Viniani, Prafitra
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGEMBANGAN MOTIF ILUSTRASI BAHASA RUPA (RWD) DENGAN PENGGAYAN FLAT DESIGN MENGGUNAKAN INSPIRASI BATIK GENDONGAN LASEM POHON HAYAT DAN SATWA Farhani, Shafiradita; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya  seni  dalam  seni  tradisi  Indonesia menggunakan  ilustrasi  Bahasa  rupa Ruang  Waktu  Datar  (RWD),  ini merupakan  sebuah  cara  tata  ungkap  yang  dituangkan dalam sebuah  gambar dengan  cara  terdahulu,  seni  tradisi  Indonesia  juga berpengaruh terhadap  penggayaan  desain  yang  sedang  populer  saat  ini  yaitu  flat  design.  Adanya keterkaitan antara RWD dengan flat design, hal ini berpotensi digabungkan untuk inovasi motif, dalam upaya menciptakan suatu  teknik menggambar yang  lebih  inovatif dengan menggabungkan  tata  ungkap  sebuah  cerita  dari  salah  satu  seni  tradisi  Indonesia  yang menjadi  inspirasi  utamnya  yaitu  batik  gendongan  Lasem  Pohon  Hayat  dan  Satwa. Penelitian  ini menggunakan metode  penelitian  kualitatif  dengan  teknik  pengumpulan data berupa studi pustaka mencari buku dan jurnal terkait dengan penelitian, observasi mencari data dengan studi brand secara online, wawancara dengan ilustrator Diani Apsari mengenai penggayaan ilustrasi yang sedang tren saat ini, studi visual mengenai gambar RWD  dengan  flat  design,  serta melakukan  eksplorasi  pengembangan motif  kain  batik gendongan lasem pohon hayat dan satwa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan inovasi motif dengan menggabungkan sistem RWD dan flat design dengan menggunakan inspirasi batik gendongan Lasem Pohon Hayat dan Satwa, serta mengaplikasikan hasil  lembaran kain pada produk fashion. Kata kunci: fashion, flat design, lasem, ruang waktu datar (rwd)
PENGEMBANGAN MOTIF TENUN KHAS GAMPLONG DI UKM RAGIL JAYA CRAFT Ningsih, Widya Kusuma; Ciptandi, Fajar; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenun merupakan salah satu bentuk kerajinan tradisional dengan menggunakan alat tradisional yang disebut ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dengan cara menjalinkan benang lungsi yang membujur ke arah panjang dengan benang pakan yang melintang ke arah lebar (Meira dkk, 2013). Salah satu daerah penghasil tenun di Indonesia adalah desa Gamplong, Yogyakarta. Kerajinan tenun  serat  alam  ini dilakukan secara turun temurun dan  keahlian  yang  didapatkan  berasal  dari  orang  tua  terdahulu  yang  kemudian dikembangkan  sesuai  perkembangan  zaman. Dengan menggunakan metode  kualitatif, penulis dapat menemukan permasalahan yang tepat sasaran dan mudah dilakukakn oleh pengrajin tenun UKM Ragil Jaya Craft. Metode ini menghasilkan sebuah inovasi dengan eksplorasi  pengembangan  motif  tenun  khas  Gamplong.  Proses  eksplorasi  dilakukan secara  individual  maupun  bersama  dengan  para  pengrajin,  sehingga  menghasilkan pengembangan motif tenun khas Gamplong dengan tampilan visual baru yang memiliki irama. Hasil penelitian  ini bertujuan menciptakan  lembaran tenun dengan menerapkan variasi  komposisi motif  tenun  yang menarik menggunakan  konsep  inspirasi  bangunan ikonik  Desa  Gamplong  dengan  menggunakan  teknik  tenun  yang  sudah  dikuasai  oleh perajin UKM Ragil Jaya Craft. Kata Kunci: tenun serat alam, ukm ragil jaya craft, gamplong
PENGOLAHAN LIMBAH KAIN PERCA SISA PRODUKSI DARI KONFEKSI DI TANGERANG UNTUK DIJADIKAN PRODUK FESYEN Rusydahu, Ariija Illona; Arumsari, Arini; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan pakaian jadi di Indonesia berkembang pesat seiring denganmeningkatnya kebutuhan jumlah pakaian yang banyak dan bermacam-macam setiaptahunnya. Zaman sekarang banyak ditemukan brand fesyen di Indonesia yang inginmenghasilkan pakaian jadi dengan cara cepat dan dengan jumlah yang banyak. Haltersebut dapat dilakukan dengan mendatangi konfeksi atau rumah produksi pakaian jadi.Pada proses pembuatan pakaian jadi, konfeksi dapat menghasilkan limbah perca hasil dariproses pemotongan kain. Dalam situs resmi kementerian perindustrian Indonesia,direktur jendral industri kimia, farmasi, dan tekstil, menyatakan bahwa "Industridiharapkan mampu memanfaatkan sebesar-besarnya bahan daur ulang yangdiperbolehkan, sehingga dapat mengurangi waste". Pernyataan tersebut merupakanbentuk imbauan yang harus dilalukan, tujuannya adalah mengoptimalkan industri hijau ditanah air. Namun pada kenyataannya, masih banyak industri tekstil yang belummenjalankan imbauan tersebut, fenomena ini ditemukan di lapangan pada saatmelakukan observasi di daerah Tangerang. Jumlah limbah perca yang dihasilkan konfeksiialah katun, spandeks, satin, dan polyester. Limbah perca tergolong kedalam limbahanorganik atau sulit terurai, perlu penangan dalam mengoptimalisasi limbah perca agartidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Salah satu langkah tepatnya ialahmemanfaatkan metode 4 R maupun upcycling. Topik penelitian ini menerapkan metodeUp  Cycling pengolahan material limbah atau sisa, dengan judul penelitian PengolahanLimbah Kain Perca Sisa Produksi dari Konfeksi di Tangerang untuk Dijadikan ProdukFesyen. Penelitian ini menggunakan metode data kualitatif dan kuantitatif. Dan hasil akhirdari penelitian ini adalah tiga busana kasual khusus wanita.Kata kunci: konfeksi tangerang, upcycle, limbah perca, dan produk fesyen
PENGOLAHAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK SYMMETRY PATTERN DENGAN INSPIRASI TENUN LAWO BUTU FLORES PADA PRODUK FASHION Djoehara, Amanda Raniaputri; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Repetisi merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan dalampembuatan motif. Symmetry pattern merupakan salah satu teknik pengolahan motifrepetisi yang memiliki dua jenis pengulangan atau repetisi yaitu linear dan planar. Selainitu, teknik ini terdiri dari empat operasi dasar yaitu rotation, reflection, translation danglide reflection. Di sisi lain Indonesia memiliki banyak ragam bentuk motif yang memilikiteknik yang serupa dalam pembuatan motifnya. Salah satunya adalah tenun Lawo Butuasal Flores yang memiliki kesamaan visual yaitu terdapat teknik repetisi simetri sederhanadan jenis pengulangan linear pada motif tenunnya. Penelitian ini memiliki tujuan untukmenghasilkan inovasi olah motif menggunakan teknik symmetry pattern dengan inspirasimotif tenun lawo butu yang kemudian diaplikasikan pada lembaran kain dan produkfashion. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan metodepengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan eksplorasi. Eksplorasi yangdilakukan termasuk eksplorasi stilasi, eksplorasi motif dan meta-motif serta eksplorasirepetisi linear. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu inovasi motif menggunakan empatoperasi dasar simetri dengan jenis pengulangan linear dengan inspirasi motif lawo butu.Motif yang dihasilkan diaplikasikan pada lembaran kain dan busana ready to wearmenggunakan teknik digital printing dan beading.Kata Kunci: fashion, motif, simetri linear, symmetry pattern, tenun lawo butu
PENGOLAHAN TEKNIK 3D PRINTING DENGAN FILAMEN PLA SEBAGAI EMBELLISHMENT PADA MATERIAL TEKSTIL Alika, Aviva Nur; Viniani, Prafitra; Hendrawan, Aldi
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

3D Printing tidak hanya digunakan untuk pembuatan sparepart kendaraan atau alat-alat  medis,  penggunaannya  untuk  produk  fashion  pun  sudah  mulai  digunakan. Namun penggunaannya masih murni 3D Printing yang dibuat menjadi  lembaran secara utuh. Selain itu, banyak potensi yang dapat dikembangkan khususnya pengembangan 3D printing  di  atas  material  tekstil.  Beberapa  penelitian  sebelumnya  sudah  mencoba pengaplikasian  ini  dengan  berbagai  filamen,  salah  satunya  adalah  filamen  PLA  atau polylactic  acid. Maka  dapat  dilihat  adanya  peluang  yang  luas  terhadap  pemanfaatan teknik 3D printing menggunakan filamen PLA untuk dijadikan sebegai embellishment pada material tekstil untuk dijadikan inovasi baru pada produk fashion. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk memperluas pemanfaatan  teknik  3D Printing  terutama menggunakan filamen PLA sebagai filamen utama dan memanfaatkannya sebagai embellishment pada material  tekstil.  Eksplorasi  berhasil  dilakukan menggunakan  filamen  PLA  dengan  hasil cetakan terbaik pada material berongga besar, yaitu kain  jaring (net) dan strimin nilon. Hasil  cetakan  3D  Printing  dapat  menempel  dengan  baik  pada  kain  walaupun  telah melewati  beberapa  tahapan  uji  ketahanan.  Adanya  evaluasi  dikarenakan  pemosisian cetakan yang kurang baik sehingga modul cetakan 3D Printing patah dan lepas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data berupa studi  literatur, observasi,  dan  eksplorasi  yang melalui  beberapa  tahapan mulai  dari  eksplorasi  awal, eksplorasi lanjutan, hingga eksplorasi terpilih. Kata kunci: 3D printing, filamen pla, embellishment, tekstil
PENGOLAHAN TEKNIK 3D PRINTING DENGAN FILAMEN POLYLATIC ACID SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF PADA PRODUK FESYEN Salma, Dila; Puspitasari, Citra; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fesyen adalah suatu fenomena yang akan terus berputar mengikuti trend yang ada. Perkembangan teknologi yang ada disekitar kita memberikan dampak positif pada ranah desain, salah satu teknologi yang sedang berkembang adalah teknologi 3D Printing, dalam pembuatan produknya menggunakan mesin sehingga prosesnya mudah, cepat dan detail.  Printing  ini  bisa mencetak  banyak model  seperti alat  peraga  untuk  pendidikan, model perhiasan, alat-alat kesehatan, desain produk, hingga mainan anak-anak, sehingga teknologi ini menjadi salah satu tren pada bidang teknologi informasi dan juga komunikasi di saat ini. Pada proses pencetakan 3D Printing ini menggunakan material filamen, dimana filamen mempunyai banyak jenisnya salah satu jenisnya ialah filamen polylatic acid (PLA) merupakan filamen plastik yang bersifat bio-degradable, yaitu dapat terurai lebih cepat dalam  lingkungan dibandingkan dengan plastik  lainnya, sehingga dapat dikatakan  lebih ramah lingkungan. Secara fisik, PLA memiliki sifat yang cukup keras juga kaku tetapi tetap mudah  digunakan  namun  rentan  terhadap  suhu  panas  yang  sangat  tinggi.  Dari hasil wawancara  serta  observasi  didapatkan  data  bahwasannya  filemen  polylatic  acid yang paling aman digunakan dan mempunyai  risiko gagal yang sedikit, namun belum banyak penggunaannya  sebagai  alternatif material pada produk  fesyen.  Sehingga hal ini  dapat menjadi peluang untuk mengembangkan penggunaan teknik 3D printing dengan filamen PLA sebagai alternatif material produk fesyen. Kata kunci: 3D Printing, filamen polylatic acid, produk fesyen
PERANCANGAN CRAFT KIT DENGAN MENGAPLIKASIKAN TEKNIK BATIK PADA MEDIA TEKSTIL UNTUK ANAK USIA DINI Dzannurazkia, Vathya; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki  kemampuan  literasi  sangat  rendah  dibandingkan  dengan negara  lain,  sehingga  negara  ini  berada  pada  posisi  10  negara  terbawah  di  dunia. Rendahnya kemampuan literasi disebabkan oleh salah satu literasi yang belum diterapkan dengan  baik,  yaitu  perceiving  and  drawing  yang  dapat  dikembangkan melalui  media belajar  craft  sejak  usia  dini.  Tujuan  penelitian  untuk  mengembangkan  media pembelajaran dalam upaya meningkatkan literasi perceiving and drawing melalui craft kit. Penelitian dikaji dengan metode penelitian  kualitatif dengan  teknik pengumpulan data melalui  studi  literatur  yang  berkaitan  dengan  teori  kebutuhan  penelitian.  Kemudian melakukan  observasi  pada  beberapa  brand  craft kit baik  secara  online maupun onsite. Berikutnya dilakukan wawancara dengan beberapa ahli dan terakhir melakukan eksplorasi dalam  beberapa  tahap.  Hasil  dari  penelitian  ini  adalah  sebuah  craft  kit  yang mengaplikasikan teknik batik malam dingin pada media tekstil untuk anak usia dini. Craft kit terdiri dari alat dan bahan seperti malam dingin, cat, bingkai dengan kain primisima, dan  alat  cetak  berbahan  kayu  dimana  seluruh  kit  telah  melewati  tahap  eksplorasi, prototyping, uji validasi, dan evaluasi produk. Maka dari itu, media pembelajaran berupa craft kit ini dapat menghasilkan teknik, material, dan visual yang baru.  Kata kunci: batik, craft kit, literasi, perceiving and drawing, malam dingin
PERANCANGAN CRAFT KIT STRUCTURE TECHNIQUE (TENUN) DENGAN BAHAN TEKSTIL SEBAGAI MEDIA AJAR ANAK USIA DINI Permatasari, Aprillia Indah; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem  pendidikan  literasi  di  Indonesia  berfokus pada membaca menulis  dan berhitung,  hal  ini  karena  salah  satu  aspek  literasi  dasar  yaitu  perceiving  and  drawing kurang diperhatikan. Kemampuan  literasi perceiving and drawing dapat dilatih melalui media belajar menggunakan craft dengan menstimulasi kemampuan motorik halus dan kognitif  anak.  Sehingga  adanya  peluang  pengembangan  media  ajar  berupa  craft  kit menggunakan  bahan  tekstil  melalui  structure  technique  jenis  teknik  tenun  (woven) dengan menerapkan  konten  lokal. Metode  penelitian menggunakan metode  kualitatif yaitu, melalui studi  literatur untuk mendapatkan data  – data terkait penelitian, melalui wawancara kepada narasumber terkait dengan penelitian yang menghasilkan data bahwa masih jarang produk yang menggunakan bahan tekstil, konten lokal dan kebutuhan media pembelajaran  selain  printable  dan  activity  book, melalui  observasi  dibeberapa  tempat untuk  mengetahui  perkembangan  produk  craft  kit,  serta  melalui  eksplorasi  untuk mendapatkan data mengenai material alat, bahan  tekstil dan visual yang tepat. Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  mengembangkan  media  ajar  anak  berupa  craft  kit  melalui pemerkayaan  variasi  teknik,  material  dan  visual.  Hasil  dari  penelitian  ini  adalah menghasilkan produk  craft  kit dengan  structure  techniques  jenis  teknik  tenun  (woven) serta menerapkan konten lokal melalui yaitu pola anyaman polos (plain weave). Kata kunci: anak usia dini, craft kit, literasi, perceiving and drawing, structure technique
REDESIGN BUSANA SECONDHAND CASUAL DENGAN INSPIRASI KESENIAN REOG KENDHANG Wulandari, Evi; Arumsari, Arini; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikutip dari Fashionopolis : The Price of Fast Fashion and The Future of Clothes (Thomas, Dana. 2019) menyebutkan, pada periode 2000 hingga 2014, produksi garmen meningkat  dua  kali  lipat.  Setiap  tahun  jumlah  pakaian  yang  dihasilkan  mencapai  100 miliar. Perubahan model busana yang cepat serta meningkatnya produksi dan konsumsi pakaian,  tidak  dapat  dilepaskan  dari  trend  fast  fashion.  Kondisi  ini  menyebabkan penumpukan  pakaian  bekas.  Alasan  lain  penyebab  adanya  pakaian  bekas  impor  yaitu pakaian yang tidak lolos QC, karena terdapat cacat, ukuran yang sudah tidak lengkap, dan pakaian yang sudah tidak trend pada masanya. Membeli produk fesyen di tempat thrift shop adalah alternatif konsumsi pakaian yang lebih murah serta menunjang sustainable living. Meskipun kegiatan thrifting mulai digemari, terdapat beberapa busana bekas cacat yang tidak terjual dan berakhir menjadi barang buangan. Disimpulkan bahwa perlu ada pengolahan terhadap busana bekas cacat sehingga memiliki nilai jual tinggi dan menjadi produk  fesyen  yang  inovatif. Ada  banyak  cara  untuk mengolah  busana  bekas menjadi terlihat baru, salah satunya dengan cara redesign. Dengan menambah teknik rekalatar, menggunakan  inspirasi  lokal Reog Kendhang sebagai  inspirasi potongan  busana  kasual dan  inspirasi  eksplorasi  yang  menambah  nilai  estetika  pada  busana  redesign.  Teknik rekalatar yang digunakan untuk penelitian yaitu teknik pathwork, teknik sulam dan teknik stitching. Keywords: redesign, thrifting, thrift shop, reog kendhang