Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

BOAT LIFT NET FISHING GEAR WHICH OPERATED AT BANTEN BAY WATERS AND ITS DEVELOPMENT STRATEGY Iskandar, Mokhamad Dahri; Wassahua, Zainal; Muqsit, Ali; Warsini, Sati; Tahapary, Nona; Siregar, Resmi
Aurelia Journal Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i2.12737

Abstract

Bagan congkel is one of fishing gear which mostly used by fishermen in National Fishing Port of Karangantu, Banten. Bagan congkel has various size and specification in Indonesia. Characteristic of fishing ground and fish catch was also different at different area in Indonesia. Therefore, to develop bagan congkel in Teluk Banten waters need a good and systematics strategy. The objective of this experiment was to describe bagan congkel fishing gear and determine business development strategy of bagan congkel. Business development strategy was cariied out using SWOT Analyses (Strengths, Waeknesses, Opportunities, Threats). Result of research indicated that bagan congkel consist of boat which used to find fishing ground, net and lamp. There are 9 strategies to develop boat lift net i.e market enlargement, fishing optimalization, fish bottom price determination, fishing ground zonation each fishing gear, limitation of fishing fleet and fishing effort, selective fishing gear modification, capital loan for fishermen and combination of production factors to reach the efficiency.
PENGARUH JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI TANJUNG AGUNG BENGKULU Zamdial, Zamdial; Muqsit, Ali; Sholih, Nofan A.
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 14 No 1 (2025): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v14i1.18829

Abstract

Bengkulu Province, which is located on the West Coast of Samudera Island, is known to have a coastline of ± 525 km, and is directly connected to the Indian Ocean. There are several large rivers that flow to the coast of Bengkulu Province. Fish resources in the waters of Bengkulu Province are quite potential, both in terms of number and type of fish. One type of fish that is currently receiving attention for use and development is the eel (Anguilla spp.). Bengkulu Province, which ranks second in terms of eel production in Indonesia, with a contribution of 16.1% in 2018. This research aims to analyze the effect of various types of bait on catches of eels (Anguilla spp.) in the Tanjung Agung River, Sungai Serut District, Bengkulu City. This research was carried out using experimental methods. There were 3 types of bait used in this research, namely worms, shrimp and snails. This research used a Completely Randomized Design (CRD) and data analysis used the Kruskal-Wallis Test. Only one species of eel was caught, namely Anguilla bicolor. Apart from eels, other types of fish were also caught, namely tilapia (Oreochromis niloticus), betok fish (Anabas testudineus) and catfish (Clarias batrachus). The difference between three types of bait has no effect on the catch of eels (Anguilla spp.) using hand lines in the Tanjung Agung River, Bengkulu City.
Estimasi Zona Penangkapan Ikan di Wilayah Perairan Kota Bengkulu Melalui Data Citra Satelit Nabiu, Nur Lina Maratana; Ariasari, Ana; Muqsit, Ali; Mahfudz, Akbar Abdurrahman; Suci, An Nisa Nurul
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4574

Abstract

Pendugaan daerah penangkapan ikan erat kaitannya dengan parameter oseanografi suatu perairan seperti suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a. Dua parameter oseanografi tersebut merupakan parameter yang sering digunakan untuk menentukan kualitas air, dimana semakin baik kualitas air maka potensi keberadaan ikan juga semakin meningkat. Penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dapat membantu dalam penyediaan informasi mengenai wilayah potensi penangkapan ikan bagi nelayan. Selain itu, pemetaan zona potensi penangkapan ikan akan menunjukkan pembagian jalur yang sesuai serta kelengkapan armada yang dianjurkan. Jalur tersebut telah diatur oleh pemerintah melalui Permen KKP Nomor 36 Tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan membagi jalur penangkapan berdasarkan ukuran kapal dan alat tangkap. Jalur tersebut dibagi menjadi 3, yaitu Jalur 1 (satu), Jalur 2 (dua) dan Jalur 3 (tiga). Penting bagi nelayan Kota Bengkulu mengetahui daerah penangkapan ikan agar bisa mengoptimalkan operasi penangkapan dan memanfaatkan potensi sumberdaya ikan dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memvisualisasikan zona potensi penangkapan ikan dan deskripsi jalur penangkapan ikan di Kota Bengkulu yang dapat digunakan sebagai data dan informasi awal untuk pengelolaan perikanan pelagis di Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi suhu permukaan laut berkisar 270C-31,20C dengan klorofil-a berkisar 0,106-2,64 mg/m3. Zona potensi Penangkapan Ikan di Kota Bengkulu berada di Jalur Penangkapan II dengan ukuran kapal yang diperbolehkan beroperasi penangkapan ikan sebesar 5-30 GT.
Analisis Pola Pertumbuhan, Faktor Kondisi dan Eksploitasi Madidihang (Thunnus albacares) yang Didaratkan di TPI Linau Kabupaten Kaur Muqsit, Ali; Suci, An Nisa Nurul; Mahfudz, Akbar Abdurrahman; Ariasari, Ana; Nabiu, Nur Lina Maratana; Zamdial, Zamdial; Pratama, Benny Pabio; Syukhriani, Silvi; Selvika, Zerli; Maulana, Alfiqi
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94493

Abstract

Ikan Tuna Sirip Kuning merupakan jenis ikan yang penting secara ekonomi, menyebar hampir ke seluruh perairan Indonesia termasuk Perairan Kaur. Salah satu parameter terkait upaya pemanfaatan berkelanjutan adalah pola pertumbuhan dan eksploitasi, faktor ini merupakan salah satu aspek dalam memperkirakan kondisi populasi ikan Tuna Sirip Kuning di perairan yang meliputi perkiraan usia, pertumbuhan, dan kematian. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi aspek biologis termasuk distribusi ukuran, parameter pertumbuhan dan laju eksploitasi ikan Tuna Sirip Kuning yang di daratkan di Kabupaten Kaur. Penelitian dilakukan pada September 2022 - Agustus 2023. Pengambilan sampel dilakukan di TPI Linau, Kabupaten Kaur. Data meliputi panjang dan berat ikan. Ikan Tuna Sirip Kuning diperoleh 275 sampel ikan tuna sirip kuning dengan interval kelas 68-193 cmFL. Hubungan antara panjang dan berat badan termasuk dalam alometrik negatif 2,91 dengan nilai faktor kondisi (Kn) 123-1,45. Parameter pertumbuhan menunjukkan nilai panjang asimtotik (L∞) 194,25 cmFL, dengan nilai koefisien pertumbuhan (K) 0,33 tahun-1 dan nilai Lc 146 cm. Perkiraan tingkat kematian dan eksploitasi adalah total kematian (Z) 1,11 tahun-1, mortalitas alami (M) 0,48 tahun-1, mortalitas akibat penangkapan (F) 0,63 tahun-1, tingkat eksploitasi (E) 0,57 tahun-1.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS IKAN PELAGIS KECIL YANG ADA DI PASAR IKAN SEGAR PASAR BENGKULU Syukhriani, Silvy; Zulkhasyni; Sugara, Ayub; Muqsit, Ali; Selvika, Zerli; Iresta Wardani, Firdha
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5254

Abstract

Small pelagic fish are an important fish group with high economic value and play a key role in supporting fisheries production in Indonesia. However, data related to small pelagic fish remains limited, particularly in Bengkulu. One area with minimal documented fisheries data is Pasar Bengkulu. This study aims to identify the types of small pelagic fish found in the Pasar Bengkulu Fish Market. Data collection was carried out in June until Juli 2025 at Pasar Segar, Pasar Bengkulu. The method used in this study was descriptive exploration, which involved identifying the small pelagic fish sold in the Pasar Bengkulu Fresh Fish Market by analyzing and comparing their morphological characteristics based on fish identification references, including illustrations, photographs, and morphological descriptions. A total of eight fish species from eight genera and four families were recorded in the Pasar Bengkulu Fresh Fish Market. The most common small pelagic fish found was the weakfish, while the least common was kwee.
PENINGKATAN PROMOSI WISATA BAHARI DESA KAHYAPU, PULAU ENGGANO Ariasari, Ana; Wilopo, Mukti Dono; Muqsit, Ali; Mahfudz, Akbar Abdurrahman; Nabiu, Nur Lina Maratana; Ikhsan, Muhammad Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22496

Abstract

Abstrak: Desa Kahyapu Pulau Enggano memiliki kekayaan sumber daya alam pesisir dan laut yang dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi pariwisata bahari di pesisir barat Pulau Sumatera. Pengembangan wisata bahari di Desa Kahyapu belum optimal dilakukan sehingga perlu meningkatkan promosi melalui media cetak seperti leaflet. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian Kelompok Sadar Wisata (Podipo) Desa Kahyapu Pulau Enggano melalui peningkatan promosi wisata bahari pesisir. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan terkait penyusunan paket wisata bahari dan penyusunan leaflet/flyer sebagai media promosi kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Podipo yang beranggotakan 33 orang serta evaluasi berupa angket sebelum dan sesudah pemberian program pengabdian. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 95% Pokdarwis Podipo puas terhadap program pengabdian dan telah sepenuhnya memahami terkait konsep wisata bahari, namun perlu peningkatan dan variasi media promosi seperti pemanfaatan media sosial online sebagai sarana promosi.Abstract:  Kahyapu Village, Enggano Island, has a wealth of coastal and marine natural resources that can be used as a marine tourism destination on the west coast of Sumatra Island. Marine tourism development in Kahyapu Village has yet to be carried out optimally, so it is necessary to increase promotion through leaflets. This community service program aims to improve the knowledge and independence of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis Podipo) of Kahyapu Village, Enggano Island, by increasing the promotion of coastal marine tourism. The community service program method is carried out through socialization and counselling regarding the preparation of marine tourism packages and preparation of leaflets/flyers as promotional media for the Podipo Tourism Awareness Group (Pokdarwis), which has 33 members, as well as evaluation in the form of questionnaires before and after providing the service program. The service results show that as many as 95% of Pokdarwis Podipo are satisfied with the service program and fully understand the concept of marine tourism. Still, there is a need for improvement and variety in promotional media, such as online social media as a tourism promotional tool.