Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Ferdinand de Saussure dan Kontribusi Pemikirannya: Ferdinand de Saussure and His Thought Contributions Sasono, Nugroho Joko; Urfan, Noveri Faikar
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.14730

Abstract

Ferdinand de Saussure dikenal sebagai bapak linguistik modern karena pemikirannya yang merevolusi pemahaman tentang bahasa. Saussure juga dikenal dengan peletak dasar teori strukturalisme dalam kajian bahasa. Saussure berangkat dari pemikiran tentang perbedaan antara parole dan langue. Parole adalah bahasa yang dituturkan sementara langue adalah struktur bahasa yang melampaui manusia. Saussure menganggap bahwa kajian bahasa harus diarahkan untuk menganalisis langue atau struktur yang membuat bahasa pada akhirnya bisa dituturkan, bukan analisis pada tingkatan parole. Saussure juga dikenal dengan identifikasi struktur diadik dalam analisis bahasa seperti analisis sintagmatik dan paradigmatik serta analisis penanda dan petanda
ANALISIS FRAMING HARIAN REPUBLIKA DAN MEDIA INDONESIA PADA ISU PERMENDIKBUDRISTEK 30/2021 09-11 NOVEMBER 2021 Urfan, Noveri Faikar; Setyawan, Andika Bagus
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i2.1579

Abstract

Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia
Adaptasi Pola Komunikasi dari Komunitas Mahasiswa Kaum Effeminate di Yogyakarta Septian, Rizki; Urfan, Noveri Faikar
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 23, No. 2 December 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v23i2.3967

Abstract

The phenomenon of the presence of the effeminate in Yogyakarta has begun to become a common sight. This effeminate community consists of a group of students who have similar preferences and characteristics to the nature and appearance of women. The aim of this research is to provide an overview and information regarding the communication patterns formed by members of the effeminate student community so that they can adapt in the community environment. This research uses qualitative methodology with a phenomenological approach to understand the subjective experiences and perceptions of community members. Data was collected through in-depth interviews and participant observation, then analyzed using qualitative descriptive analysis. The research results show that the effeminate community is divided into 2 levels, namely level 1 and level 2 which have gay sexuality. The process of community communication patterns is different at each level to deal with social stigma and create a safe space for themselves. Communication patterns in effeminate communities involve the use of special language and symbols. Thus, this research provides new information in the form of the composition of communication patterns adopted by the effeminate student community at each level, including their barriers to communication which are influenced by environmental and internal factors.
Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Penjualan Produk Pada Akun @Sevendays_Id Hafidh Burhanuddin, Muhammad Faisal; Urfan, Noveri Faikar
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9012

Abstract

Sejalan perkembangan zaman yang begitu cepat di era digitalisasi, TikTok yang dulunya merupakan tempat untuk membuat konten seru dan positif dengan durasi pendek kini merembet ke ranah perdagangan. Media sosial seperti TikTok dengan kelebihanya kini sangat membantu meningkatkan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu. Hal tersebut membuat Sevendays_id menerapkan strategi komunikasi pemasarannya untuk meningkatkan penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Sevendays_id dalam meningkatkan penjualan di era persaingan yang semakin kompetitif antar toko online melalui media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang ada di lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara yang melibatkan owner Sevendays_id sebagai informan utama untuk mendapatkan informasi yang konkrit. Hasil dari temuan penelitian bahwa Sevendays_id menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan penjualan melalui TikTok sebagai platform utama. Mereka menggunakan tiga jenis konten, yaitu edukasi, hiburan, dan promosi, yang disajikan secara kreatif dengan pendekatan yang mengedepankan aspek emosional. Penggunaan waktu prime pada TikTok merupakan strategi yang digunakan dalam menjangkau kesenjangan konsumen.
Representasi Kepolosan Wanita Pada Video Klip JKT48 “Benang Sari, Putik, Dan Kupu-Kupu Malam” (Analisis Semiotika Roland Barthes) Hidayatulloh, Yoga Ilyas; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.615-621

Abstract

Masa remaja merupakan fase perubahan menuju dewasa. Dalam fase ini, manusia akan mengalami banyak perubahan dalam dirinya, dimana ia mulai menghadapi banyak hal baru yang belum diketahui sebelumnya. Sehingga saat ini banyak kehidupan remaja yang dijadikan sebagai bentuk penyampaian pesan melalui video klip untuk memperlihatkan realitas sosial yang terjadi pada usia remaja. Maka dari itu penelitian ini memiliki permasalahan pada representasi kepolosan wanita yang dibentuk dalam video klip JKT48 “Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi kepolosan seorang wanita yang direpresentasikan di dalam video klip video klip tersebut, yang mengususng permasalahan para remaja yang dikemas dengan visualisasi video klip yang menarik. Metode penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa video klip tersebut menunjukan representasi kepolosan seorang wanita dari visualisasi yang diinterpretasikan kedalam bentuk video klip. Video klip tersebut merepresentasikan kepolosan seorang wanita yang memiliki rasa penarasan, mudah terpengaruh atau dipengaruhi, dan kurang bijak dalam mengambil keputusan yang dapat dilihat dari adegan visual yang dibentuk dalam video klip. Kata kunci: Remaja, Representasi, Semiotika, Video Klip
Pemanfaatan Media Sosial Pada Akun Instagram Komunitas @earthhourjogja Guna Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Andika Putri, Nadia Nareswari; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.674-682

Abstract

Earth Hour Jogja sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan ataupun kesadaran terhadap lingkungan. Tidak sedikit pula kegiatan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan baik secara offline maupun online. Dalam memanfaatkan media sosial Instagram, Koordinator atau pengelola akun bertanggung jawab untuk membuat serta mengunggah sebuah konten dan publikasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan model dari Regina Luttrell The Circular Model of SoMe yang meliputi Share, Optimize, Manage dan Engage. Teknik yang dilakaukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam penilitian ini beberapa menghasilkan catatan bagaimana sebuah komunitas memanfaatkan akun media sosial Instagram guna meyebarkan informasi agar lebih efektif dan sampai kepada audiens. Dari hasil penelitian ini di simpulkan : Earth Hour Jogja dalam pengelolaan Instagram masih memiliki beberapa catatan untuk ditingkatkan, seperti optimize, Manage dan Eangage, karena sebuah konten akan dikatakan hidup jika konten tersebut memiliki aktivitas yang beragam atau aktif. Kata kunci: Earth Hour Jogja, Kesadaran Lingkungan, Instagram, Model Melingkar SoMe,
Message of Social Criticism on Deforestation in the Lyrics of the Song 'Rat Tua' by FSTVLST Pendana, Rabil Alberto; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.731-737

Abstract

The aim of this research is to understand the social criticism message about deforestation in Indonesia through the song "Rat Tua" by FSTVLST. The current climate crisis can already be felt, for example, through temperature changes and high rainfall. Raising awareness about the importance of this climate crisis issue requires various efforts, one of which can be through music. Fans of the band will surely understand and become aware of the issues brought by their favorite band. This research aims to dissect the critical message in the song "Rat Tua" with various metaphors and archaic or rarely used language. It employs Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method with data collection techniques in the form of document studies. FSTVLST creates a song about trees but does not use the word "tree". It can be concluded that human actions are the main factor in the climate crisis. Human awareness of trees and forests is still lacking, and deforestation is evidence that humans are not improving the earth but worsening the impact of the climate crisis.
REPRESENTASI TANGGUNG JAWAB DALAM FILM ANIMASI ‘LAKI PENGANGGURAN’ DI CHANNEL YOUTUBE TEKOTOK (ANALISA SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Zamroni, Agus; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi tanggung jawab dalam film animasi berjudul Laki Pengangguran yang ditayangkan di kanal YouTube Tekotok. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, penelitian ini menganalisis tanda-tanda visual dan naratif melalui metode semiotika Roland Barthes, yang melibatkan pembacaan denotatif, konotatif, dan mitos. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana nilai tanggung jawab direpresentasikan melalui karakter, alur cerita, serta simbol-simbol visual dalam animasi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini memuat pesan moral yang kuat terkait pentingnya tanggung jawab pribadi, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sosial. Pesan ini disampaikan secara kreatif melalui medium animasi yang mudah dipahami dan menarik bagi berbagai kalangan. Berdasarkan analisis semiotika, film ini berhasil mengomunikasikan pesan moral kepada penonton melalui karakter, alur cerita, dan penggunaan simbol-simbol tertentu. Tokoh utama digambarkan sebagai seseorang yang awalnya tidak memahami pentingnya tanggung jawab, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya. Namun, seiring berjalannya cerita, ia mengalami berbagai konflik dan tantangan yang membuka kesadarannya untuk berubah menjadi individu yang lebih bertanggung jawab.
Representasi Gangguan Mental Depresi dalam Drama Korea Daily Dose of Sunshine Wulansari, Ratna; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.478

Abstract

This research aims to determine the representation of depressive mental disorders, which is based on the increasing number of cases of depression in society, especially teenagers. This research uses the Korean drama Daily Dose of Sunshine as a research object to determine the representation of depressive mental disorders in the drama. The mental health issue that is raised as a drama aims to provide information and education to the public so that they care more about mental health, and can increase public awareness about the importance of mental health without thinking that it can give a bad stigma. This research method uses qualitative research with semantic analysis according to John Fiske's theory. The data collection technique in this research is by watching, observing and recording each scene in the episode which is analyzed based on the research objectives, then the data will be identified by formulating the problem. The data that has been grouped and identified will be examined using John Fiske's theory by grouping data at the Reality Level, Representation Level and Ideology Level. The results of this study show that depressive mental disorders are depicted in various scenes showing dissatisfaction, feelings of hopelessness, excessive sadness, feelings of satisfaction and even rejection or bad actions from society. Mental disorders are sensitive conditions that are still underestimated and underestimated by society, especially in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi, didasarkan pada peningkatan jumlah kasus depresi di masyarakat terutama remaja. Penelitian ini menggunakan drama korea Daily Dose of Sunshine sebagai objek penelitian untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi dalam drama tersebut. Isu kesehatan mental yang diangkat menjadi drama bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, serta dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan mental tanpa berfikir akan mendapat stigma buruk di masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis semotika menurut teori John Fiske. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menonton, mengamati, dan mencatat setiap adegan dalam episode yang dianalisis berdasarkan tujuan penelitian, kemudian data di identifikasi dengan rumusan masalah. Data yang telah dikelompokan, diteliti menggunakan teori John Fiske dengan mengelompokkan data pada Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa gangguan mental depresi digambarkan dalam berbagai adegan yang menunjukan penolakan, rasa keputusasaan, kesedihan yang berlebihan, merasa bersalah hingga penolakan atau perlakukan buruk dari masyarakat. Gangguan mental merupakan kondisi yang sensitif yang masih disepelekan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat terlebih di Indonesia.
Representasi Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual KBGO dalam Film “Sleep Call” Kusuma, Anggun Dila; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.491

Abstract

Sexual harassment and sexual violence of KBGO in Indonesia is increasing, especially since the Covid-19 case. In addition, cases of sexual harassment or sexual violence are also very common in social reality and various sectors, whether in the realm of education or even the work environment. Through film, which is one of the containers used to describe the situation on social reality in society, it is able to convey the message contained in the film as a communication medium for the audience. The film Sleep Call is one of the films that raises the issue of sexual harassment and sexual violence against women by KBGO. In the film, it is depicted that sexual harassment and sexual violence in KBGO occur due to the existence of power relations with people who are labeled vulnerable, namely women. The researcher uses a qualitative-descriptive methodology as a research approach and uses a semiotic analysis method by taking symbols and texts used as the object of study, so that they must interpret and understand the codes in the signs and texts in the film. Data collection was carried out by observation and documentation techniques. The results of this study show that the representation of sexual harassment and sexual violence in KBGO experienced by women in films shows various categories of sexual harassment and sexual violence in KBGO which occurs due to power relations. Abstrak Pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO di Indonesia semakin meningkat apalagi semenjak kasus Covid-19. Selain itu, kasus pelecehan seksual atau kekerasan seksual juga masih sangat sering terjadi di realitas sosial dan berbagai sektor entah itu di ranah pendidikan bahkan lingkungan pekerjaan. Melalui film yang menjadi salah satu wadah digunakan untuk menggambarkan situasi pada realitas sosial dimasyarakat mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam film sebagai media komunikasi untuk penonton. Film Sleep Call menjadi salah satu film yang mengangkat isu pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terhadap perempuan. Dalam film tersebut tergambar bahwa pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terjadi akibat adanya relasi kuasa terhadap kaum yang dicap rentan yaitu perempuan. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif sebagai pendekatan penelitian serta menggunakan metode analisis semiotika dengan mengambil simbol dan teks yang digunakan sebagai objek kajian, sehingga harus menafsirkan dan memahami kode-kode yang ada pada tanda dan teks dalam film. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa representasi pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang dialami perempuan dalam film menunjukan berbagai kategori pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang terjadi akibat relasi kuasa.