Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Manusia-Mesin Dalam Pendidikan: Strategi Guru Beradaptasi Dengan Teknologi AI Hadi, Janes Kurnia; Latifah, Haniyatul; Fuadi, Diyoba Azhar; Fauzan, Fauzan; Christiana, Yona; Hidayat, Tomi; Rifa’i, Rifa’i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1583

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan peluang dan tantangan baru dalam ekosistem pendidikan, termasuk di Indonesia. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi mitra kolaboratif dalam proses pembelajaran, mendukung personalisasi materi, analisis capaian belajar, serta penyediaan umpan balik secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam beradaptasi dengan teknologi AI dalam konteks kolaborasi manusia-mesin di pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan telaah literatur lima tahun terakhir (2020–2025), meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta laporan penelitian yang relevan dengan tema kolaborasi manusia-mesin dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi manusia-AI dalam pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mendukung pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan bermakna. Guru berperan sebagai fasilitator dan penjamin nilai kemanusiaan, sementara AI membantu aspek teknis, analitis, dan personalisasi belajar. Pengembangan literasi AI dan pelatihan teknologi bagi guru menjadi kunci kesiapan pendidik dalam menghadapi transformasi digital, dengan pembangunan mindset growth sebagai fondasi adaptasi guru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi AI secara bertanggung jawab, serta penyediaan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang humanis dan adaptif. Kolaborasi manusia-mesin yang efektif akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan di era digital.
Studi Kasus Kebijakan Pendidikan Global hamida, elis; fauzan, fauzan; latifah, haniyatul; aroma, nellys; asmara, adi; kashardi, kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4097

Abstract

Perbandingan pendidikan antarnegara dalam konteks studi kasus kebijakan pendidikan global merupakan kajian yang sangat penting untuk memahami bagaimana proses globalisasi memengaruhi arah, struktur, dan praktik sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti penguatan literasi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan indikator mutu pendidikan yang bersifat universal. Selain itu, globalisasi juga membuka ruang terjadinya pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara sebagai upaya meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat global. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, kajian ini berupaya mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta bentuk adaptasi kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara dalam merespons tuntutan global sekaligus kebutuhan lokal yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan global diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan internasional dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman global yang semakin relevan di era digital dan mobilitas tinggi. Selain itu, penelitian ini mengkaji perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi dampak globalisasi, dengan fokus pada inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis dan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan tujuan pembangunan nasional.
Webinar on Writing Scientific Articles for Teachers: Strengthening Professionalism Through Publication Literacy Hartati, Merri Sri; Pratama, Rizki; Ramadianti, Winda; Hardiansyah, Hardiansyah; Latifah, Haniyatul
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 3 No 1 (2025): September 2025
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v3i1.5090

Abstract

This community service activity aims to improve teachers' capacity in writing scientific articles as part of ongoing professional development. A total of 30 teachers from the Avicena Bengkulu Learning Community participated in a webinar titled "Writing Scientific Articles for Teachers," held online on September 25, 2024, via Google Meet. The activity consisted of delivering materials and facilitating interactive discussions on the structure of scientific articles, adjustments to journal templates, and publication strategies. The activity results showed high enthusiasm among participants, reflected in their active questioning and readiness to prepare the initial draft of the article. This activity increased participants' understanding of the importance of scientific publications and encouraged them to begin writing based on the learning practices they had undertaken. This webinar is a genuine contribution from lecturers to strengthening publication literacy among teachers as part of improving professionalism.