Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Penanaman Karakter Berpikir Kritis Siswa SMP Rindani, Aulia Nuri Najmi; Fauziah, Lafida Nisa; Rachman, Ichsan Fauzi
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 4 (2024): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i4.1659

Abstract

Based on the report of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbud Ristek) in 2022 Indonesia has a literacy culture value of 57.4%. This figure shows that the literacy culture in Indonesia is still in the low category. This article was created to review and analyze the content of the articles that have been collected which aims to see the results of research on the effectiveness of the School Literacy Movement (GLS) as an effort to instill critical thinking characters in junior high school students. This article uses the literature study method. This technique combines theories and concepts into conceptual research methods. The analysis conducted in the literature study is content analysis. The literature study goes through various stages, such as forming opinions or arguments, providing criticism, determining the topic to be selected, conducting a literature survey, finding literature sources, then writing the results of the review. From each article that has been reviewed, it produces several things that become factors in the success of the School Literacy Movement (GLS) program in fostering critical thinking character in junior high school students.
Inovasi Kegiatan Penanaman Timun Suri Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis Fakhrulloh, Rif’an Haqqi; Setyawan, Panji; Aini, Wulan Nur; Poetri, Marisha Adzani; Rindani, Aulia Nuri Najmi; Fauziah, Lafida Nisa; Fazrianti Rusman, Kharisma Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2393

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program intevensi dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui pendekatan non – farmakologis. Berdasarkan analisis menggunakan metode Reinke dan fishbone, pola konsumsi buah yang rendah menjadi faktor pemicu hipertensi di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memberdayakan masyarakat melalui program MENARI (Menanam Timun Suri Untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi). Metode yang digunakan mencakup analisis SWOT untuk merancang dan mengimplementasikan program intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Hasil intervensi menunjukkan bahwa penanaman dan konsumsi timun suri memiliki potens sigrnifikan dalam membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tingginya angka kejadian hipertensi di masyarakat setempat.
Optimalisasi KWT Kelurahan Cikalang, Kota Tasikmalaya Melalui Inovasi SITOMAT sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Hipertensi Fakhrulloh, Rif’an Haqqi; Setyawan, Panji; Aini, Wulan Nur; Poetri, Marisa Adzani; Rindani, Aulia Nuri Najmi; Fauziah, Lafida Nisa; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3542

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di dunia maupun Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya yang mencatat 50.521 kasus pada tahun 2022, serta 321 kasus di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya preventif berbasis pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program SITOMAT (Solusi Intervensi Tomat untuk Mengendalikan Hipertensi) yang dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Cikalang. Program ini memanfaatkan potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan konsumsi tomat sebagai sumber kalium yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kegiatan meliputi sosialisasi hipertensi, edukasi budidaya tomat, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta praktik penanaman yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi, penguatan kapasitas KWT, dan terbentuknya kemandirian warga dalam mengelola kesehatan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Program SITOMAT berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi berbasis pangan sehat dan budidaya rumah tangga.
Kompos Dari Dapur Sendiri: Inovasi Ember Tumpuk di RW 07 Cikalang Hapsari, Aliya Nindy; Verawati, Esty; Fadillah, Fahri Yanti; Al Fitri, Bunga; Felicya, Yusya Hira; Rahmat, Nazwa Kanaya Malika; Fauziah, Lafida Nisa; Fakhrulloh, Rifan Haqqi; Poetri, Marisha Adzani; Rindani, Aulia Nuri Najmi; Aini, Wulan Nur; Setyawan, Panji; Annashr, Nissa Noor; Dewi, Bella Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3581

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga yang didominasi oleh limbah organik dan belum tertangani dengan baik memerlukan upaya edukasi serta solusi pengelolaan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diperkenalkan penggunaan komposter ember tumpuk (SIKOMPAS) untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga RW 07 Kelurahan Cikalang melalui edukasi mengenai jenis sampah organik, penjelasan prinsip kerja komposter, serta praktik langsung penyusunan bahan organik dengan bioaktivator. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pengomposan secara mandiri, dengan proses dekomposisi yang berjalan normal ditandai oleh terbentuknya pupuk organik cair (POC) pada hari ke-10–14 dan perkembangan kompos menuju kematangan pada minggu-minggu berikutnya. Antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif warga menunjukkan penerimaan yang baik terhadap teknologi sederhana ini serta potensi keberlanjutan praktik di tingkat rumah tangga. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan literasi lingkungan, mengurangi timbulan sampah organik, dan menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan.