Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mengelola Konflik Sosial Melalui Penguatan Kelembagaan Desa Di Kabupaten Bone Muhammad Iqbal Latief; Arsyad Genda; Suryanto Suryanto; Arini Enar Lestari AR
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.8949

Abstract

Pengelolaan konflik yang telah banyak dilakukan cendrung bersifat reaktif dan jangka pendek karena hanya cendrung merespon permasalahan konflik yang nampak dipermukaan dan bersifat sekunder saja sehingga secara sporadis dapat muncul kembali. Oleh karena itu, penanganan konflik yang bersifat jangka panjang untuk bisa mencegah dan meredam konflik  yang terjadi merupakan suatu hal yang sangat urgen untuk dilakukan oleh semua pihak termasuk lembaga perguruan tinggi. Secara umum di Kabupaten Bone telah terjadi konflik yang dilatar belakangi berbagai macam faktor seperti permasalahan tanah, politik bahkan terkait dengan nilai agama dan kepercayaan. Sebagai mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah dan masyarakat Desa di Kabupaten Bone. Sehingga melalui pelatihan pengelolaan konflik ini akan menghasilkan suatu dokumen pengelolaan konflik. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan September 2019 yang dimulai dari perumusan proposal sampai dengan penyusunan laporan akhir kegiatan. Solusi dan metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pemberian pengetahuan dan pemahaman melalui ceramah dan tanya jawab, praktek melakukan pemetaan potensi konflik dengan alat yang disiapkan serta merumuskan langkah-langkah pengelolaan konflik yang berpotensi terjadi di masyarakat.
KONSTRUKSI SOSIAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KASUS PROGRAM ICD RUMAH ZAKAT DI DESA MEKARWANGI KABUPATEN BANDUNG BARAT) Arini Enar Lestari AR; Munandar Sulaiman; Muhammad Fedryansyah
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 2, ISSUE 2, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i2.12863

Abstract

Social construction is one of the approach in community development. This research aimed to find out the process and results of the social construction of community development through the Integrated Community Development (ICD) Rumah Zakat program in Mekarwangi Village, West Bandung Regency. Mekarwangi Village was one of the target of the ICD program which was considered quite successful in the program implementation by the Rumah Zakat. The social construction of community development in Mekarwangi Village goes through stages of externalization, objectification, and internalization. This stage of social construction was obtained through the results of the dialectical process. This research used qualitative method with a case study approach. Primary data were obtained from informants through observation and in-depth interviews. Secondary data were obtained through relevant literature. These method and approach were used to describe, analyze data and field information that was appropriate with the actual conditions factually and thoroughly about the social construction process of community development through the Integrated Community Development (ICD) Rumah Zakat program in Mekarwangi Village, West Bandung Regency. This was appropriate with the society social construction process proposed by Berger and Luckman (1990). The results of the research shows that dialectics of social construction occurs simultaneously from externalization, objectification until internalization. The externalization process was carried out by preparing a facilitator (RI), making social mapping, formulating an action plan, and reaching the socialization stage. The objectification process was carried out after the community was familiar with the ICD RZ program and starts implementing it. The internalization process was the re-absorption of the program into each community to raise awareness for the importance of the program existence for individuals. ABSTRAK Konstruksi sosial adalah salah satu pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil konstruksi sosial pemberdayaan masyarakat melalui program Integrated Community Development (ICD) Rumah Zakat di Desa Mekarwangi Kabupaten Bandung Barat. Desa Mekarwangi adalah salah satu desa binaan program ICD yang dinilai cukup berhasil dalam pelaksanaan program oleh Rumah Zakat. Konstruksi sosial pemberdayaan masyarakat di Desa Mekarwangi berjalan melalui tahapan eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi. Tahapan konstruksi sosial ini diperoleh melalui hasil proses dialektika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh dari informan melalui observasi dan wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui literatur yang relevan. Metode dan pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan, menganalisis data dan informasi lapangan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya secara faktual dan teliti terhadap proses konstruksi sosial pemberdayaan masyarakat melalui program Integrated Community Development (ICD) Rumah Zakat di Desa Mekarwangi Kabupaten Bandung Barat. Hal ini sesuai dengan proses konstruksi sosial masyarakat yang dikemukakan oleh Berger dan Luckman (1990). Hasil penelitian menemukan dialektika konstruksi sosial terjadi secara simultan mulai dari ekternalisasi, objektivikasi sampai internalisasi. Proses eksternalisasi dilakukan dengan mempersiapkan fasilitator (RI), pembuatan social mapping, perumusan action plan, sampai pada tahap sosialisasi. Proses objektifikasi dilakukan setelah masyarakat mengenal program ICD RZ dan mulai melaksanakannya. Proses internalisasi adalah penyerapan kembali program ke dalam diri masing-masing individu masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran terhadap pentinganya keberadaan program bagi diri individu.
Penyuluhan penguatan pranata keluarga dalam pencegahan perilaku menyimpang anak-remaja di Kabupaten Soppeng Mansyur Radjab; Andi Haris; Nuvida Raf; Atma Ras; Ridwan Syam; Arini Enar Lestari; Andi Ahmad Hasan Tenriliwang
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 2 (2022): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i2.4955

Abstract

[Bahasa]: Keluarga sebagai salah satu lembaga sosial memiliki peran penting di masyarakat dalam mencegah berbagai perilaku menyimpang. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ketahanan keluarga dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai salah satu lembaga yang paling bertanggung jawab khususnya dalam pengawasan anak. Metode penyuluhan ini didasarkan pada pengorganisasian sikap, di mana seluruh proses kegiatan, mulai dari penyajian materi, diskusi dan simulasi, mampu menata kembali pemahaman tentang fungsi dan peran keluarga. Hasil dari penyuluhan ini dapat memberdayakan peserta dalam mengekspresikan tanggapan mereka dengan meningkatkan kerjasama untuk memahami masalah keluarga.  Selain itu tereksplorasi sikap yang sama dengan perkembangan remaja melalui unsur-unsur yang disajikan tentang bagaimana keluarga mengubah lingkungan. Melalui diskusi fungsi dan peran utama keluarga dalam pembentukan kepribadian anak, dan keserasian sosial antara sosialisasi dan tempat tumbuh kembang pada masa remaja membuat peserta lebih siap untuk menata kelompok mereka dalam menggerakkan program penguatan keluarga dalam pencegahan penyimpangan. Kata Kunci: perilaku menyimpang, pranata keluarga, sosialisasi [English]: The family has an essential role in preventing various deviant behaviors. This counseling activity intends to provide insight/knowledge about family resilience in its functions and roles as one of the most responsible institutions, especially in child supervision. This counseling method was based on attitude organization, in which the whole process of activities, starting from the presentation of material, discussions, and simulations, can reorganize the understanding of the function and role of the family. The results of this counseling can empower participants to express their responses by increasing cooperation in understanding family problems. In addition, this program explored the same attitude of adolescent development through the elements presented about how families change the environment. Through the discussion of the primary function of the family, the role of the family in forming a child's personality, and the social harmony between socialization and the place of growth and development during adolescence, participants were better prepared to organize their groups in driving family strengthening programs in preventing deviance. Keywords: deviant behavior, family institutions, socialization
SOSIALISASI NAVIGASI AMAN DI DUNIA MAYA: MEMBANGUN PERISAI DIGITAL UNTUK ANAK-ANAK Syam, Ridwan; Nuvida Raf; Ria Renita Abbas; Atma Ras; Hariashari Rahim; Arini Enar Lestari
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3452

Abstract

Penggunaan perangkat digital oleh anak-anak telah menjadi fenomena yang semakin mendominasi di masyarakat modern. Namun, perkembangan dunia digital juga menghadirkan tantangan baru, seperti keamanan data, privasi, dan dampak sosial. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengawasi dan mengatur waktu penggunaan gawai oleh anak-anak, serta memberikan bimbingan yang baik dalam memanfaatkan teknologi secara positif. Tulisan ini menyajikan studi kasus kegiatan pengabdian masyarakat yang mengundang Aparatur Pemerintah Desa, Tim Penggerak PKK, dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Ma'rumpa, Sulawesi Selatan, dengan memberikan penguatan pemahaman melalui kegiatan sosialisasi dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Diharapkan pemahaman yang didapat dari materi terutama melalui kasus yang dipaparkan, dapat menjadi landasan bagi para orang tua dalam mendampingi anak-anaknya beraktivitas di dunia maya.
COMMUNITY PARTICIPATION IN WASTE MANAGEMENT IN PINRANG REGENCY: TOWARDS A WASTE-FREE ENVIRONMENT AR, Andi Bau Inggit; Ruslan, Achmad; Annisa, Arini Nur; Arifin, Arnita Pratiwi; Lestari, Arini Enar; AR, Andi Bau Medlin; Imanullah, Andi Muhammad Aqil; Kadarudin; Rifai, Andi Tenri Famauri; Rastiawaty
Awang Long Law Review Vol. 7 No. 1 (2024): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v7i1.1362

Abstract

The problem of waste management in Penrang Village is caused by the fact that many people are not yet aware of disposing of waste in its place, the lack of community participation due to the lack of understanding and legal awareness of the community in protecting the environment, the suboptimal management of waste by the local government through TPS3R, and the lack of community understanding regarding Pinrang Regency Regulation no. 7 of 2013 concerning Waste Management. Legal socialization is the best solution that can be offered, so the method of implementing the activities used in lectures and discussions between the PPMU-PK-M Team of Hasanuddin University with the village apparatus and the surrounding community. The community's lack of understanding and awareness regarding their role in waste management causes many problems related to environmental management, especially concerning waste management in Penrang Village. The number of cleaning staff in Penrang Village is also inadequate, so they are overwhelmed in carrying out their duties. The lack of officers hampers the distribution of household waste to the final disposal site. This is because many people refuse to pay their waste transportation fees, even though the fees are managed to become the wages of cleaning staff in the village. In this case, the local government should be able to resolve the issue of wages for cleaning staff in order to achieve good waste management in Penrang Subdistrict.
COMMUNITY PARTICIPATION IN WASTE MANAGEMENT IN PINRANG REGENCY: TOWARDS A WASTE-FREE ENVIRONMENT AR, Andi Bau Inggit; Ruslan, Achmad; Annisa, Arini Nur; Arifin, Arnita Pratiwi; Lestari, Arini Enar; AR, Andi Bau Medlin; Imanullah, Andi Muhammad Aqil; Kadarudin; Rifai, Andi Tenri Famauri; Rastiawaty
Awang Long Law Review Vol. 7 No. 1 (2024): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v7i1.1362

Abstract

The problem of waste management in Penrang Village is caused by the fact that many people are not yet aware of disposing of waste in its place, the lack of community participation due to the lack of understanding and legal awareness of the community in protecting the environment, the suboptimal management of waste by the local government through TPS3R, and the lack of community understanding regarding Pinrang Regency Regulation no. 7 of 2013 concerning Waste Management. Legal socialization is the best solution that can be offered, so the method of implementing the activities used in lectures and discussions between the PPMU-PK-M Team of Hasanuddin University with the village apparatus and the surrounding community. The community's lack of understanding and awareness regarding their role in waste management causes many problems related to environmental management, especially concerning waste management in Penrang Village. The number of cleaning staff in Penrang Village is also inadequate, so they are overwhelmed in carrying out their duties. The lack of officers hampers the distribution of household waste to the final disposal site. This is because many people refuse to pay their waste transportation fees, even though the fees are managed to become the wages of cleaning staff in the village. In this case, the local government should be able to resolve the issue of wages for cleaning staff in order to achieve good waste management in Penrang Subdistrict.