Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persediaan dan Teknik dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas Agisti Maharani; Selvina Pratama; Esterrita Manalu; Yusawinur Barella
Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : SAMMAJIVA : Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/sammajiva.v2i2.982

Abstract

Human resources are the workforce needed in every organization and country because this workforce is a driving force in the sustainability of an organization, company and country. Inventory in the procurement of human resources in this context is related to procurement which refers to the amount of availability and characteristics of qualified workforce owned by an organization or country to meet the needs of the organization or country in achieving certain goals. This technique in quality human resource planning is related to the steps in the approach, methods and processes carried out by the organization to ensure that the organization gets a workforce that suits the needs and goals of the organization. Human resource planning refers to an activity or activity carried out by the organization in an orderly manner that is related to preparing future workforce needs by using resources that are appropriate to needs and of good quality.
Dampak Kemiskinan terhadap Ketidaksetaraan Pelayanan Kesehatan di Indonesia Agisti Maharani; Astrid; Arya; Deti; Dewi Yanti; Franklin Yohanes Sulla; M. Zainul Hafizi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j61qt429

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan besar yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat di Indonesia, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan kesehatan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masyarakat miskin masih menghadapi hambatan serius, baik dari sisi biaya, jarak, maupun keterbatasan infrastruktur. Hal ini menimbulkan ketidaksetaraan yang nyata, di mana kelompok ekonomi menengah ke atas dan masyarakat perkotaan cenderung memiliki akses lebih mudah terhadap layanan kesehatan dibandingkan masyarakat miskin di daerah pedesaan atau wilayah terpencil. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yang memanfaatkan berbagai sumber jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta publikasi relevan dalam kurun wkatu sepuluh tahun terkahir. Temuan dari kajian tersebut mengisikasikan bahwa kondisi kemiskinan tidak hanya menghambat masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok, tetapi juga memperlebar ketidakmerataan akses terhadap layanan kesehatan dengan dibutuhkannya kebijakan yang menitikberatkan pada aspek pemerataan. Dengan strategi yang terarah dan berkelanjutan, kesenjangan pelayanan kesehatan di Indonesia dapat dikurangi sehingga seluruh lapisan masyarakat memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan yang layak dan bermutu.