan nilai MoR 372,90–417,99 kgf/cm2. Kadar air kayu laminasi berkisar antara 14,87%–15,14%, menurut hasil penelitian. Kayu laminasi dua lapis dengan perekat PVAc memiliki keteguhan geser tertinggi (26,22 MPa). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, meskipun jumlah lapisan dan jenis perekat tidak benar-benar memengaruhi sifat fisika, ada kecenderungan untuk meningkatkan kinerja mekanika. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi laminasi memiliki kemampuan untuk meningkatkan sifat mekanika kayu sengon dan memungkinkannya digunakan dalam konstruksi ringan dan produk kayu rekayasa.