Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Potential Erosion in Mining, Oil Palm Plantations, and Watersheds Reforestation Areas Ahmad Syarif Sukri; M. Saripuddin; . Nasrul; Romy Talanipa
Civil Engineering Journal Vol 9, No 9 (2023): September
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07

Abstract

Erosion forecasting is a complex issue generated by numerous causes, the extent of which varies based on the unique area and conditions. Changes in rainfall, land cover, and watershed function are the primary causes of increased erosion. This study aims to scrutinize the actual and potential erosion in the mining area (MA), oil palm plantations (OPP), and watersheds reforestation (WR) in Asoloe, South Konawe, Indonesia. We utilized qualitative research methods and surveys with the USLE model. MA shares the highest actual erosion with 332.30 tons/ha/year, with an average erosion of 27.69 tons/ha/year from 2011 to 2022. Meanwhile, the potential erosion is 4747.19 tons/ha/year, with an average of 395.60 tons/ha/year. In terms of current conditions, 44.6% of rainfall engenders erosion with more than 0.5 t/ha and 33.9% with more than 1 t/ha. This study successfully demonstrates that for given location and area characteristics, high amounts of rainfall and changes in land function eminently affect soil erosion and that the potential erosion changes that occur in the Asoloe watershed every year are exceptionally influenced by changes in land use and land function. Therefore, some mitigation strategies and policies must be taken to reduce the risk of future erosion. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07 Full Text: PDF
Evolution and Implications of Changes in Seismic Load Codes for Earthquake Resistant Structures Design Abdul Kadir; Ahmad Syarif Sukri; Nini Hasriani Aswad; . Masdiana; . Nasrul
Civil Engineering Journal Vol 10, No 1 (2024): January
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2024-010-01-04

Abstract

Seismic load is a critical load that can trigger damage or collapse of structures, especially in earthquake-prone areas. The susceptibility of structures to seismic loads is influenced by factors related to soil characteristics and structural behavior. This paper comprehensively examines the development of Indonesian seismic code design parameters and their comparison with the current seismic code. The results of the analysis showed that the design spectral acceleration of short-period AD and long-period A1 SKBI 1987 and SNI 2002 increased with increasing PGA values, with a consistent pattern of SC < SD < SE. Unlike the previous two codes, design spectral acceleration AD and A1 SNI 2012 and SNI 2019 experience fluctuations in all types of soil. The ratio design spectral acceleration of AD and A1 SNI 2019 to KBI 1987 and SNI 2002 varies; there are up, fixed, and down for SC, SD, and SE soil conditions. The ratio of design spectral acceleration AD and A1 SNI 2019 to SNI 2012 designs also varies; this condition is due to changes in site coefficients. There were significant changes to the SKBI 1987 and SNI 2002 structural systems, especially the low and medium seismic levels. The increase in the seismic influence coefficient ratio of some cities varies for each type of soil and code. The increase in the 1970 PMI seismic coefficient was < 30% for all soil types, and the highest percentage increase occurred in SC soil types. The increase in seismic coefficient in SKBI 1987, SNI 2002, and SNI 2012 is more dominant in SE soil types. Doi: 10.28991/CEJ-2024-010-01-04 Full Text: PDF
Analisis Dampak Kerusakan Jalan Terhadap Pengguna Jalan Dan Lingkungan Jalan Belimbing-Anduonohu, Kota Kendari Siti Nurjanah Ahmad; Muh. Thahir Azikin; Agustan; Nasrul; Anafi Minmahddun
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i3.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak kerusakan jalan, seperti ketidaknyamanan, peningkatan risiko kecelakaan, dan kerugian ekonomi pada pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Metode penelitian ini menggunakan survei langsung  dengan mengukur/mendidentifikasi kerusakan jalan dan metode menggunakan kuesioner dengan beberapa pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner ini mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 60 responden untuk mengetahui perspektif/persepsi responden sebagai pengguna dan masyarakat sekitar ruas  jalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa macam kerusakan yang terjadi. Jenis kerusakannya adalah retak kulit buaya, retak memanjang, retak sambungan, beda tinggi badan jalan dan bahu jalan, tambalan, dan lubang yang nantinya sangat berdampak pada ketidaknyamanan dan kurangnya rasa aman bagi pengendara/pengemudi dan masyarakat sekitar. Berdasarkan analisis dampak dari kerusakan jalan yang terjadi ditinjau dari tiap aspek kenyamanan didapatkan faktor yang berpengaruh seperti: 1). kecelakaan kendaraan merupakan aspek keamanan yang paling berpengaruh bagi pengguna jalan dan masyarakat, 2). efektifitas perjalanan merupakan faktor yang berpengaruh bagi aspek kenyamanan pengguna jalan dan pencemaran udara merupakan faktor berpengaruh bagi aspek kenyamanan masyarakat sekitar.
Evaluasi Kinerja Proyek dengan Metode Earned Value pada Proyek Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (Ruas Jalan Wolo-Bts Kota Kolaka II) Widya Nyoman; Nasrul; Abdul Kadir; La Welendo; Siti Nurjannah Ahmad; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Try Sugiyarto Soeparyanto
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i1.98

Abstract

Pekerjaan konstruksi berkembang pesat yang terlihat dari semakin banyaknya pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat hingga pemerintah daerah dengan tujuan dapat berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi. Hal itu memberikan tuntutan kepada pelaksana pembangunan infrastruktur untuk terus menerus meningkatkan layanan mutu dan kualitas pekerjaan serta mengoptimalisasi biaya pelaksanaan dan waktu pelaksanaan agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proyek pembangunan jalan nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara. Objek penelitian dalam studi ini adalah proyek Preservasi Jalan Wolo – Bts. Kota Kolaka II, yang dilaksanakan mulai tanggal 9 November 2022 sampai 1 Mei 2024.Metode yang akan digunakan dalam mengevaluasi kinerja proyek jalan nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penelitian adalah Earned Value Management (EVM). Hasil penelitian menunjukkan nilai varians jadwal (SV) bernilai Rp. 34.173.266.742,58 dan nilai indeks kinerja jadwal (SPI) = 0,59<1 yang berarti bahwa proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana. Sedangkan dari aspek biaya menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek pembangunan jalan memperoleh keuntungan, hal ini ditunjukkan dari nilai varians biaya (CV) bernilai Rp. 8.059.644.682,48 dengan nilai indeks kinerja biaya (CPI) = 1,11>1. 
Evaluasi Penyebab Kerusakan Jalan Dan Upaya Penanganan Pada Ruas Jalan Tawarombadaka – Solewatu (Bundaran) Kec. Tinodo, Kab. Kolaka Timur Nasrul; Siti Nurjannah Ahmad; Romy Suryaningrat Edwin Tamburaka; Abdul Kadir; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Kadir Ramadan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan dan penyebab kerusakan pada struktur perkerasan lentur di ruas jalan Tawarombadaka – Solewatu (Bundaran), Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Pavement Condition Index (PCI) dan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kerusakan sebagian besar ruas jalan berada dalam kondisi buruk hingga sangat buruk, dengan mayoritas kerusakan berupa retak kulit buaya sebesar 88.54% dan amblas sebesar 24.99%. Dari total panjang ruas jalan 3000 meter yang dibagi menjadi 30 segmen, nilai rata-rata PCI keseluruhan segmen jalan adalah 67.94, termasuk dalam kategori baik. Penyebab kerusakan ruas jalan ini berdasarkan hasil analisis laboratorium menunjukkan adanya perbedaan antara job mix design dan hasil uji laboratorium terutama kadar aspal. Selain itu, analisis saringan menunjukkan gradasi agregat pada beberapa nomor saringan berada di bawah spesifikasi job mix design, menandakan kurangnya penggunaan agregat halus dalam campuran beton aspal, yang mengakibatkan banyak rongga atau ruang kosong antar agregat. Kekurangan agregat halus ini dapat menyebabkan berbagai masalah yang memengaruhi kinerja dan umur layanan jalan. Upaya penanganan yang dilakukan adalah dengan melaukan penambalan permukaan dan rehabilitasi atau penambalan.
Sistem Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Akibat Pengembangan Bandara Betoambari di Bau-Bau Putri Ramadhani; Albert Rokky Palulungan; Try Sugiyarto Soeparyanto; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Nasrul
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.159

Abstract

Sistem manajemen rekayasa lalu lintas merupakan suatu usaha atau kegiatan perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, serta pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan yang dimana mempunyai fungsi untuk mewujudkan, mendukung, dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan antara kapasitas dan volume terhadap bangkitan dan tarikan, serta cara mengatasi permasalahan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan di kawasan bandar udara akibat pengembangan Bandar Udara Betoambari di Bau-Bau. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dilakukannya survey langsung ke lokasi penelitian selama tiga hari (Senin, Selasa, Sabtu). Hasil dari penelitian ini yaitu pemodelan kapasitas dan volume terhadap bangkitan menggunakan analisis regresi linear berganda, sehingga persamaan yang didapat yaitu Y = -1,403X1+4678,184X2 serta pemodelan kapasitas dan volume terhadap tarikan juga menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan persamaan yang didapat yaitu Y = -1,331X1+4422,793X2. Dari adanya persamaan tersebut, dapat diketahui cara mengatasi permasalahan pada masa konstruksi yaitu menutup bak material, pembersihan jalan akses, penjagaan di lokasi keluar masuk, serta pengaturan waktu operasional, dan untuk mengatasi permasalahan pada masa operasi yaitu melengkapi rambu jalan, peremajaan marka, dan pengendalian hambatan samping.
Tata Kelola Program Mudik Gratis sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Transportasi Publik di Sulawesi Tenggara Muhamad Rajulan; Maudhy Satyadharma; Hado; Nasrul; Sylsiani Mursalim
Jurnal Administrasi Karya Dharma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Karya Dharma (Maret 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Karya Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of the governance of the free homecoming program on the quality of public transportation services in Southeast Sulawesi Province. The study used a quantitative approach with descriptive methods and simple linear regression analysis. The sample consisted of 99 respondents who were users of the free homecoming service in 2026. The results showed that governance had a positive and significant effect on service quality, with a regression coefficient of 0.964 and a determination value of 60.7%. This indicates that better governance improves the quality of public transportation services. These findings emphasize the importance of transparency, accountability, and inter-agency coordination in increasing the effectiveness of the free homecoming program, thus ensuring optimal, safe, and comfortable service delivery and sustainably increasing public satisfaction.