Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Representasi Dampak Hoax Pada Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja : Konten Viral Syarifah, Arneta; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v5i3.961

Abstract

Misusing social media can make the process of verifying information abandoned and the information or news consumed by the public even more misleading. This study will discuss the representation of the impact of Hoaxes shown in the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja. The aim is to analyze how the representation of the effects of Hoaxes depicted through viral content in the movie raises social issues today. This study uses a qualitative approach that is descriptive and uses the Roland Barthes semiotic analysis method through three stages that are presented in analyzing the meaning of signs, namely, the meaning of denotation, connotation, and myth, with data collection techniques, namely non-participant observation and documentation in the form of screen capture. The results of this research in the film Budi Pekerti present the impact of Hoaxes that can lead people to negative perceptions and negative comments quickly, cause cyberbullying and damaged reputation, cause the phenomenon of cancel culture, cause a domino effect and truth that is no longer important in a person's life. This research also provides awareness that you must be wise and ethical in social media by not being easily incited, finding out the truth first, not behaving impulsively, and having a sense of empathy.
Representasi Karakter Alpha Female Dalam Drama Korea Queenmaker Hafifah, Dinda Hafid; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i2.3968

Abstract

Korean dramas or (Drakor) have become a global phenomenon, gaining widespread popularity around the world. They are recognized not only as entertainment but also as complex reflections of social dynamics. The presence of Alpha Female characters in Drakor signifies support for gender equality and indicates societal shifts in views on women's roles in various aspects of life. This study aims to understand the representation of Alpha Female characters in the Korean drama Queenmaker hoping to gain new insights into societal perceptions of women beyond the domestic sphere. Using a qualitative approach and Charles Sanders Peirce's semiotic analysis, the research found that Alpha Female characters exhibit leadership, confidence, and strength in facing challenges. From Peirce's perspective, these characters become important symbols that reinforce women's roles in fighting injustice and advocating for moral values. The findings underscore that Drakor is not just entertainment, but also a mirror of social realities that significantly influence perceptions of gender equality, expanding our understanding of women's roles in popular culture and the importance of gender equality in society.
Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Penjualan Produk Pada Akun @Sevendays_Id Muhammad Faisal Hafidh Burhanuddin; Noveri Faikar Urfan
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9012

Abstract

Sejalan perkembangan zaman yang begitu cepat di era digitalisasi, TikTok yang dulunya merupakan tempat untuk membuat konten seru dan positif dengan durasi pendek kini merembet ke ranah perdagangan. Media sosial seperti TikTok dengan kelebihanya kini sangat membantu meningkatkan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu. Hal tersebut membuat Sevendays_id menerapkan strategi komunikasi pemasarannya untuk meningkatkan penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Sevendays_id dalam meningkatkan penjualan di era persaingan yang semakin kompetitif antar toko online melalui media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang ada di lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara yang melibatkan owner Sevendays_id sebagai informan utama untuk mendapatkan informasi yang konkrit. Hasil dari temuan penelitian bahwa Sevendays_id menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan penjualan melalui TikTok sebagai platform utama. Mereka menggunakan tiga jenis konten, yaitu edukasi, hiburan, dan promosi, yang disajikan secara kreatif dengan pendekatan yang mengedepankan aspek emosional. Penggunaan waktu prime pada TikTok merupakan strategi yang digunakan dalam menjangkau kesenjangan konsumen.
Representasi Kepolosan Wanita Pada Video Klip JKT48 “Benang Sari, Putik, Dan Kupu-Kupu Malam” (Analisis Semiotika Roland Barthes) Hidayatulloh, Yoga Ilyas; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.615-621

Abstract

Masa remaja merupakan fase perubahan menuju dewasa. Dalam fase ini, manusia akan mengalami banyak perubahan dalam dirinya, dimana ia mulai menghadapi banyak hal baru yang belum diketahui sebelumnya. Sehingga saat ini banyak kehidupan remaja yang dijadikan sebagai bentuk penyampaian pesan melalui video klip untuk memperlihatkan realitas sosial yang terjadi pada usia remaja. Maka dari itu penelitian ini memiliki permasalahan pada representasi kepolosan wanita yang dibentuk dalam video klip JKT48 “Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi kepolosan seorang wanita yang direpresentasikan di dalam video klip video klip tersebut, yang mengususng permasalahan para remaja yang dikemas dengan visualisasi video klip yang menarik. Metode penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa video klip tersebut menunjukan representasi kepolosan seorang wanita dari visualisasi yang diinterpretasikan kedalam bentuk video klip. Video klip tersebut merepresentasikan kepolosan seorang wanita yang memiliki rasa penarasan, mudah terpengaruh atau dipengaruhi, dan kurang bijak dalam mengambil keputusan yang dapat dilihat dari adegan visual yang dibentuk dalam video klip. Kata kunci: Remaja, Representasi, Semiotika, Video Klip
Message of Social Criticism on Deforestation in the Lyrics of the Song 'Rat Tua' by FSTVLST Pendana, Rabil Alberto; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.731-737

Abstract

The aim of this research is to understand the social criticism message about deforestation in Indonesia through the song "Rat Tua" by FSTVLST. The current climate crisis can already be felt, for example, through temperature changes and high rainfall. Raising awareness about the importance of this climate crisis issue requires various efforts, one of which can be through music. Fans of the band will surely understand and become aware of the issues brought by their favorite band. This research aims to dissect the critical message in the song "Rat Tua" with various metaphors and archaic or rarely used language. It employs Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method with data collection techniques in the form of document studies. FSTVLST creates a song about trees but does not use the word "tree". It can be concluded that human actions are the main factor in the climate crisis. Human awareness of trees and forests is still lacking, and deforestation is evidence that humans are not improving the earth but worsening the impact of the climate crisis.
Pemanfaatan Media Sosial Pada Akun Instagram Komunitas @earthhourjogja Guna Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Andika Putri, Nadia Nareswari; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.674-682

Abstract

Earth Hour Jogja sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan ataupun kesadaran terhadap lingkungan. Tidak sedikit pula kegiatan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan baik secara offline maupun online. Dalam memanfaatkan media sosial Instagram, Koordinator atau pengelola akun bertanggung jawab untuk membuat serta mengunggah sebuah konten dan publikasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan model dari Regina Luttrell The Circular Model of SoMe yang meliputi Share, Optimize, Manage dan Engage. Teknik yang dilakaukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam penilitian ini beberapa menghasilkan catatan bagaimana sebuah komunitas memanfaatkan akun media sosial Instagram guna meyebarkan informasi agar lebih efektif dan sampai kepada audiens. Dari hasil penelitian ini di simpulkan : Earth Hour Jogja dalam pengelolaan Instagram masih memiliki beberapa catatan untuk ditingkatkan, seperti optimize, Manage dan Eangage, karena sebuah konten akan dikatakan hidup jika konten tersebut memiliki aktivitas yang beragam atau aktif. Kata kunci: Earth Hour Jogja, Kesadaran Lingkungan, Instagram, Model Melingkar SoMe,
Representasi Peran Ayah Dalam Film Gara-Gara Warisan (Analisis Semiotika John Fiske) Haryanto, Fahreza Adnan Nufa; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i1.386

Abstract

Film merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta sosialisasi. Gara-Gara Warisan merupakan salah satu film dengan tema keluarga. Pada film bertema keluarga tersebut, tidak terlepas dari peran seorang ayah dalam mengatasi konflik dan membina keluarganya. Peran ayah dalam memberi kasih sayang keluarganya terkadang masih dianggap sebagai nomor dua dibandingkan ibu. Peran ayah dalam keluarga juga tidak terlepas dari budaya patriarki yang masih melekat di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi peran ayah dalam film Gara-Gara Warisan menggunakan analisis semiotika John Fiske, menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi scene yang merepresentasikan peran ayah pada film Gara-Gara Warisan. Data yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dianalisis menggunakan 3 level analisis yang dikemukakan John Fiske, yaitu level realistis, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian ini adalah menggambarkan peran ayah yakni sebagai sosok yang memiliki peranan dalam keluarga sebagai provider, protector, decision maker, nurtured mother, dan child specialiser & educator.
REPRESENTASI NORMALISASI KORUPSI DALAM FILM PENDEK “RECEH” KARYA LULA STUDIO Rochman, Arif Nur; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i1.399

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Representasi Normalisasi Korupsi Film Pendek “Receh” Karya Lula Studio. Film tersebut menceritakan tentang kehidupan masyarakat didesa yang sedang melakukan transaksi jual beli. Namun dalam transaksi jual beli itu terselip indikasi tindakan korupsi walaupun nilainya kecil. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai normalisasi korupsi yang muncul pada film pendek “Receh” tersebut. Korupsi tak hanya muncul dalam lingkungan politik saja seperti banyak yang di beritakan di stasiun televisi serta media sosial, namun faktanya masih banyak kasus korupsi yang muncul pada lingkungan masyarakat menengah kebawah. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif disertai dengan pendekatan analisis Roland Barthes. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara menganalisis scene yang menunjukkan representasi pesan moral yang muncul. Proses analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes serta dipadukan sengan teori representasi Stuart Hall. Pada penelitian ini subjek yang difokuskan kepada Tokoh Mbah Karsono yang dapat dilihat dari segi denotasi (Signifier) yang menjelaskan hubungan penanda dan pertanda pada realitas menghasilkan makna eksplisit. Konotasi (signified) menjelaskan hubungan penanda dan pertanda pada non realitas, sehingga mendapatkan makna implisit dan mitos (myth) yang menjelaskan kebiasaan dan kepercayaan yang berlaku dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi pesan moral pada film pendek Receh ini ialah, Pertama masyarakat menjadi kurang percaya dengan penegak hukum, kejujuran yang semakin langka, dan sifat mengelabuhi.
ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA BERITA KEPUTUSAN MAHKAMA KONSTITUSI DALAM PENGATURAN PERENCANAAN KEPALA DAERAH PADA EPAPER MEDIA INDONESIA DAN KOMPAS PRIODE 23-24 AGUSTUS 2024 sasena, Ardi dwi; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.473

Abstract

Jurnal ini mengulas tentang Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan pencalonan kepala daerah dalam Pilkada 2024 telah menjadi perhatian publik dan media, terutama mengenai putusan ambang batas pencalonan serta penetapan usia calon kepala daerah. Media memiliki peran penting dalam membingkai keputusan tersebut dan bagaimana hal itu diterima oleh masyarakat. Analisis ini bertujuan untuk memahami bagaimana masing-masing media membingkai peristiwa politik penting ini dan dampaknya terhadap opini publik, menggunakan pendekatan framing menurut Entman. Metode yang digunakakan pada penelitia ini menggunkan pendekatan kualitatif berfokus pada analisis deskriptif teks melalui ePaper media Indonesia dan kompas. Teknik pengumpulan data dalam artikel ini khususnya Media Indonesia dan Kompas Penulis akan mengumpulkan data dari kedua media tersebut untuk dianalisis menggunakan metode framing Robert Entman, yang mencakup empat elemen: define problems (mendefinisikan masalah), diagnose causes (mendiagnosis penyebab), make moral judgement (membuat penilaian moral), dan treatment recommendation (rekomendasi penanganan). Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa pendekatan Entman menjadi pedoman yang relevan dan tepat dalam memahami framing berita yang disajikan oleh media. Dari analisis pemberitaan di Kompas dan Media Indonesia pada tanggal 23-24 Agustus 2024 terkait isu revisi UU Pilkada menunjukkan bahwa kedua media cenderung berpihak kepada kepentingan rakyat dalam menghadapi upaya revisi Undang-Undang Pilkada oleh DPR yang bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
REPRESENTASI KARAKTER ALPHA FEMALE PADA FILM OUTLAW 2024 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) riza, Rendi alfa; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.480

Abstract

Penelitian ini membahas representasi karakter alpha female dalam film Outlaw (2024), yang diangkat dari kisah nyata Raquel de Oliveira, seorang perempuan yang menjadi gembong narkoba terbesar di Brasil. Film ini menggambarkan perjalanan hidup Rebecca, seorang perempuan yang sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan keras, mengalami kekerasan, dan akhirnya menjadi pemimpin dalam dunia narkoba. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini menggali tanda-tanda dan makna yang terkait dengan karakter Rebecca sebagai alpha female, yang memiliki sifat pemberani, percaya diri, ambisius, dan mampu memimpin. Karakter alpha female dalam film ini disorot melalui beberapa adegan, di antaranya: (1) Rebecca yang bebas berekspresi dan tidak terikat oleh norma-norma patriarki, (2) Rebecca yang memimpin geng narkoba dan mengambil keputusan strategis dengan tegas, (3) Rebecca yang menentang pengaruh kekasihnya yang mencoba mengatur hidupnya, dan (4) Rebecca yang menunjukkan sikap ambisius dan percaya diri dengan menggenggam senjata. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Outlaw mematahkan stereotipe bahwa perempuan tidak bisa memimpin, dengan menggambarkan Rebecca sebagai sosok yang mampu bersaing dengan laki-laki dalam dunia yang didominasi oleh kekerasan dan persaingan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film Outlaw berhasil menggambarkan karakter alpha female yang mampu mengejar cita-cita dan mengatasi tantangan hidup tanpa terpengaruh oleh pandangan patriarkal, menegaskan bahwa perempuan juga memiliki hak untuk memimpin dan mencapai kesuksesan