Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pemanfaatan Daun Kelor Berbasis Data Empiris Sebagai Permen Pendukung Gizi Anak Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v5i2.3499

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITASFRAKSI DAUN KAYU PUTIH (Malaleuca leucadendraL.) DENGAN METODEBrine Shrimp Lethality Test (BSLT) Abdul Rahman A. Djakaria; Hamsidar Hasan; Muhammad Taupik; Dizky Ramadani Putri Papeo; Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melaleuca leucadendramerupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai obat tradisional.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen kimia dan menguji efek toksisitasdengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada fraksi daunkayu putih (Malaleuca Leucadendra).Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi bertingkat dengan pelarut berdasarkan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu n-heksan, klorofrom, etil asetat dan metanol.Identifikasi komponen kimia dengan menggunakan uji tabung dan uji KLT, pengujian toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).Hasil skrining fitokimia semua fraksi yaitu n-heksan, klorofrom, etil asetat dan methanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid. Hasil pengujian toksisitas menggunakan larva udang dengan fraksi n-heksan, kloroform, etil asetat dan metanol didapatkan diperoleh nilai LC50masing-masing sebesar 218,43µg/mL; 81.20 µg/mL; 111,85 µg/mL; dan 58,52 µg/mL. Semua nilai LC50 termasuk kedalam kategori toksik.
PENGARUH PROPILENGLIKOL TERHADAP KARAKTERISASI DAN LAJU DIFUSI ETOSOME KALIUM DIKLOFENAK SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN TRANSDERMAL Faradila Ratu Cindana Mo’o; Rifka Anggraini Anggai
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sistem penghantaran transdermal menawarkan alternatif terapi yang efisien dan nyaman, terutama dalam pengobatan nyeri kronis. Etosome merupakan sistem penghantaran berbasis lipid yang memiliki fleksibilitas tinggi dalam menembus lapisan kulit. Penambahan propilenglikol (PG) sebagai enhancer dapat mempengaruhi karakteristik fisik vesikel serta meningkatkan laju difusi obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi propilenglikol terhadap karakterisasi fisik dan laju difusi in vitro kalium diklofenak dalam sistem ethosome. Metode: Etosome kalium diklofenak diformulasikan dengan variasi konsentrasi PG (10%, 20%, dan 30%). Evaluasi meliputi pengukuran ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, efisiensi penjerapan, pH, serta laju difusi obat melalui membran selulosa menggunakan alat Franz diffusion cell. Hasil: Peningkatan konsentrasi PG dari 10% ke 30% menyebabkan penurunan ukuran partikel, peningkatan stabilitas vesikel (potensial zeta lebih negatif), peningkatan efisiensi penjerapan obat, dan peningkatan laju difusi kalium diklofenak. Formula dengan 20% PG menunjukkan karakteristik paling seimbang antara stabilitas fisik dan kemampuan penetrasi. Kesimpulan: Konsentrasi propilenglikol berpengaruh signifikan terhadap karakteristik dan laju difusi ethosome kalium diklofenak. Konsentrasi 20% PG memberikan hasil paling optimal dan potensial dikembangkan sebagai sistem penghantaran transdermal yang efektif.
The Use of Corn Cob and Leaf Waste (Zea mays L.) as Herbal Support for Malaria Prevention: A Social–Humanities Approach Based on Laboratory Evidence Wiwit Zuriati Uno; Dian Pratiwi Iman; Rifka Anggraini Anggai; Mahdalena Sy Pakaya; Sri Manovita Pateda
Qoumun: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Qoumun: Journal of Social and Humanities
Publisher : Cv. Kayaswara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/qoumun.v1i2.71

Abstract

Corn cobs and corn leaves (Zea mays L.) are abundant agricultural wastes with potential bioactive value. This study aimed to evaluate the extraction efficiency, phytochemical profile, and antioxidant activity of corn cob and corn leaf extracts obtained using solvents of different polarities, and to assess their relevance as supportive herbal resources for health promotion. Samples were extracted using ethanol, acetone, and n-hexane, followed by phytochemical screening and antioxidant evaluation using the DPPH method. The results demonstrated that ethanol extracts produced the highest yields and exhibited very strong antioxidant activity, indicated by low IC₅₀ values. These findings suggest that polar phytochemicals, particularly phenolic and flavonoid compounds, are the main contributors to the antioxidant potential of corn waste materials. Overall, this study provides scientific evidence supporting the valorization of corn agricultural waste as a sustainable source of antioxidant-rich herbal materials with potential relevance for oxidative stress management.
Antioxidant Activity Evaluation Of Catfish (Clarias Sp.) Collagen Extract Using DPPH And ABTS Methods Faramita Hiola; Wiwit Zuriati Uno; Fika Nuzul Ramadhan; Rifka Anggraini Anggai; Cahniar Djamil
Qoumun: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Qoumun: Journal of Social and Humanities
Publisher : Cv. Kayaswara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/qoumun.v1i2.72

Abstract

This study aimed to evaluate the antioxidant activity of collagen extracted from catfish (Clarias sp.) using DPPH and ABTS assays. The research procedures included sample preparation, collagen extraction using an acid-based method, and antioxidant analysis at concentrations ranging from 20–100 ppm. The degree of hydrolysis (DH) was measured to determine the effectiveness of Alkalase in producing bioactive peptides. The results showed that higher enzyme concentrations led to increased DH, with the highest value of 62.42% obtained at 3% Alkalase. Antioxidant activity increased with sample concentration, with maximum inhibition values of 78.57% (DPPH) and 85.00% (ABTS) at 100 ppm. The ABTS assay exhibited higher sensitivity than DPPH. These findings indicate that catfish collagen has strong potential as a safe and natural antioxidant source suitable for further development in food, pharmaceutical, and cosmetic applications.