Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa, Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Nisa Nurul Suci, An; Iresta Wardani, Firdha; Dono Wilopo, Mukti; Putri Sari , Yenni; Abdurrahman Mahfudz, Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.226-233

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan salah satu kelompok Bivalvia yang hidup dan berkembang di Ekosistem Mangrove. Kerang ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai biota konsumsi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Salah satu daerah penghasil kerang lokan di Kota Bengkulu adalah Muara Jenggalu, terletak di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Permintaan masyarakat yang cenderung meningkat setiap tahun menyebabkan meningkatnya eksploitasi terhadap kerang lokan. Pemanfaatan kerang lokan dieksploitasi secara langsung di ekosistemnya yaitu ekosistem mangrove. Pengambilan kerang lokan secara terus menerus dan banyaknya aktivitas manusia di sekitar kawasan Muara Jenggalu dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan ketersediaan stok kerang lokan di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan nisbah kelamin kerang lokan di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Pertumbuhan kerang lokan di Muara Jenggalu bersifat allometric negative (<3) dimana pertumbuhan panjang cangkang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Persentase jumlah kerang lokan berjenis kelamin jantan yaitu 61,96% dan berjenis kelamin betina 38,04%.
Pengembangan Sistem Digital Image Colorimetry (DIC) Untuk Pemantauan Polutan Nitrogen Di Perairan Mulia Ramadhani, Adella; Dono Wilopo, Mukti; Johan, Yar; Iresta Wardani, Firdha; Firdaus, M. Lutfi
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.794-800

Abstract

The presence of ammonia in waters needs to be monitored because of its toxic nature, especially in the form of free ammonia (NH₃). High concentrations of free ammonia can disrupt the balance of aquatic ecosystems, reduce dissolved oxygen levels, inhibit the growth of aquatic organisms, and even cause mass mortality in fish and other biota. The purpose of this study is to build the Digital Image Colorimetry system for detecting ammonia and assess the accuracy of the DIC method compared to the well-known established spectrophotometric method. Analysis from 5 locations of saline water, salinity and pH levels were still within normal limits, ranging from 33-34 ppt for salinity, while pH is 7.5-7.9. The ammonia content at the sampling point was still considered safe, in accordance with the quality standard (0.3 ppm). The results of ammonia concentration measurements using the DIC method and the spectrophotometric method show a neglegible level of difference and have an accuracy value above 90%. These findings indicate that DIC can be used as an alternative method for measuring ammonia, especially for rapid analysis in the field.
PENGENALAN TEKNOLOGI URBAN FARMING PADA LAHAN SEMPIT PERUMAHAN BERSUBSIDI DI KOTA BENGKULU Anandyawati, Anandyawati; Iresta Wardani, Firdha; Trisusilo, Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3243-3253

Abstract

Kegiatan PPM IPTEKS ini mampu menjawab persoalan mitra yaitu : 1) Perumahan belum memiliki struktur kepengurusan yang terdaftar secara sah, 2) Belum ada kelompok-kelompok masyarakat yang terbentuk di masyarakat seperti kelompok pengajian, arisan dan lain sebagainya, 3) Dominasi ibu-ibu perumahan beraktivitas di rumah (ibu rumah tangga) yang memerlukan kegiatan tambahan yang bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga, 4) Pemanfaatan lahan sempit perkotaan yang belum optimal dan 5) Persoalan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Kegiatan PPM IPTEKS ini adalah sebagai batu loncatan pembentukan Kelompok Pengajian Al-Khoir. Kegiatan rutin dirancang 1 bulan sekali berupa pengajian, arisan dan adanya kajian-kajian yang bermanfaat untuk ibu-ibu perumahan. Diharapkan dengan adanya wadah ini kehidupan sosial bermasyarakat lebih tertata dengan baik karena rasa simpati, empati dan gotong royong terbangun. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat mampu mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri. Tiga kegiatan utama yaitu : 1) Pengelolaan limbah rumah tangga dengan metode Takakura, 2) budidaya ikan dalam ember dan 3) Pemanfaatan lahan pekarangan dengan teknologi urban farming diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga dengan kebutuhan pangan yang stabil dan mandiri.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS IKAN PELAGIS KECIL YANG ADA DI PASAR IKAN SEGAR PASAR BENGKULU Syukhriani, Silvy; Zulkhasyni; Sugara, Ayub; Muqsit, Ali; Selvika, Zerli; Iresta Wardani, Firdha
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5254

Abstract

Small pelagic fish are an important fish group with high economic value and play a key role in supporting fisheries production in Indonesia. However, data related to small pelagic fish remains limited, particularly in Bengkulu. One area with minimal documented fisheries data is Pasar Bengkulu. This study aims to identify the types of small pelagic fish found in the Pasar Bengkulu Fish Market. Data collection was carried out in June until Juli 2025 at Pasar Segar, Pasar Bengkulu. The method used in this study was descriptive exploration, which involved identifying the small pelagic fish sold in the Pasar Bengkulu Fresh Fish Market by analyzing and comparing their morphological characteristics based on fish identification references, including illustrations, photographs, and morphological descriptions. A total of eight fish species from eight genera and four families were recorded in the Pasar Bengkulu Fresh Fish Market. The most common small pelagic fish found was the weakfish, while the least common was kwee.