Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Antibiotik dengan Seftriakson terhadap Kesembuhan Pasien Anak dengan Infeksi Saluran Kemih dan Pola Sebaran Bakteri Putri, Dewi Andini; Karyanti, Mulya Rahma; Tambunan, Taralan; Gayatri, Pramita; Bermanshah, Evita Karianni
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.306-13

Abstract

Latar belakang. Pemberian antibiotik yang rasional untuk infeksi saluran kemih (ISK) mendukung proses kesembuhan, mencegah komplikasi, dan mencegah resistensi antibiotik.Tujuan. Mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan alur Gyssens, menilai kesembuhan subjek yang diberi antibiotik sesuai Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB), dan mengetahui faktor-faktor risiko yang memengaruhi kesembuhan ISK.Metode. Penelitian deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan secara retrospektif pada pasien anak dengan ISK yang dirawat di RSCM.Hasil. Alur Gyssens menunjukkan antibiotik diberikan rasional pada 53% pasien. Etiologi bakteri pada ISK tersering adalah Escherichia coli, Enterococcus faecalis, dan Klebsiella pneumonia. Kesembuhan ISK berhubungan dengan pemberian antibiotik sesuai rekomendasi PPAB dibandingkan dengan pasien yang diberikan antibiotik lain (88% vs 74%, p = 0,05). Faktor risiko yang terbukti memengaruhi kesembuhan ISK adalah jenis kelamin laki-laki (p=0,04, adjusted OR 2,1 (IK 95% 1,03-4,30)) dan kondisi pasien tanpa komorbiditas (p<0,01, adjusted OR 5,7 (IK 95% 1,64-20,05)).Kesimpulan. Terapi sesuai PPAB memberikan angka kesembuhan yang lebih tinggi dibanding terapi antibiotik lain.
Kepatuhan Pengobatan Sebagai Faktor Proteksi terhadap Kualitas Hidup pada Anak dan Remaja dengan Penyakit Graves Ismail, Ismi Citra; Soesanti, Frida; Syarif, Badriul Hegar; Medise, Bernie Endyarni; Pulungan, Aman Bhakti; Bermanshah, Evita Karianni; Faizi, Muhammad
Sari Pediatri Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.2.2025.73-81

Abstract

Latar belakang. Penyakit Graves (PG) merupakan kelainan autoimun yang merupakan penyebab hipertiroid terbanyak pada anak dan remaja. Manifestasi PG dan proses pengobatan yang dilakukan pasien akan memberikan dampak pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan pasien terhadap pengobatan akan memengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup.Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup pada pasien anak dan remaja dengan PG.Metode. Studi potong lintang terhadap 74 anak usia 5-18 tahun dengan PG. Pemilihan subjek secara consecutive sampling mulai Desember 2020 – Mei 2021. Kepatuhan pengobatan diukur dengan The Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kualitas hidup diukur dengan The Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQLTM) Analisis hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup setelah menyesuaikan dengan variabel perancu dilakukan dengan metode regresi logistik.Hasil. Tingkat kepatuhan pengobatan tinggi pada pasien anak dan remaja dengan PG adalah 21,6 %. Prevalens kualitas hidup terganggu pada anak dan remaja dengan PG adalah 45,9% dan tidak ada beda antara laporan anak dan orangtua. Nilai adjusted OR kepatuhan pengobatan tinggi untuk terjadinya kualitas hidup terganggu setelah menyesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu, tingkat pendapatan, usia, dan durasi sakit adalah 0,098 (IK95% = 0,016-0,580).Kesimpulan. Tingkat kepatuhan pengobatan tinggi merupakan faktor protektif dari terjadinya kualitas hidup terganggu pada anak dengan PG.
Kasus Kateter Dialisis Peritoneal yang Terpuntir pada Seorang Anak Ambarsari, Cahyani Gita; Rahman, Farhan Haidar Fazlur; Bermanshah, Evita Karianni; Kadaristiana, Agustina
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 2 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.70.2-2020-175

Abstract

Objective: Mechanical complications of peritoneal dialysis (PD) may occur because of surgical complications when inserting a Tenckhoff catheter or non-surgical complications during chronic care of a PD catheter. We aim to highlight the latter by presenting a case report of twisted external catheter. Method: We report an 11-year-old Indonesian girl with end-stage renal disease on continuous ambulatory PD at Cipto Mangunkusumo Hospital who was hospitalized due to repeat peritonitis.Result: Upon examination, the external catheter seemed twisted without inflow, outflow, or ultrafiltration problems. Her exit score was 4 with gaping. Both abdominal X-ray and ultrasound showed that the catheter and its cuffs were properly placed. The patient frequently pulled and manipulated her PD catheter. Additionally, the catheter-site care procedure was frequently done by untrained caregivers and catheter fixation was also not performed. A retraining program for all involved caregivers was carried out. Peritonitis resolved after 14-day-treatment using intraperitoneal gentamicin. We determined that the twisted catheter and repeat peritonitis were due to a combination of mechanical trauma, poor chronic catheter-site care, and suboptimal PD catheter training. Conclusion: Maintaining compliance for chronic PD catheter exit-site care by well-trained caregivers and by patients themselves, as well as the external catheter fixation are important.