This study examines the economic disparities and growth between the cities of Payakumbuh and Bukittinggi by utilizing indicators such as GDP, sector structure, and economic growth. The findings reveal that Bukittinggi has a larger economic scale due to its dominance in trade, services, and tourism sectors, while Payakumbuh is more reliant on small industries and micro, small, and medium enterprises. The disparity index according to the Williamson Index shows that the differences between the two cities are minimal. Shift Share analysis indicates that both cities follow the national growth trend but lack a strong competitive advantage, particularly Payakumbuh. The research highlights the need for strengthening key sectors, equalizing infrastructure, and fostering collaboration among regions to promote a more balanced economic growth. Keywords: Regional Economic Development, Regional Disparities, Gross Regional Domestic Product (GRDP), Economic Sector Structure, Economic Growth, Shift Share Analysis, Williamson Index Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi perbedaan regional dan perkembangan ekonomi antara Kota Payakumbuh dan Kota Bukittinggi dengan memanfaatkan indikator PDRB, struktur sektor, serta pertumbuhan ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa Bukittinggi memiliki ukuran ekonomi yang lebih besar akibat dominasi sektor perdagangan, layanan, dan pariwisata, sementara Payakumbuh lebih bergantung pada usaha kecil dan UMKM. Ketimpangan antara kedua kota sangat minimal jika dilihat dari Indeks Williamson. Analisis Shift Share mengindikasikan bahwa keduanya mengikuti tren pertumbuhan nasional, tetapi belum memiliki daya saing yang kuat, khususnya Payakumbuh. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan sektor yang menjadi unggulan, distribusi infrastruktur yang merata, dan kerjasama antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih adil. Kata kunci: Perkembangan Ekonomi Daerah, Ketimpangan Regional, PDRB, Struktur Sektor Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Shift Share, Indeks Williamson