Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebuah Kasus Jarang: Sindrom Hipoventilasi Obesitas dengan Obstructive Sleep Apnea Mustofa, Syazili; Jati, Pandu Kumaya; Ayu, Putu Ristyaning; Graharti, Risti; Dorisman, Hari; Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.18082

Abstract

Sindrom Pickwickian Sindrom juga dikenal dengan sindrom Hipoventilasi pada Obesitas (SHO) adalah kondisi ditemukannya akumulasi dari minimal dua dari gejala yaitu: obesitas, gangguan tidur terkait pernapasan, dan hipoventilasi alveolar kronik. Penegakan diagnosis baru dapat dilakukan setelah menyingkirkan penyebab hipoventilasi lain. Kami melaporkan sebuah kasus yang kami temukan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek Provinsi Lampung, pada tanggal 20 Agustus 2023, dimana wanita 35 tahun datang dengan keluhan utama sesak napas yang semakin bertambah tambah sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak sering kambuh dalam 6 bulan terakhir dan dirasakan pada malam dan menjelang pagi hari, disertai mengi dan dipengaruhi oleh posisi tidur. Ada riwayat asma pada riwayat penyakit terdahulu pasien sejak kecil. Pasien sering mendengkur sejak 1 tahun dan sering merasa kurang tidur pada siang hari karena tidur malamnya terganggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien obesitas tingkat 2 dengan lingkar leher 37 cm dan skor Apnea Hypopnea Index (AHI) 49. Pemeriksaan penunjang menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan kadar karbondioksida dalam darah. Karena memiliki tiga tanda yaitu obesitas, hipoventilasi dan OSA maka pasien didiagnosis dengan Sindrom Hipoventilasi pada Obesitas (SHO)
Aktualisasi Manajemen Tatalaksana Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Metro Mustofa, Syazili; Infianto, Andreas; Soemarwoto, Retno Ariza; Saputra, Tito Tri; Rosari HS, Felicya; Dorisman, Hari; ., Fitriyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3235

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) dan Asma merupakan penyakit tidak menular di bidang paru yang merupakan penyakit kronik dan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang masih membutuhkan penanganan yang tidak hanya dilakukan di rumah sakit namun juga harus dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dari data yang didapatkan di dinas Kesehatan Kota Metro masih banyak pasien dengan Asma dan PPOK yang masih belum teredukasi dengan baik. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di Kota Metro serta dikarenakan kurangnyainformasi kesehatan yang mereka terima sehingga solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah itu dengan dilakukan penyuluhan dan pembaharuan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan dokter dalam melakukan penanganan terhadap penyakit Asma dan PPOK. Diharapkan dengan diadakan kegiatan penyuluhan ini pengelolaan terhadap penyakit tidak menular bidang paru di Provinsi Lampung pada khususnya Kota Metro dapat terkelola dengan baik serta secara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan peran dokter yang ada diFKTP. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 40 orang dokter di FKTP Kota Metro. Evaluasi keberhasilan pada kegiatan penyuluhan terdiri dari evaluasi awal dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat pada kegiatan ini yaitu dokter spesialis paru dari Departemen  Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan tingkat pemahaman sebesar 30% sehingga keseluruhan peserta memiliki pemahamanbaik. Selain itu, terjadi diskusi interaktif yang mengeksplorasi lebih dalam tentang manajemen penyakit Asma dan PPOK. Diharapkan promosi kesehatan ini dapat meningkatkan dokter di FKTP dalam melakukan manajemen penyakit Asma danPPOK.Kata kunci: PPOK, asma, promosi kesehatan