Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Pengelolaan Obat Di Puskesmas Bulango Utara Madania; Rasdianah, Nur; Teti Sutriyati Tuloli; Andi Makkulawu; Puluhulawa, Lisa Efriani; R. Moko, Delviyanti
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2, Number 1, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i1.187

Abstract

Pengeloaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Pengelolaan obat sangat penting dalam menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup, dan waktu yang tepat. Khususnya di puskesmas pengelolaan obat perlu diteliti karena pengelolaan obat yang efisien sangat menentukan keberhasilan manajemen puskesmas secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat di Puskesmas Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 26 tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrument yang digunakan berupa lembar pedoman wawancara dan lembar data ceklis. Subjek penelitian adalah Petugas Puskesmas dan tenaga Farmasi yang terlibat langsung dalam pengelolaan obat di puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolan obat di Puskesmas Bulango Utara berdasarkan tahapan perecanaan, permintaann, penerimaan, pengendalian pencatatan dan pelaporan serta pematauan dan evaluasi obat termasuk dalam kategori baik dengan nilai persentase 100%, penyimpanan obat masuk dalam kategori baik dengan nilai persenttse 85,7% serta pendistribusian masuk dalam kategori cukup dengan nilai persentase 66,7%. Dapat disimpulkan bahwa sistem pengelolaan obat di Puskesmas Bulango Utara sudah berjalan dengan baik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 26 tahun 2020.
Gambaran Pengelolaan Obat Di Puskesmas Bulango Utara Madania; Nur Rasdianah; Teti Sutriyati Tuloli; Andi Makkulawu; R. Moko, Delviyanti
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Number 2, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i2.200

Abstract

Pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Pengelolaan obat sangat penting dalam menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup, dan waktu yang tepat. Khususnya di puskesmas pengelolaan obat perlu diteliti karena pengelolaan obat yang efisien sangat menentukan keberhasilan manajemen puskesmas secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat di Puskesmas Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 26 tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrument yang digunakan berupa lembar pedoman wawancara dan lembar data ceklis. Subjek penelitian adalah Petugas Puskesmas dan tenaga Farmasi yang terlibat langsung dalam pengelolaan obat di puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolan obat di Puskesmas Bulango Utara berdasarkan tahapan perecanaan, permintaann, penerimaan, pengendalian pencatatan dan pelaporan serta pematauan dan evaluasi obat termasuk dalam kategori baik dengan nilai persentase 100%, penyimpanan obat masuk dalam kategori baik dengan nilai persenttse 85,7% serta pendistribusian masuk dalam kategori cukup dengan nilai persentase 66,7%. Dapat disimpulkan bahwa sistem pengelolaan obat di Puskesmas Bulango Utara sudah berjalan dengan baik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 26 tahun 2020. Kata Kunci: Obat, Pengelolaan, Puskesmas
Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Instalasi Rawat Inap RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Madania; Andi Makkulawu; Datu, Yunita
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Number 2, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i2.204

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang memiliki karakteristik hiperglikemia, yang dapat disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau dapat terjadi karena kedua-duanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di instalasi rawat inap RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 222 pasien dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 81 pasien dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada pasien diabetes melitus tipe II dominan diderita oleh pasien perempuan sebanyak (68%) dan lebih banyak berada di rentang usia 45-59 tahun sebanyak (45%). Pola penggunaan obat antidiabetes jenis terapi tunggal maupun kombinasi yang paling banyak yaitu 2 kombinasi obat, levemir + novorapid sebanyak (52%). Penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II yang sesuai dengan pedoman Perkeni 2021 masing-masing 100% tepat obat, tepat dosis, dan tepat aturan pakai, sehingga dapat disimpulkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol sudah tepat.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Tilango Teti Sutriyati Tuloli; Faramita Hiola; Muhammad Taupik; Ariani H. Hutuba; Panu, Karmila
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Number 3, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i3.197

Abstract

Kepatuhan adalah tingkat seseorang dalam melaksanakan suatu aturan yang disarankan. Tingkat seseorang dalam melaksanakan perawatan, pengobatan, dan perilaku yang disarankan oleh perawat, dokter, atau tenaga kesehatan lainnya. Kepatuhan berobat memiliki arti sejauh mana seseorang minum obat, mengikuti diet, dan menjalankan perubahan gaya hidup sesuai dengan rekomendasi dari penyedia layanan kesehatan. Faktor penyebab ketidakpatuhan minum obat yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Tilango dan menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan kepatuhan minum obat, menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 97 responden. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dan pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan evaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Tilango dengan metode MMAS-8 termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan karakteristik pasien, ada hubungan antara usia dengan kepatuhan minum obat yaitu dengan nilai p=0,000 (p<0,005) artinya ada hubungan yang signifikan. Sedangkan pada jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai p(>0,005).
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Geriatri Penderita Hipertensi Di Puskesmas Pilolodaa Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; A Muthi Andi Suryadi; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Puce, Faradilla
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Number 3, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i3.203

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang berbahaya dan sangat beresiko pada seseorang dengan usia di atas 60 tahun atau geriatri. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi sangat penting karena tekanan darah dapat dikontrol dengan mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur, sehingga dalam jangka panjang resiko kerusakan organ-organ seperti otak, jantung dan ginjal dapat dikurangi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji korelasi, dengan jumlah sampel yakni 47 responden. Analisis yang uji korelasi Rank Spearmen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22 responden (46,8%) dengan tekanan darah terkontrol memiliki kepatuhan tinggi. Sebanyak 25 responden (53,2%) memiliki tekanan darah tidak terkontrol dengan kriteria kepatuhan sedang sebanyak 18 responden (38,2%) dan kepatuhan tinggi sebanyak 7 responden (14,8%). Serta terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pasien hipertensi (r = 0,739; p-value = 0,0001< 0,05) kekuatan hubungan kuat. Kesimpulan yang di dapatkan yaitu tingkat korelasi kuat dengan arah hubungan adalah positif yang artinya semakin tinggi kepatuhan minum obat maka tekanan darah pasien hipertensi semakin terkontrol.
Ketepatan Penggunaan Obat Dispepsia Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 Putri Nusu, Dwi Eka; Teti Sutriyati Tuloli; Endah Nurrohwinta Djuwarno
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.578

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang banyak dijumpai dan sering memerlukan perawatan rawat inap. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 74 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi ketepatan penggunaan obat dilakukan berdasarkan parameter jenis obat, golongan obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dispepsia rawat inap didominasi oleh perempuan (75,67%) dan kelompok usia 18–25 tahun (52,70%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah sitoprotektif (sukralfat) dan proton pump inhibitor (PPI). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat dispepsia pada pasien rawat inap sudah tepat dan rasional, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.