Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN BALOK PRATEKAN PADA GEDUNG HOTEL DAN MALL DI RUAS JALAN MT. HARYONO KENDARI Talanipa, Romy; Mursidi, Baso
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHouse Hotel and Mall Road MT.Haryono Kendari is a building consisting of six floors and was planned with reinforced concrete structures. In terms of functionality and usefulness, this building does not yet have adequate meeting space so as to enhance the functionality and usefulness of the need for meeting space, which requires a vast place and freely without any hindrance. For the majority of the fields must be eliminated and will cause some long -span beams have.??????????????? With the ability to carry the load on long -span and behavior that combines high strength concrete with high strength steels are active , it can minimize the use of prestressed concrete structures as well as provide an alternative dimension of proper planning and efficient.Structural design modifications only in terms of technical structure, without considering the economic and aesthetic terms. Modifications made on the 5th floor and 6th floor. Analysis refers to the structure of the building regulations in Indonesia and other supporting regulations. The structure of the planned building structures meet safety requirements, based on the strength and deformation arising from the load acting on the structure with ductility level 2.Especially for prestressed beams, the planning is based on the method of implementation in the field by considering the strength and behavior of structural components at a critical stage since bias given moment. Modified the calculation Prestressed force : 2500 kN , the cable layout : E field = 250 mm , E = 100 mm pedestal , Loss of presstress : 17.9 , soft reinforcement installation staging area : 4D - 25 and field areas : 2D - 25.?Keywords: Modified, Prestressed Beams
EVALUASI SALURAN PRIMER PADA DAERAH CEKUNGAN JALAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU Idwan, Idwan; Efendi, Ahmad; Talanipa, Romy
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.628 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Baubau merupakan daerah dengan pemukiman yang padat dengan wilayah topografi yang berbukit-bukit dan cekungan serta berada pada wilayah pesisir serta bantaran sungai yang membagi wilayah Kota Baubau. Kondisi topografi yang berbukit dan cekungan tersebut merupakan kondisi yang strategis sekaligus ancaman dalam menata ruang perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi minimum saluran primer pada daerah cekungan di Jalan Betoambari Kota Baubau. Analisis yang digunakan untuk analisis hidrologi yang menggunakan log Pearson III dan gumbel untuk mengukur curah hujan dan Intensitas curah hujan menggunakan Mononobe. Adapun hasil yag diperoleh bahwa jumlah debit banjir pada daerah cekungan sebesar 1,854 m3/detik dengan dimensi saluran yaitu tinggi saluran 1,33 meter dengan lebar dasar saluran 1,99 meter dengan asumsi tinggi jagaan sebesar 0,63 meter.?Kata Kunci : ?Drainase, Log Person III, Mononobe, Debit Rencana
ANALISIS KUALITAS MATA AIR MOTONUNO KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA Talanipa, Romy; Putri, Tryantini Sundi; Asrah, Asrah
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.916 KB)

Abstract

Mata air adalah salah satu sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhannya. Desa Lakarinta merupakan salah satu desa yang menggunakan mata air sebagai sumber utama air mereka. Mata air ini bernama mata air Motonuno yang berada di desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Kebiasaan warga desa setempat yang suka mencuci dan mandi langsung di mata air tersebut akan membuat mata air akan tercemar dengan kandungan zat-zat yang berbahaya dari aktifitas yang mengakibatkan kualitas dari mata air menurun dan akan berdampak pada kesehatan warga desa.Berdasarkan hal tersebut perlu diadakan pengujian kualitas air dengan meliputi parameter fisika,kimia dan mikrobiologi yang bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas air tersebut sudah memenuhi standar kualitas air bersih sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan agar layak untuk di konsumsi oleh warga desa.Hasil pengujian laboratorium dengan menggunakan parameter fisika, kimia dan mikrobiologi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa mata air Motonuno telah memenuhi standar kualitas air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan. Jadi, tidak terdapat pencemaran di mata air Motonuno sehingga layak untuk dikonsumsi.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA BETON NORMAL Zulkifly, Zulkifly; Aswad, Nini Hasriyani; Talanipa, Romy
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBeton merupakan bahan bangunan yang sudah lama dikenal dan sangat banyak di gunakan.Beton terdiri dari bahan campuran semen, kerikil, pasir , air dan bahan tambah. Penggunaan bahan tambah berupa serat alam yakni serat sabut kelapa diharapkan dapat memperbaiki sifat mekanik beton terkhususnya beton normal.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui komposisi penambahan serat sabut kelapa yang meningkatkan nilai kuat tekan Beton. Pembuatan campuran beton mengacu SK SNI T-15-1990-003 tentang ?Tata Cara? Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal?. Benda uji untuk pengujian kuat tekan beton adalah silinder ukuran 10 x 20. Variasi konsentrasi penambahan serat sebesar 0%; 0,3%; 0,6%; 0,9%; dan 1,2% terhadap berat total beton.Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan penambahan serat serabut kelapa terjadi peningkatan nilai? kuat tekan pada beton. Proporsi serat 0,3% menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi yakni sebesar 20,43 MPa. Sedangkan beton? tanpa serat ( Beton Normal ) sebesar? 19,91 Mpa. Dengan adanya serat hasil pengujian kuat tekan beton? meningkat sebesar? 2,11%.? Dengan adanya penambahan serat nilai kuat tekan meningkat tetapi tidak Signifikan.?Kata kunci: Beton, Serat serabut kelapa, Kuat Tekan
PEMANFAATAN MATERIAL SUNGAI ANESE KECAMATAN ANDOOLO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON STRUKTURAL Wayan Mustika; Fitriah Fitriah; Sulha Sulha; Romy Talanipa
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v8i2.13679

Abstract

ABSTRAKKabupaten Konawe Selatan sebagai salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah kabupaten yang memiliki beberapa sumber material yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan khususnya sebagai material campuran beton seperti kerikil dan pasir. Diantara sumber material tersebut adalah pasir dan kerikil sungai Anese yang terletak di Desa Anese Kecamatan Andoolo Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui karakteristik material kerikil dan pasir yang berasal dari Sungai tersebut untuk campuran beton struktural, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk dapat memperoleh komposisi campuran yang tepat dan kelayakannya  terhadap material kerikil dan pasir yang berasal dari Sungai Anese Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan untuk digunakan sebagai bahan campuran beton struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, material kerikil dan pasir tersebut memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai material pada campuran beton, Komposisi campuran material yang tepat untuk menghasilkan beton struktural dengan mutu di atas K.225 adalah dengan perbandingan volume antara semen : pasir : kerikil adalah 1 : 0,96 : 2,0. Dapat disimpulkan bahwa material asal Sungai Anese Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan dapat dan layak untuk digunakan sebagai bahan campuran beton struktural. Kata Kunci : kerikil, pasir, beton struktural , komposisi campuranABSTRACTKonawe Selatan Regency as one of the regencies located in Southeast Sulawesi Province is a regency area that has several sources of material that can be used as construction material, especially as a mixture of concrete materials such as gravel and sand. Among the material sources are the sand and gravel of the Anese river located in Anese Village, Andoolo Barat District. The purpose of this study was to determine the characteristics of gravel and sand material from the river for structural concrete mixtures, besides this study also aimed to be able to obtain the right mixture composition and its feasibility of gravel and sand material originating from Anese River Andoolo District West Konawe Selatan Regency to be used as structural concrete mix material. The results showed that in general, the gravel and sand material met the requirements to be used as the material in concrete mixtures. The composition of the material mixture was appropriate to produce structural concrete with a quality above K.225 is by volume ratio between cement: sand: gravel is 1 : 0.96: 2.0. It can be concluded that material from Anese River, Andoolo Barat District, South Konawe District can and is suitable for use as a structural concrete mixture. Keywords : gravel, sand, structural concrete, mixed composition
EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA SANGGONA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Romy Talanipa; Tryantini Sundi Putri; Ahmad Syarif Sukri; Ritno AR.
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2021): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v9i1.16956

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan masyarakat yang semakin meningkat maka kebutuhan air bersih semakin meningkat dan terkadang tidak di imbangi kemampuan pelayanan. Di desa Sanggona air bersih yang digunakan berasal dari mata air Mokowu, Mata air Mokowu adalah sumber mata air yang harus di jaga kelestariannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air (Q) mata air dan kebutuhan air  didesa Sanggona kecamatan Uluiwoi pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2030. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui Kuesioner, Wawancara, dan pengukuran debit sungai dilapangan.Hasil penelitian berdasarkan metode pelampung diperoleh debit air (Q) sungai Motonuno tahun 2019 yaitu: Titik1 = 0,3136 m3/liter, Titik 2 = 0,408 m3/liter, Titik3 =  0,3534 m3/liter, Titik4 =  0,423 m3/liter, Titik 5 =  0,374 m3/liter. Adapun rata-rata debit air (Q) exsisting mata air mokowu adalah 0,37448 m3/liter atau 374,48 liter/detik Berdasarkan Real Demand Survey (RDS) standar pelayanan di bidang air minum kebutuhan air bersih domestik dan non domestik untuk (2021) di dapatkan sebesar 0,0844 liter/detik. Dan sepuluh tahun kedepan (2030) di dapatkan sebesar 0,6879 liter/detik. Kebutuhan air bersih domestik dan non domestik. Kata Kunci : Debit air, mata air Mokowu, real demand surveyABSTRACTAlong with the increasing community growth, the need for clean water is increasing and sometimes the service capability is not balanced. In the village of Sanggona the clean water used comes from the Mokowu spring, the Mokowu Spring is a spring that must be preserved.This study aims to determine the water discharge (Q) of springs and water needs in the village of Uluiwoi sub-district in 2021 to 2030. Data collection methods in this study are through questionnaires, interviews, and field river flow measurements.The results of the research based on the buoy method obtained the water discharge (Q) of the Motonuno river in 2019, namely, Point 1 = 0.3136 m3 /Liter, Point 2 = 0.408 m3 / Liter, Point 3 = 0.3534 m3 / Liter, Point 4 = 0.423 m3 /Liter , Point 5 = 0.374 m3 / Liter. The average water discharge (Q) of existing mokowu springs is 0.37448 m3 / liter or 374.48 Liters / second based on the Real Demand Survey (RDS) service standards in the field of drinking water, domestic and non-domestic clean water needs for (2021) ) is obtained at 0.0844 Liter / Second. And in the next ten years (2030) it will be 0.6879 Liters / Second. Domestic and non-domestic clean water needs. Keywords  : Water discharge, Mokowu springs, real demand survey
PEMANFAATAN LIMBAH GERGAJI SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PASIR SABULAKOA TERHADAP CAMPURAN MORTAR La Ode Muhammad Irsan Boni; Nasrul Nasrul; Romy Talanipa
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.726 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i1.6287

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat pabrik industri pengolahan kayu yang memiliki banyak limbah (serbuk kayu) yang belum optimal pemanfaatannya. Salah satu solusi pemanfaatan limbah serbuk kayu adalah memanfaatkannya sebagai bahan bangunan konstruksi. Pada penelitian ini, limbah industri kayu (serbuk kayu) dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi pasir dalam campuran mortar.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh penambahan serbuk kayu pada mortar terhadap kuat tekan yang dihasilkan dan berat jenis mortar. Perbandingan komposisi campuran antara semen dan pasir yang digunakan adalah 1 : 2,75 dengan faktor air semen (FAS) 0,484 sesuai SNI 03-6825-2002. Sedangkan variasi serbuk kayu yang digunakan dalam campuran sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari berat semen dan berat pasir.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian kuat tekan dan berat jenis mortar pada sampel mortar untuk komposisi 5% dan 10% berturut-turut sebesar 50,2 kg /cm3 dan 25 kg/cm3, sedangkan untuk komposisi 15%, 20% dan 25% mengalami kegagalan. Dan penambahan serbuk kayu dalam campuran mortar cukup berpengaruh terhadap berat jenis mortar misalkan komposisi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terjadi penurunan berturut-turut 5,2%, 13,1%, 16,5% 23,7%, 27,0%. Ini berarti berat jenis serbuk kayu lebih ringan dari pada berat jenis pasir. Kata Kunci : Serbuk Kayu, Kuat Tekan Mortar, Berat Jenis Mortar
MODEL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MATERIAL PILIHAN SIRTU NANGA-NANGA Romy Talanipa; Sulha Sulha
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.369 KB) | DOI: 10.55679/jts.v5i3.6435

Abstract

Kekuatan dari suatu perkerasan sangat bergantung pada kualitas dari tanah dasar dan lapis pondasinya. Bila nilai CBR tanahdasar tidak memenuhi ketentuan minimum, maka tebal lapisan Perkerasan akan bertambah. Lapisan penopang biasanyaditambahkan untuk mengurangi pengaruh dari tanah dasar buruk pada perkerasan jalan. Pada umummnya material yangdigunakan untuk timbunan pilihan adalah sirtu seperti sirtu kali yang berasal dari kali nanga - nanga. Dewasa ini semakinbanyak disiplin ilmu yang menggunakan model matematika maupun penalaran matematika sebagai alat bantu dalammenyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik material timbunan darikali nanga – nanga mengacu pada system klasifikasi USCS dan AASHTO, dan menentukan tebal minimum timbunan pilihansebagai lapisan penopang untuk perkerasan pada kondisi tanah dasar buruk dengan menggunakan metode AASHTO 93, serta membuat model matematika untuk penentuan tebal timbunan pilihan sebagai lapisan penopang.Kata Kunci : Perekerasan, Tanah Dasar Buruk, Tebal Lapisan Penopang.Model Matematika.
ANALISIS PEMAKAIAN AIR BERSIH RUMAH TANGGA WARGA PERUMAHAN BUMI MAS GRAHA ASRI KOTA KENDARI Fathur Rahman Rustan; Rini Sriyani; Romy Talanipa
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.214 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8195

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan jumlah penduduk yang semakin hari semakin meningkat, maka semakin meningkat pula kebutuhan air bersih. Peningkatan kebutuhan air bersih ini tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya air bersih, malahan kuantitas dan kualitas air bersih semakin menurun. Perilaku dan kebiasaan penduduk mempengaruhi tingkat pemakaian air bersih.Studi ini dilakukan untuk menganalisis pemakaian air bersih rumah tangga warga Perumahan Bumi Mas Graha Asri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar pemakaian rata-rata air bersih rumah tangga warga perumahan Bumi Mas Graha Asri telah memenuhi standar kebutuhan air bersih untuk masyarakat perkotaan. Studi analisis pemakaian air bersih rumah tangga dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial.Hasil analisis menunjukkan rata-rata pemakaian air bersih rumah tangga adalah sekitar 191,61 liter/orang/hari dan dapat disimpulkan bahwa pemakaian air bersih rumah tangga di Perumahan Bumi Mas Graha Asri tergolong tinggi. Untuk itu diperlukan perubahan pola pemakaian air bersih rumah tangga sebagai upaya penghematan air bersih. Kata Kunci : Analisis, Air Bersih Rumah Tangga, PemakaianABSTRACTThe development of population influenced the increasing of cleaning water requirement. This is not balanced with the clean water supply. Infect, the quantity and quality of clean water declined. Population’s behaviour and habit influenced the level of consumption. This study was done to analyzed household water consumption of Bumi Mas Graha Asri citizens. This researched aimed to analyze the amount of clean water consumption on the average. After feeling the clean water requirement standard for the urban people, indentified factor influence the clean water consumption and analyze the infect of each factor concerning the level of clean water consumption of Bumi Mas Graha Asri. Study of analyse of clean water consumption was done by descriptive analyze and inference analyze. Brainwork analysis is showed the clean water consumption on the average is around 191,61 litre/person/day and can be summarized that clean water consumption of Bumi Mas Graha Asri housing classified in high level, so that the change of consumption system if needed as an afford of economizing on clean water. Keywords : Analysed, Household Clean Water, Consumption
EVALUASI PELAYANAN AIR BERSIH DI KECAMATAN PUUWATU DENGAN METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) Abdul Rahman; Romy Talanipa; Rini Sriyani
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.49 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i1.6283

Abstract

PDAM adalah salah satu unit usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum, yang sangat mengutamakan kualitas pelayanan agar dapat terus bertahan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi informasi menyebabkan harapan akan kualitas pelayanan terus berkembang. Kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang didapatkan sangat menentukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan penyediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelayanan penyediaan air bersih di Kecamatan Puuwatu selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat mengenai pelayanan dari penyedia air bersih di Kecmatan Puuwatu. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode IPA (Importance Performance Analysis). Penelitian ini berdasarkan tingkat kepuasan pelayanan air bersih di Kecamatan Puuwatu dilihat dari enam dimensi kualitas pelayanan yaitu dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, pelayanan  dimana masing-masing dimensi terdapat tiga atribut kecuali dimensi pelayanan terdapat enam atribut yang dinilai berdasarkan harapan dan kenyataan.Berdasarkan hasil analisis tingkat pelayanan air bersih di Kecamatan Puuwatu diperoleh 61,90% menyatakan pelayanan sudah memuaskan dan 38,10% menyatakan pelayanannya belum memuaskan. Sedangkan hasil ekspetasi yang didapatkan oleh masyarakat menyatakan 66,67% menyatakan sudah sesuai ekspetasi dan 33,33% menyatakan belum sesuai ekspetasi. Diharapkan kepada pihak PDAM untuk melakukan penilaian berkala terhadap tingkat kepuasan masyarakat dan memberikan tindak lanjut yang relevan demi perbaikan di masa mendatang. Kata Kunci : Kepuasan Masyarakat, PDAM, Importance Performance Analysis (IPA)