Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potential of Cinnamomum burmanni Leaf Extract as an Exogenous Antioxidant and Spermatoprotective for Rattus norvegicus L. Exposed to Polystyrene Nanoplastics Nurbani, Farah Annisa; Pramudya, Manikya; Safitri, Maya; Sugiharto; Aunurohim; Hayati, Alfiah; Septiani, Adiibtia; Dewi, Putri Alicia; Nashrulloh, Allam Thoriq; Vuanghao, Lim
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.3.693-699

Abstract

Polytyrene nanoplastics (NPs) (<1 µm) have high toxicity when entered and accumulated in cells. NPs accumulation causes oxidation stress, thus increasing reactive oxygen species (ROS) production, resulting in necrosis or apoptosis, as well as affecting endogenous antioxidant activity, such as superoxide dismutase (SOD) and catalase (CAT). Cinnamomum burmanni plant contains flavonoids, cinnamaldehyde, phen, and olic acid, potentially exogenous antioxidants. The study aims to analyze the potential of C. burmanni leaf extract for SOD and CAT levels, sperm quality, epithellia tubulus thickness, tubulus seminiferus diameter, and number of spermatogenic Rattus norvegicus cells exposed to NPs. Twenty-five male R. novergicus are divided into five groups (n = 5): two controls (without and with NPs) and three groups (combination of NPs and variations in extract concentrations of 100, 200, and 400 mg/kg. The SOD and CAT levels were measured with an ELISA kit. The histology was observed by counting the spermatogenic cells, measuring the epithellia thickness, and tubulus seminiferus diameter. The sperm motility, viability, and sperm count were observed to determine the sperm quality. Leaf extract of C. burmanni treatment with different concentrations not significantly increased SOD levels but significantly decreased the levels of CAT (P<0.05). The addition of C. burmanni leaf extract significantly increased the spermatogenic cell count, epithelia tubulous thickness, sperm viability, and sperm count (P<0.05), while sperm motility and tubulous seminiferous diameter not significantly increased. According to the results, C. burmanni leaf extract has antioxidant potential against the toxic effects of NPS.
Penguatan Kapasitas Inovatif Guru IPA melalui Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial Terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam dalam Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan Santri, Didi Jaya; Madang, Kodri; Susanti, Rahmi; Destiansari, Elvira; Rizqiani, Sakina; Nurbani, Farah Annisa; Patriot, Evelina Astra
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10936

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (KA) menuntut guru IPA untuk memiliki kemampuan inovatif dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital, termasuk penguasaan Koding dan pemanfaatan pembelajaran mendalam (deep learning). Namun, variasi kompetensi awal guru dan keterbatasan infrastruktur sekolah masih menjadi kendala dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam praktik pembelajaran. Program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas inovatif guru IPA melalui pelatihan Koding dan KA, pembuatan model KA sederhana berbasis Pembelajaran Mendalam menggunakan Teachable Machine, integrasi model ke dalam PictoBlox, serta pengembangan media digital kreatif melalui Canva AI. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan intensif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, dan analisis produk digital, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan aspek pelaksanaan, partisipasi, peningkatan keterampilan, dampak, dan kendala. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami konsep Koding dan KA, mengaplikasikan alur kerja KA berbasis pembelajaran mendalam, serta mengembangkan proyek interaktif dan media pembelajaran digital. Pelatihan ini juga mendorong kapasitas inovatif guru, terlihat dari kemampuan mereka merancang materi ajar berbasis KA yang lebih variatif dan kontekstual. Kendala seperti perbedaan perangkat, literasi digital awal, dan infrastruktur terbatas dapat diatasi melalui pendampingan bertahap dan penyesuaian materi. Secara keseluruhan, program Pelatihan Koding dan KA efektif memperkuat kompetensi inovatif guru IPA dalam mengintegrasikan Koding, KA, dan pembelajaran mendalam ke dalam praktik pedagogis.