Asnewastri
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI 6 Di SMA Swasta Kartika 1-4 Pematang Siantar Tahun Ajaran 2024/2025 Elsi Veronika Purba; Satria; Andres M. Ginting; Asnewastri; Eric Sapetra Siburian
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kqkqq710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa di kelas XI 6 di SMA Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar Tahun Pembelajaran 2024/2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas XI 6 yang berjumlah 47 siswa. Pengambilan sampel menggunakan boring sampling dan sampel sebanyak 30 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre-eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching termasuk kategori baik dengan rata-rata 78,93. Pengujian normalitas diperoleh nilai signifikansi hasil belajar adalah Lhitung < Ltabel yaitu0,154>0,16. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari hasil belajar berdistribusi normal. Pada pengujian korelasi, nilai koefisien sebesar 0,846 dengan rhitung>rtabel yaitu 0,846 > 0,361 maka terdapat pengaruh yang tinggi antara model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi-materi ilmu sosial kelas XI 6. Hasil pengujian hipotesis uji-t dimana thitung>ttabel yaitu 8,391>2,052 sehingga Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari pengaruh model pembelajaran reiprocal teaching terhadap hasil belajar siswa di kelas XI 6 SMA Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar Tahun Pembelajaran 2024/2025.
Sejarah Perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar (1945-2023) Bagus Riandi; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3y581103

Abstract

Yayasan Perguruan Keluarga merupakan salah satu lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Pematangsiantar. Yang memiliki peran aktif dalam menjalankan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan yang berkualitas. Adapun fokus pada penelitian ini yaitu sejarah berdirinya Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, dan faktor pendukung dan penghambat perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode penelitian sejarah, yaitu Pengumpulan Sumber (Heuristik), Kritik Sumber, Interpretasi Data, dan Penulisan Sejarah (Historiografi). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Historis(suatu metode penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap sumber-sumber informasi mengenai masa lampau). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Yayasan Perguruan Keluarga didirikan oleh H. Giman Mangun Suwito yang resminya pada tanggal 1 September 1948, namun sejak tahun 1945 H. Giman Mangun Suwito telah melakukan kegiatan belajar mengajar dirumahnya untuk masyarakat Kampung Bantan, termasuk adik dan anak-anaknya. Yayasan ini berkembang pesat hingga mendirikan struktur lembaga lanjutan dari SMP dan SMA. Salah satu faktor pendukung perkembangannya adalah keterlibatan masyarakat dalam mendukung program yayasan dengan menyekolahkan anak-anak mereka di Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Namun adapun faktor penghambatnya adalah perubahan kebijakan pendidikan yang sering tidak sejalan dengan program yayasan.
Peranan Google Earth Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pada Kelas X TAV SMK N 2 Pematangsiantar T.A 2023/2024 Mesra Elisabet Situmorang; Asnewastri; Jalatua H. Hasugian; Satria Chandra
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wzhgq870

Abstract

Google Earth is an interactive mapping application released by Google which displays a 3D map of the world, topographic conditions, satellite photos of terrain which can be overlaid with roads, buildings, locations or other geographic information.The purpose of this research is to find out: (1) how much improvement in student learning outcomes after learning by using Google Earth. This research is a quasi-experimental research with a nonequivalent control group design. The independent variable of this research is learning using Google Earth media, and the dependent variable is learning outcomes. The population of this study was all students in class X of SMK N 2 Pematangsiantar. The samples in this research were X TAV 2 as the experimental class and X TAV 1 as the control class. Data collection is carried out by observation, learning results tests and documentation. The data analysis technique used is quantitative data analysis using descriptive statistics. Hypothesis testing uses t-test. The results of the research show that students' understanding of learning before learning between the experimental and control classes from the hypothesis test of the average pretest score showed that there was no influence/difference in the results before treatment. However, after the experimental class learning treatment that used internet-based media, the results were much higher than the control class that did not use the internet, which can be shown by the value of tcount > ttable, namely 3,578 > 2.004, so the results of the hypothesis test showed that there was an influence of internet use on students' learning understanding. Meanwhile, in the experimental class, from hypothesis testing, the average pretest and posttest scores can be shown by the pretest average score < posttest average score 41,4 < 82.5, so there is a significant increase in learning understanding between before and after treatment. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of the internet has an influence on students' learning understanding. class X SMK N2 Pematangsiantar
FUNGSI MUSEUM SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER MEDIA PEMBELAJARAN IPS BAGI SISWA SISWI KELAS VIII A MTs MESRA KOTA PEMATANGSIANTAR T.A 2023/2024 Jurnal, Admin; Ahmad Abdillah Syahfitra; Andres M. Ginting; Asnewastri
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9q99gg92

Abstract

 Museum pada awalnya hanya menjadi tempat perkumpulan serta tidak jarang juga dijadikan tempat merenung, waktu-kewaktu mengalami perubahan menjadi tempat referensi, belajar dan edukasi. Seiring berkembangnya museum menjadi sumber belajar. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai bentuk kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan sumber belajar. Dengan semakin berkembangnya zaman membuat segala apapun yang dapat memberikan ilmu merupakan suatu sumber belajar salah satunya adalah museum, yang pada penelitian ini, Museum simalungun lah yang menjadi objek dari penelitian ini. Museum Simalungun diharapkan menjadi sumber belajar yang menarik bagi siswa-siswi MTs Mesra Kota Pematangsiantar yang kemudian membuat kreatifitas, keaktifan dan cara berfikir siswa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cara memfungsikan museum sebagai media sumber belajar IPS Sejarah. Penelitian ini juga menunjukan bahwa hasil dari memfungsikan museum Simalungun sebagai sumber belajar ips sejarah adalah setuju. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang dibagikan menunjukan angka 76,94%. Serta hasil wawancara menyatakan setuju bahwa memfungsikan Museum Simalungun Sebagai media sumber belajar IPS. Ini menunjukan bahwa Musuem Simalungun memeiliki fungsi yang baik dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPS