Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peran CSR dalam Mendorong Implementasi Green Banking yang Berkelanjutan di Perbankan Syariah Indonesia Risma Wati; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.90

Abstract

Penelitian ini membahas peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengembangan konsep green banking pada sektor perbankan. Istilah green banking merujuk pada praktik perbankan yang mendukung ekonomi berkelanjutan dinian berfokus pada aspek lingkungan. Corporate Social Responsibility (CSR )merupakan komitmen perusahaan untuk beroperasi secara etis dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat, yang dalam konteks ini berkontribusi dalam mendorong implementasi green banking. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya penerapan green banking di Indonesia, khususnya dalam implementasi strategi yang berbasis lingkungan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah inovasi digital seperti Teknologi keuangan berkelanjutan, yang dinilai dapat mempercepat penerapan sistem operasional yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana peran CSR dapat memperkuat implementasi green banking di sektor perbankan. Hasil sementara menunjukkan bahwa integrasi CSR dalam strategi perbankan digital mampu meningkatkan efektivitas penerapan green banking secara bertahap, meskipun masih dibutuhkan penguatan kebijakan dan komitmen perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal.
Implementasi Strategi Digital Banking Pada Bank Syaari’ah Indonesia Untuk Meningkatkan Penggunaan Jasa Perbankan Rafli Faisal Firdaus; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.109

Abstract

Artikel ini menganalisis implementasi strategi digital banking di Bank Syariah Indonesia  untuk meningkatkan penggunaan jasa perbankan. Efektivitas transformasi digital dalam  perbankan syariah menjadi fokus utama, di mana teknologi digital berperan penting dalam  mengadaptasi layanan dan memenuhi kebutuhan nasabah. Pemasaran digital  memungkinkan bank untuk tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga memantau efektivitas  kampanye secara real-time, sehingga penyesuaian dapat dilakukan dengan cepat. Dengan  menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis data sekunder, artikel ini menemukan  bahwa adopsi teknologi, seperti mobile banking dan fintech, berdampak positif terhadap  kinerja bank dan meningkatkan kepuasan nasabah. Penelitian juga menyoroti tantangan yang  dihadapi dalam proses digitalisasi dan pentingnya literasi keuangan masyarakat sebagai  penggerak utama dalam memperluas penggunaan jasa perbankan. Hasil dari penelitian ini  menunjukan bahwa Bank Syariah Indonesia berhasil memasarkan Digital Banking  dibuktikan dengan jumlah pengguna digital banking semakin meningkat. 
Analisis Peran Digitalisasi Terhadap Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah Di Indonesia Andi Hanifah; Anggun Okta Fitri; M. Bahrudin Bahrudin
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.124

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar pada berbagai sektor, termasuk industri keuangan syariah. Digitalisasi diyakini mampu meningkatkan inklusi keuangan syariah dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Penelitian ini membahas peran penting digitalisasi dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Digitalisasi dalam sektor keuangan syariah mencakup penerapan teknologi seperti fintech, blockchain, dan layanan digital banking yang sesuai prinsip syariah untuk memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat luas. Transformasi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses layanan, serta menghadirkan inovasi produk seperti peer-to-peer lending syariah dan aplikasi keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi penggerak utama dalam mengatasi tantangan rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan layanan konvensional. Meski demikian, proses ini juga menghadapi hambatan, seperti masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, isu keamanan data, serta keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan penyedia teknologi sangat diperlukan untuk memastikan implementasi teknologi yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di era digital.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Keamanan Dan Risiko Cyber Crime Dalam Perbankan Digital Selvi Novita Sari; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.128

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam sektor perbankan, terutama dengan hadirnya layanan perbankan digital yang menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat tantangan yang berkaitan dengan keamanan data dan risiko kejahatan siber (cyber crime). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap keamanan dan risiko cyber crime dalam perbankan digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keamanan perbankan digital bervariasi, tergantung pada tingkat literasi digital, pengalaman pribadi, serta kepercayaan terhadap sistem keamanan yang diterapkan oleh bank. Sebagian masyarakat merasa aman berkat adanya fitur keamanan seperti enkripsi data, autentikasi dua faktor (2FA), dan pemantauan transaksi secara real-time. Namun, sebagian lainnya masih merasa khawatir akibat meningkatnya kasus kejahatan siber seperti phishing, peretasan akun, dan pencurian data pribadi. Faktor usia, tingkat pendidikan, serta pemahaman mengenai teknologi juga memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan digital. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan edukasi mengenai keamanan siber untuk mengurangi risiko kejahatan siber dalam perbankan digital. 
Persepsi Nasabah pada Layanan Mobile Banking di Bank Syariah Indonesia Meri Febri Sha Fitri; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 1 No. 2 (2024): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v1i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi nasabah terhadap layanan mobile banking di Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan fokus utama pada kemudahan penggunaan, keamanan, dan kepuasan nasabah. Masalah yang dihadapi banyak nasabah berkaitan dengan kekhawatiran akan potensi kebocoran data pribadi serta tingkat kepercayaan terhadap keamanan aplikasi digital. Solusi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah penilaian terhadap fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi mobile banking serta peningkatan langkah-langkah perlindungan keamanan yang dapat mengurangi potensi risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan berupa survei kuantitatif dengan analisis deskriptif dan statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan, keamanan, dan kepuasan nasabah terhadap tingkat loyalitas mereka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 75% nasabah merasa puas dengan kemudahan penggunaan aplikasi BSI, meskipun 50% dari responden masih merasa khawatir terkait aspek keamanan aplikasi. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kepuasan nasabah berpengaruh signifikan terhadap loyalitas, di mana 80% responden menyatakan niat untuk terus menggunakan layanan tersebut. Oleh karena itu, Bank Syariah Indonesia harus terus meningkatkan sistem keamanan dan inovasi fitur aplikasi guna meningkatkan kepuasan serta memperkuat loyalitas nasabah.
Tantangan Dan Peluang Dalam Menarik Minat MasyarakatNon- Muslim Untuk Menabung Di Bank Syariah Jezica Natazza; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.150

Abstract

Industri perbankan syariah memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menjadikannya sebagai sektor yang strategis. Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan dan regulasi yang mampu mendorong perkembangan industri ini secara profesional, agar dapat bersaing dan menarik lebih banyak konsumen. Penelitian dalam jurnal ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah berbagai fenomena yang terjadi dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, dengan titik fokus pada strategi pemasaran yang sesuai bagi sektor ini. Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi oleh perbankan syariah adalah kurangnya efektivitas dalam kegiatan pemasaran, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat terhadap layanan ini. Minimnya penyuluhan atau sosialisasi menjadi alasan utama mengapa banyak masyarakat lebih memilih bank konvensional. Dengan demikian, dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat guna memperkenalkan keunggulan produk-produk dari bank syariah kepada publik. Perkembangan industri perbankan syariah tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan masyarakat, sehingga sangat penting bagi lembaga keuangan syariah untuk memahami pandangan masyarakat—baik yang beragama Islam maupun non-Muslim—terhadap layanan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana persepsi masyarakat non-Muslim terhadap bank syariah. Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden non-Muslim memiliki pandangan yang cukup positif terhadap bank syariah; sebanyak 59,4% menyatakan menerima, 36,4% bersikap netral, dan hanya 4,2% yang menolak. Hal ini menandakan bahwa layanan bank syariah cukup diterima di kalangan non-Muslim. Terdapat dua kategori utama yang memengaruhi persepsi tersebut: faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup latar belakang pekerjaan dan motivasi pribadi, sedangkan faktor eksternal meliputi promosi, kualitas layanan, lokasi bank, serta status sosial masyarakat.
Analisis Dampak Implementasi Teknologi Fintech Dalam Layanan Perbankan Terhadap Pengalaman Nasabah Dewi Fitriana; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.179

Abstract

The development of financial technology (fintech) has significantly transformed the landscape of banking services in Indonesia, reshaping how customers interact with banks. This study aims to analyze the impact of fintech implementation on customer experience, focusing on aspects such as convenience, security, ease of use, and the evolving relationship between customers and banks. A qualitative case study approach was employed, involving in-depth interviews with customers from diverse backgrounds. The findings indicate that most customers experience increased convenience and accessibility through fintech services. However, digital literacy emerges as a crucial factor influencing user experience. Data security and trust are also major concerns, with customers expecting greater transparency and education from banks regarding personal data protection. While fintech enhances efficiency, there remains a need for personal interaction, particularly among elderly customers. This study recommends that banks not only pursue digital innovation but also prioritize digital inclusion and responsive customer service across all user segments. These findings are expected to serve as a reference for the development of more inclusive and customer-centered fintech services.
ARAH PENGEMBANGAN KEBIJAKAN MONETER DAN PERBANKAN SYARIAH DI MASA DEPAN Anggun Okta Fitri; Ali Mustofa
FIDUSIA : JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jf.v9i1.2952

Abstract

Penelitian ini menganalisis arah pengembangan kebijakan moneter dan perbankan syariah dalam kerangka dual banking system di Indonesia serta implikasinya terhadap stabilitas makroekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa instrumen moneter syariah seperti sukuk, SBIS, dan PUAS berperan strategis dalam transmisi kebijakan, pengelolaan likuiditas, dan penguatan sektor riil, namun efektivitasnya masih terkendala oleh terbatasnya pendalaman pasar dan integrasi kelembagaan. Secara konseptual, moneter syariah menawarkan paradigma yang menekankan stabilitas, keadilan distributif, dan keterkaitan sektor riil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kebijakan moneter syariah yang mandiri dengan dukungan instrumen, regulasi, dan kapasitas institusional menjadi kunci bagi terciptanya sistem keuangan yang stabil dan inklusif.