Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ki Hadjar Dewantara and the Philosophy of Education Fuadi, Diyoba Azhar; Yuniarti, Gusti; Nelesti, Nelian; Heri, Septen; Carnolis, Jon; Hartati, Merri Sri; Susiyanto, Susiyanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.324

Abstract

Education has a major role in building a strong country and producing talented citizens. However, the Indonesian education system still places too much emphasis on academic aspects rather than character and moral development. Ki Hadjar Dewantara's ideas, which emphasize building national character, remain relevant in this era of globalization. This research uses a literature study method by analyzing various literature related to Ki Hadjar Dewantara's thoughts, educational philosophy, and current educational challenges. Data was obtained from books, journals and Ki Hadjar Dewantara's writings which document his views on education and culture. The research results show that Ki Hadjar Dewantara's educational concept is based on the principle "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" which emphasizes the importance of example, motivation and guidance in education. Apart from that, his thinking is also related to various schools of educational philosophy, such as essentialism, existentialism, progressivism and perennialism. In conclusion, Ki Hadjar Dewantara's thoughts provide a strong philosophical foundation for the Indonesian education system in facing changing times. The integration of national values, culture and morality in education can be a solution to create a generation that is intelligent, has character and has a high sense of social responsibility.
Kolaborasi Manusia-Mesin Dalam Pendidikan: Strategi Guru Beradaptasi Dengan Teknologi AI Hadi, Janes Kurnia; Latifah, Haniyatul; Fuadi, Diyoba Azhar; Fauzan, Fauzan; Christiana, Yona; Hidayat, Tomi; Rifa’i, Rifa’i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1583

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan peluang dan tantangan baru dalam ekosistem pendidikan, termasuk di Indonesia. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi mitra kolaboratif dalam proses pembelajaran, mendukung personalisasi materi, analisis capaian belajar, serta penyediaan umpan balik secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam beradaptasi dengan teknologi AI dalam konteks kolaborasi manusia-mesin di pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan telaah literatur lima tahun terakhir (2020–2025), meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta laporan penelitian yang relevan dengan tema kolaborasi manusia-mesin dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi manusia-AI dalam pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mendukung pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan bermakna. Guru berperan sebagai fasilitator dan penjamin nilai kemanusiaan, sementara AI membantu aspek teknis, analitis, dan personalisasi belajar. Pengembangan literasi AI dan pelatihan teknologi bagi guru menjadi kunci kesiapan pendidik dalam menghadapi transformasi digital, dengan pembangunan mindset growth sebagai fondasi adaptasi guru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi AI secara bertanggung jawab, serta penyediaan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang humanis dan adaptif. Kolaborasi manusia-mesin yang efektif akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan di era digital.
Ki Hadjar Dewantara and the Philosophy of Education Fuadi, Diyoba Azhar; Yuniarti, Gusti; Nelesti, Nelian; Heri, Septen; Carnolis, Jon; Hartati, Merri Sri; Susiyanto, Susiyanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.324

Abstract

Education has a major role in building a strong country and producing talented citizens. However, the Indonesian education system still places too much emphasis on academic aspects rather than character and moral development. Ki Hadjar Dewantara's ideas, which emphasize building national character, remain relevant in this era of globalization. This research uses a literature study method by analyzing various literature related to Ki Hadjar Dewantara's thoughts, educational philosophy, and current educational challenges. Data was obtained from books, journals and Ki Hadjar Dewantara's writings which document his views on education and culture. The research results show that Ki Hadjar Dewantara's educational concept is based on the principle "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" which emphasizes the importance of example, motivation and guidance in education. Apart from that, his thinking is also related to various schools of educational philosophy, such as essentialism, existentialism, progressivism and perennialism. In conclusion, Ki Hadjar Dewantara's thoughts provide a strong philosophical foundation for the Indonesian education system in facing changing times. The integration of national values, culture and morality in education can be a solution to create a generation that is intelligent, has character and has a high sense of social responsibility.
Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain Fuadi, Diyoba Azhar; Istiana, Farika; Eriyanto, Eriyanto; Hadi, Janes Kurnia; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5087

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.