Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kosmologi Rumah Betang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat Maulana, Deni
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v3i1.104

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membantu pelestarian budaya Dayak dalam menghadapi arus modernisasi dan mendorong peningkatan apresiasi masyarakat terhadap arsitektur vernakular Indonesia, khususnya rumah panjang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan. Permasalahan yang dikaji adalah kaitan antara aspek fisik arsitektural (tata letak, tata ruang, konstruksi, struktur, dan ornamen) dengan pola hidup, adat, dan pola pikir masyarakatnya yang akan menggambarkan kosmologi suku Dayak Dosan di kampung Kopar, kecamatan Parindu, kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat. Analisa kualitatif digunakan untuk melihat hubungan antara tata letak dan ruang rumah panjang (Ompuk Domuk), dengan konsep dan filosofi nilai-nilai spiritual suku Dayak Dosan. Studi pustaka sebagai digunakan untuk mempelajari pandangan suku Dayak Dosan terhadap ruang dalam skala makro kosmos dan fisik arsitekturnya. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kosmologi masyarakat Dayak Dosan tercermin dari kepercayaannya terhadap matahari sebagai bentuk penghormatan kepada Ake’ Panompa dan mempercayai adanya roh-roh yang bersemayam di lingkungan sekitar mereka. Ompuk Domuk berperan sebagai poros dalam penentuan sistem kewilayahan adat.
Kosmologi Rumah Betang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat Deni Maulana
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v3i1.104

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membantu pelestarian budaya Dayak dalam menghadapi arus modernisasi dan mendorong peningkatan apresiasi masyarakat terhadap arsitektur vernakular Indonesia, khususnya rumah panjang (Ompuk Domuk) Dayak Dosan. Permasalahan yang dikaji adalah kaitan antara aspek fisik arsitektural (tata letak, tata ruang, konstruksi, struktur, dan ornamen) dengan pola hidup, adat, dan pola pikir masyarakatnya yang akan menggambarkan kosmologi suku Dayak Dosan di kampung Kopar, kecamatan Parindu, kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat. Analisa kualitatif digunakan untuk melihat hubungan antara tata letak dan ruang rumah panjang (Ompuk Domuk), dengan konsep dan filosofi nilai-nilai spiritual suku Dayak Dosan. Studi pustaka sebagai digunakan untuk mempelajari pandangan suku Dayak Dosan terhadap ruang dalam skala makro kosmos dan fisik arsitekturnya. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kosmologi masyarakat Dayak Dosan tercermin dari kepercayaannya terhadap matahari sebagai bentuk penghormatan kepada Ake’ Panompa dan mempercayai adanya roh-roh yang bersemayam di lingkungan sekitar mereka. Ompuk Domuk berperan sebagai poros dalam penentuan sistem kewilayahan adat.
Identifikasi Pengaruh Konfogurasi Ruang terhadap Gerakan Angin Ikram, Muhammad Subhansyah; Hilmy, Mochammad; Maulana, Deni; Fibrianto, Jockie Zudhy
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah Vol. 18 No. 1 (2023): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jv.v18i1.573

Abstract

Satu diantara beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja manusia di Politeknik Negeri Pontianak adalah kondisi iklim setempat. Politeknik Negeri Pontianak yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Barat memiliki kondisi iklim tropis lembab dengan karakteristik tingkat kadar air di udara lebih tinggi dari zona lainnya. Kondisi iklim tersebut berdampak pada ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehingga menyebabkan turunnya produktivitas dan secara tidak langsung dapat berpengaruh pada penurunan kualitas dari bangunan gedung di kawasan lingkungan Politeknik Negeri Pontianak. Upaya untuk meningkatkan produktifitas tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan penghawaan buatan berupa penggunaan peralatan mekanis namun berdampak pada penggunaan energi tambahan berupa energi listrik dan peningkatan biaya operasional bangunan gedung. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan potensi angin untuk kebutuhan pendinginan lingkungan sehingga dapat berdampak pada kenyamanan termal dan peningkatan produktivitas. Pemanfaatan potensi angin tersebut dapat dilakukan dengan konfigurasi tata massa bangunan yang tepat sehingga aliran angin dapat bergerak sesuai yang diharapkan untuk mencapai tujuan pendinginan bangunan dan kenyamanan termal. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi pengaruh bentuk bangunan gedung dan konfigurasi ruang terhadap perilaku angin di Kawasan Politeknik Negeri Pontianak.
Pendampingan Perencanaan Kawasan Ponpes Mu’inul Islam dengan Konsep Taman Surga sebagai Sinkronisasi Ruang Desa Wisata Jeruju Besar Zulestari, Andi; Ikayanti, Palupi; Maulana, Deni; Alqadrie, Auliya Maula; Hilmy, Mochamad; Wibowo, Taufik; Astiningsih, Diah; Hasriyanti, Nunik; Utami, Weni Dewi; Yanuar, Achmad Eko; Hidayat, Muhammad
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i1.787

Abstract

Pondok Pesantren Mu’inul Islam merupakan pondok pesantren yang berada di Desa Jeruju Besar. Kawasan pondok ini merupakan kawasan pondok dengan penerapan konsep alam untuk setiap spot lokasi yang ada. Pondok ini juga menjadi salah satu ikon penting Desa Jeruju Besar sebagai tujuan kawasan wisata religi. Dengan adanya keunggulan ini, sehingga membawa Desa Jeruju Besar masuk dalam 75 besar ADWI 2023 (Anugerah Desa Wisata Indonesia). Namun secara konseptual, kawasan pondok ini belum memiliki konsep masterplan kawasan wisata yang lengkap yang terdiri dari infrastruktur, sirkulasi dan transportasi desa, alokasi ruang sesuai aktivitas, jangka waktu implementasi, pendanaan, serta pihak-pihak yang terlibat. Pendampingan kepada pengelola pondok pesantren Mu’inul Isalam dalam pengembangan masterplan kawasan wisata religi menjadi fokus kegiatan utama tim PPM Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak tahun 2023. Tujuan kegiatan ini adalah untuk aplikasi dan serapan ilmu keahlian tim kepada masyarakat sebagai pengguna untuk implementasi pembelajaran berbasis proyek di lapangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode survey data primer dan data sekunder yang ada di kawasan, mengkompilasi data, serta bersama-sama dengan pihak pondok untuk menggagas ide dan konsep perencanaan sehingga produk desain yang dihasilkan sinergi dengan tata ruang desa wisata Jeruju Besar. Kemudian dilakukan analisis perancangan dan membuat konsep perancangan kawasan masterplan, dengan produk akhir berupa desain masterplan. Luaran produk dari kegiatan ini adalah masterplan kawasan ponpes Mu’inul Islam di Desa Jeruju Besar sesuai dengan konsep yang ditentukan oleh pihak pondok pesantren
Air Quality Index pada Koridor Hijau Sungai Jawi Pontianak Ruas Gertak 1 dan 2 Fibrianto, Jockie Zudhy; Hilmy, Mochamad; Maulana, Deni
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah Vol. 19 No. 2 (2024): Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jv.v19i2.1008

Abstract

The Air Quality Index (AQI) is a benchmark for the health of a city by measuring the levels of each air pollution parameter (Yiyi Wang, 2023). AQI in a city increases due to the high use of oil-fueled vehicles, increasing population, and minimal vegetation in an urban area. Green corridors in cities are part of green infrastructure which plays an important role in reducing air pollution. The green corridor of the Jawi River in Pontianak City is a green corridor which also contains a blue corridor, namely the Jawi River which is a tributary of the Kapuas River in Pontianak. Gertak 1 and gertak 2 are segmentations of the Jawi River green corridor which are the delineation of research, in identifying AQI and identifying the ability of vegetation to absorb CO2. By carrying out direct measurements and analyzing air quality levels according to the Air Pollution Standard Index (ISPU), the Air Pollutant Index (API) results were obtained, which then created an infographic map of air pollution in the Jawi River green corridor. This API measurement stage is a method in this research, which is part of the Environmental Quality Index (EQI) measurement component.
Smart Economy Kreatifitas Kelurahan Siantan Hilir Melalui Peningkatan Potensi Kawasan Kampung Sayur Kuat Sihir Andi Zulestari; Palupi Ikayanti; Julius Judhi; Deni Maulana; Taufik Wibowo; Nunik Hasriyanti; Achmad Eko Yanuar; Muhammad Hidayat
Kapuas Vol. 6 No. 1 (2026): Kapuas: Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Gambut Siantan Hilir (Kuat Sihir) is an agro-tourism area in North Pontianak District. This area is the main supporter of vegetable needs for the people of Pontianak City and its surroundings. Kuat Sihir was previously empty land in the form of peat land that could not be utilized. Residents living in the surrounding area then tried to grow mustard greens and spinach to meet their daily needs, then they grew and could be sold until they reached themain market in PontianakCity. They use almost all the empty peat land in Siantan Hilir Village to produce various types ofplants and vegetables. However, the vegetable products produced need to be diversified into derivative products so that they can increase the economic value of the vegetable products. The derivative products that have been made are noodles from mustard greens and spinach, pineapple syrup and sweet potato rengginang. Apart from derivative products to support agrotourism, the existence of connecting routes in the vegetable village area also needs to be improved, especially bridges as circulation routes in the area for visitors and vegetable farmers. Systematic and developed planning is needed to increase the economic value of the area as an agro-educotourism area in North Pontianak. Pontianak State Polytechnic, Department of Architectural Engineering strives to be involved in community service to apply the knowledge, skills and competencies possessed by students in developing the Kuat Ajaib area so that it can become a tourist area that has attractions, access, supporting facilities, accommodation, activities and stakeholder support.
Faktor Pembentuk Sense Of Place Di Jalur Pejalan Kaki Jalan Ahmad Yani Pontianak Fery Kurniadi; Chandra Bayu Chandra Bayu; Deni Maulana Deni Maulana
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalur pejalan kaki di sepanjang jalan Ahmad Yani I Pontianak, memicu fenomena baru. Merupakan salah satu jalur protokol, dan merupakan salah satu jalur utama dari dan menuju bandara udara dan menjadi salah satu lajur yang paling penting di Kota Pontianak, sehingga dapat memberikan pengalaman bagi para pengunjungnya yang lebih lanjut akan mencerminkan citra kota Pontianak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sense of place di jalur pejalan kaki di jalan Ahmad Yani Pontianak berdasarkan pengalaman pengguna ruang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kombinasi model sequential explanatory, data kuesioner dianalisis dengan metode analisis faktor, selanjutnya didialogkan dengan hasil observasi data spasial untuk melengkapi dan memperkuat hasil analisis kuantitatif sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi sense of place di Jalur Pejalan Kaki Jalan Ahmad Yani yaitu Bentuk dan Citra, Keragaman Aktivitas dan Kualitas Ruang Terbuka, Belanja/ Jajan dan Teduhan, Kenangan.